GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Jangan Sembarangan Konsumsi Barbiturat, Kenali Efek Penyalahgunaannya

Dipublish tanggal: Okt 1, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Jangan Sembarangan Konsumsi Barbiturat, Kenali Efek Penyalahgunaannya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Barbiturat merupakan salah satu obat golongan antikonvulsan yang umumnya digunakan untuk mengatasi kejang, mengurangi gejala gangguan kecemasan, insomnia berat, serta dipakai sebagai obat bius sebelum operasi;
  • Obat penenang seperti barbiturat bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat otak dan meningkatkan asam gamma-aminobutirat (GABA). Zat ini merupakan senyawa kimia pada otak yang menimbulkan efek penenang atau sedatif;
  • Penggunaan barbiturat harus disesuaikan dengan indikasi penggunaan dan kondisi kesehatan pasien sehingga pembelian obat harus dengan resep dokter. Aturan dosis penggunaan barbiturat pun harus dalam pengawasan dokter serta diperlukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui efek obat dalam tubuh pasien;
  • Tanda-tanda atau gejala penyalahgunaan barbiturat antara lain:
    • Sulit berbicara;
    • Sulit berpikir dengan jernih;
    • Lemas dan sulit bergerak;
    • Mudah mengantuk;
    • Sulit bernapas;
    • Hilang kesadaran atau koma;
    • Sulit menjaga keseimbangan tubuh;
    • Mengalami keguguran pada ibu hamil;
    • Bayi mengalami cacat lahir.
  • Efek penyalahgunaan akan bertambah parah jika barbiturat dikonsumsi bersamaan dengan minuman beralkohol, obat pereda nyeri, obat stimulan, atau obat penenang lainnya.
  • Anak-anak dan orang lanjut usia tidak disarankan menggunakan barbiturat karena dapat memberikan efek rasa gembira yang tak wajar atau berlebihan. Barbiturat juga tidak boleh digunakan oleh wanita hamil dan menyusui. Obat ini bisa menimbulkan risiko kecacatan pada bayi. Barbiturat juga dapat terserap ke dalam ASI saat menyusui.
  • Klik untuk membeli obat gangguan tidur serta obat saraf dan otak lainnya dari rumah Anda melalui HDMall. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami seputar obat dan paket pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Ketika pasien mengalami gangguan tidur atau gangguan kecemasan yang parah, dokter bisa saja memberikan resep obat penenang dengan dosis yang disesuaikan pada kondisi.

Salah satu obat penenang yang memungkinkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah barbiturat. Beberapa obat golongan barbiturat adalah amobarbital, butabarbital, methohexital, secobarbital, phenobarbital, dan thiopental. Barbiturat bisa menyebabkan rasa tenang dan kantuk sehingga aktivitas saraf pada otak akan berkurang. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Insomnia? Begini Aturan Konsumsi Obat Tidur yang Tepat 

Cara kerja barbiturat 

Barbiturat merupakan salah satu obat golongan antikonvulsan yang umumnya digunakan untuk mengatasi kejang, mengurangi gejala gangguan kecemasan, insomnia berat, serta dipakai sebagai obat bius sebelum operasi. 

Obat penenang seperti barbiturat bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat otak dan meningkatkan asam gamma-aminobutirat (GABA). Zat ini merupakan senyawa kimia pada otak yang menimbulkan efek penenang atau sedatif.

Penggunaan barbiturat harus disesuaikan dengan indikasi penggunaan dan kondisi kesehatan pasien sehingga pembelian obat harus dengan resep dokter. Aturan dosis penggunaan barbiturat pun harus dalam pengawasan dokter serta diperlukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui efek obat dalam tubuh pasien.

Proses penghentian konsumsi barbiturat juga harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti saran dokter. Penghentian secara mendadak bisa menimbulkan risiko kejang atau epilepsi. Oleh karenanya, penghentian obat akan dilakukan secara bertahap hingga berhenti total.

Selama penggunaan barbiturat, pasien juga tidak disarankan untuk mengemudikan kendaraan atau mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi karena dapat menyebabkan pusing atau kantuk.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Mengetahui Efek Dumolid yang Termasuk Obat Penenang 

Efek penyalahgunaan barbiturat 

Penyalahgunaan barbiturat dapat menyebabkan kecanduan dan ketergantungan pada obat, bahkan berisiko kematian. Dosis barbiturat yang berlebih dalam penggunaan jangka pendek saja sudah berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan efek overdosis, apalagi jika digunakan dalam jangka panjang. Efeknya bisa mengganggu kerja tubuh sehingga tidak bisa berfungsi dengan normal.

Tanda-tanda atau gejala penyalahgunaan barbiturat antara lain:

  • Sulit berbicara;
  • Sulit berpikir dengan jernih;
  • Lemas dan sulit bergerak;
  • Mudah mengantuk;
  • Sulit bernapas;
  • Hilang kesadaran atau koma;
  • Sulit menjaga keseimbangan tubuh;
  • Mengalami keguguran pada ibu hamil;
  • Bayi mengalami cacat lahir.

Efek penyalahgunaan akan bertambah parah jika barbiturat dikonsumsi bersamaan dengan minuman beralkohol, obat pereda nyeri, obat stimulan, atau obat penenang lainnya.

Anak-anak dan orang lanjut usia tidak disarankan menggunakan barbiturat karena dapat memberikan efek rasa gembira yang tak wajar atau berlebihan. Barbiturat juga tidak boleh digunakan oleh wanita hamil dan menyusui. Obat ini bisa menimbulkan risiko kecacatan pada bayi. Barbiturat juga dapat terserap ke dalam ASI saat menyusui.

Jika gejala efek penyalahgunaan barbiturat terlihat atau dirasakan, segera periksakan diri ke dokter untuk menghindari efek fatal obat. Pemeriksaan dapat berupa tes urine, pengambilan darah, serta pemeriksaan EKG atau elektrokardiogram untuk mengetahui ritme detak jantung.

Baca juga: Penyalahgunaan Obat (Drug Abuse) Berbahaya bagi Tubuh 

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app