Famciclovir: Manfaat, Efek Samping dan, Dosis

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 786.036 orang

Pengobatan Herpes dengan obat Famciclovir

Herpes merupakan suatu virus yang dapat menyebabkan luka pada alat kelamin dan atau pada mulut Anda. Herpes sangat mengganggu dan menyakitkan, tapi biasanya tidak menyebabkan masalah yang serius pada kesehatan. 

Herpes disebabkan oleh dua virus yang berbeda tetapi serupa yaitu virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) dan virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Kedua jenis virus ini dapat membuat luka muncul di dan sekitar vulva, vagina, serviks, anus, penis, skrotum, pantat, paha bagian dalam, bibir, mulut, tenggorokan, dan jarang terjadi pada mata.

Herpes menyebar dari kontak kulit ke kulit dengan area yang terinfeksi, seringkali terjadi selama hubungan vaginal seks, oral seks, anal sex, dan ciuman. Nah, pada artikel ini akan membahas salah satu pengobatan yang dapat digunakan untuk menangani herpes yaitu dengan obar Famciclovir. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kegunaan, dosis dan efek samping obat Famciclovir. Selamat membaca.

Kegunaan obat Famciclovir

Obat Famciclovir digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus herpes. Obat ini dapat membantu mengobati beberapa penyakit seperti, oral herpes (luka di mulut), genital herpes (luka pada alat kelamin) dan herpes zoster (ruam yang sakit dan melepuh pada tubuh). 

Obat ini juga dapat digunakan untuk pengobatan atau penekanan herpes genital yang berulang pada pasien imunokompeten dan pengobatan infeksi herpes simpleks mukokutan berulang pada pasien yang terinfeksi HIV.

Famciclovir termasuk dalam kelas obat yang disebut antivirus. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan penyebaran virus herpes di dalam tubuh. Famciclovir tidak dapat menyembuhkan infeksi herpes dan mungkin juga tidak menghentikan penyebaran virus herpes ke orang lain. Namun, obat ini dapat mengurangi gejala nyeri, terbakar, kesemutan, nyeri tekan, dan gatal-gatal, serta membantu luka untuk sembuh dan mencegah luka baru terbentuk.

Dosis obat Famciclovir

Obat Famciclovir merupakan obat berbentuk tablet dengan sediaan obat 125mg, 250mg dan 500mg. Berikut pemberian dosis obat Famciclovir yang biasa diberikan:

  • Obat oral untuk herpes zoster. Dewasa: 500 mg sehari selama 7 hari. Pasien immunocompromised: 500 mg tiga kali sehari selama 10 hari.
  • Obat oral untuk herpes labialis berulang. Dewasa: 1,5 g sebagai dosis tunggal.
  • Obat oral untuk herpes genital. Dewasa: Episode 1: 250 mg tiga kali sehari selama 5 hari. Pasien immunocompromised: 500 mg dua kali sehari selama 7 hari.
  • Obat oral untuk pengobatan akut herpes mukokutan berulang pada pasien yang terinfeksi HIV. Dewasa: 500 mg dua kali sehari selama 7 hari.
  • Obat oral untuk pengobatan akut episode herpes genital berulang. Dewasa: 125 mg dua kali sehari untuk 5 hari atau 1 g dua kali sehari untuk 1 hari. Pasien immunocompromised: 500 mg dua kali sehari selama 7 hari.
  • Obat oral untuk penekanan episode herpes genital berulang. Dewasa: 250 mg dua kali sehari. Pasien immunocompromised: 500 mg dua kali sehari. Perawatan supresif dihentikan setiap 6-12 bulan untuk observasi.

Bacalah petunjuk penggunaan obat sesuai yang tertera pada kemasan obat atau pada resep dokter. Jika masih ada hal yang masih Anda bingung mengenai penggunana obat ini, konsultasikan kembali ke dokter.

Simpan dan letakkan obat pada tempat yang sejuk atau pada suhu ruangan. Hindari paparan langsung sinar matahari serta jauhkan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan. Periksa dan perhatikan selalu tanggal pemakaian sebelum mengonsumsi obat.

Efek samping obat Famciclovir

Seiring dengan efek obat yang dikonsumsi, setiap obat-obatan dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yang kadang-kadang menimbulkan efek yang serius. Namun, setiap orang umumnya dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda terhadap dosis obat yang sama.

Seperti halnya dalam penggunaan obat Famciclovir yang juga memiliki beberapa efek samping, sebagai berikut:

  • Sakit kepala, pusing
  • Mual, muntah
  • Diare
  • Kelelahan
  • Demam
  • Mengantuk
  • Konstipasi
  • Anoreksia
  • Sakit perut, perut kembung
  • Pencernaan yang terganggu
  • Peningkatan enzim hati, alkali fosfatase, bilirubin total dan albumin
  • Pruritus
  • Faringitis, sinusitis, cedera
  • Peningkatan kadar serum fosfat, Na dan K
  • Jumlah leukosit abnormal

Jika setelah mengonsumsi obat Famciclovir terdapat tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan di atas atau terdapat tanda dan gejala lain yang menetap dan memburuk, segera datangi dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Perhatian dan peringatan penggunaan obat Famciclovir

  • Hindari penggunaan obat ini untuk penderita yang memiliki riwayat alergi terhadap obat Famciclovir atau riwayat alergi obat-obatan lainnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi baik itu vitamin, herbal, obat dari resep dokter atau tanpa resep dokter. Karena beberapa obat dapat menimbulkan efek samping jika dikombinasikan dengan obat Famciclovir.
  • Obat ini memiliki efek samping pusing, sakit kepala dan mengantuk, oleh karena itu hindari melakukan aktivitas seperti mengemudi, dan melakukan aktivitas berat lainnya saat menkonsumsi obat ini.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita ganguan fungsi hati dan ginjal.
  • Penggunaan obat ini saat hamil hanya diberikan saat benar-benar dibutuhkan. Masih tidak diketahui apakah obat ini masuk ke ASI. Konsultasikan kembali ke dokter mengenai keamanan dan resiko penggunaan obat ini pada kondisi tersebut.
  • Jangan menambah, mengurangi atau menghentikan pengobatan tanpa ada saran dan anjuran dari dokter. Karena hal tersebut dapat memperburuk efek samping yang ada.
  • Jangan melakukan imunisasi atau vaksinasi tertentu (seperti vaksin melawan virus varicella) tanpa persetujuan dokter Anda.
  • Jangan melakukan kontak seksual selama infeksi terjadi atau jika Anda memiliki gejala-gejala herpes. Karena itu, selalu gunakan metode kontrasepsi yang efektif (kondom lateks atau poliuretan) selama semua aktivitas seksual. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk lebih jelasnya.

Jika setelah mengonsumsi obat ini tidak terdapat perbaikan atau terjadi perburukan terhadap kondisi kesehatan Anda. Segera konsultasikan kembali ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit