Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Diuretik Hemat Kalium : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: SEP 18, 2019 Tinjau pada SEP 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.811.065 orang

Definisi Diuretik Hemat Kalium

Diuretik adalah kelompok obat yang meningkatkan produksi urin oleh ginjal. Diuretik hemat kalium adalah salah satu jenis obat diuretik yang meningkatkan urinasi tanpa kehilangan kadar kalium dalam tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Diuretik hemat kalium tergolong obat diuretik kurang poten yang biasa diresepkan dokter untuk dikombinasikan dengan diuretik jenis lainnya.

Indikasi penggunaan Diuretik Hemat Kalium

Indikasi atau kegunaan utama diuretik hemat kalium adalah:

  • Untuk terapi gagal jantung yang menyebabkan akumulasi/penimbunan cairan dalam tubuh karena jantung tidak mampu memompa darah secara normal ke seluruh tubuh. Adanya akumulasi cairan dalam tubuh ini menimbulkan permasalahan seperti gangguan pernapasan (bila cairan terakumulasi di paru-paru), pembengkakan pada kaki (edema). Pemberian diuretik dapat membantu mengeluarkan akumulasi cairan ke luar tubuh.
  • Untuk meredakan kondisi penumpukan cairan di dalam rongga perut atau yang dikenal dengan istilah asites. Kondisi asites disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah sirosis liver.
  • Untuk pengobatan hipertensi yang biasanya dikombinasikan dengan obat-antihipertensi

Cara kerja Diuretik Hemat Kalium

Diuretik Hemat Kalium, misalnya spirinolakton, bekerja dengan cara mengubah mekanisme nefron di ginjal dalam memproduksi urin . Obat ini  mengganggu pertukaran kalium pada  kanal pertukaran elektrolit natrium-kalium di tubulus ginjal. 

Akibat dari gangguan tersebut, elektrolit natrium yang biasanya diserap kembali ke dalam darah, penghambatan ini akan menyebabkan lebih banyak natrium dan air yang dibuang melalui urin sedangkan kalium disimpan.

Diuretik jenis lain, seperti hydrochlorothiazide dan furosemide, bekerja dengan cara memproduksi lebih banyak urin dan meningkatkan pengeluaran kalium melalui urin. 

Kombinasi dengan diuretik hemat kalium akan bekerja berlawanan dengan mencegah pengeluaran kalium melalui urin dan bersinergi dengan diuretik lain untuk mengeluarkan cairan ke luar tubuh.

Cara penggunaan Diuretik Hemat Kalium

Contoh senyawa obat yang tergolong diuretik hemat kalium yaitu amiloride, spironolakton, dan triamterene. Ketiga contoh obat tersedia dalam bentuk tablet yang digunakan secara per oral (melalui mulut). Pemilihan jenis obat akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi medis penderita.

Oleh karena efek obat ini adalah untuk meningkatkan produksi urin, maka perlu diperhatikan cara penggunaannya agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Apabila Anda mendapatkan aturan minum obat satu kali per hari, sebaiknya diminum pada pagi hari setelah sarapan agar tidak mengganngu waktu tidur malam. 

Tetapi apabila dokter memberikan aturan minum lebih dari satu kali per hari, minum obat terakhir sebelum jam 6 sore, kecuali disarankan lain. Sangat dianjurkan untuk meminum obat pada waktu yang sama agar tidak mengganggu aktivitas dan waktu tidur.

Efek samping Diuretik Hemat Kalium

Efek samping mungkin dapat ditimbulkan oleh diuretik hemat kalium, yaitu:

  • Frekuensi berkemih meningkat
  • Gangguan keseimbangan elektrolit tubuh karena lebih banyak natrium yang terbuang oleh urin, maka tubuh akan rentan mengalami hiperkalemia yang memiliki tanda dan gejala seperti rasa lemas, kelelahan, dan palpitasi jantung
  • Pusing
  • Mual/muntah
  • Konstipasi/diare
  • Berkunang-kunang
  • Kram otot
  • Rasa kantuk
  • Mulut kering
  • Kemerahan pada kulit
  • Nyeri dada

Perhatian penggunaan Diuretik Hemat Kalium

Diuretik hemat kalium dapat diperoleh dengan resep dokter. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan/menginformasikan pada dokter atau apoteker sebelum terapi apabila:

  • Riwayat kondisi medis terutama kondisi penyakit hipertensi, Addison, ginjal, dan jantung
  • Konsumsi obat-obat resep, non-resep, vitamin, suplemen, dan obat herbal yang sedang digunakan khususnya obat pilek, asma, batuk dan flu
  • Dalam kondisi hamil atau menyusui

Interaksi Diuretik Hemat Kalium dengan obat lain

DIuretik hemat kalium dapat bereaksi secara tidak terprediksi dengan obat-obatan lain. Hal ini dapat mempengaruhi mekanisme kerja obat dan meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Beberapa contoh obat yang berinteraksi dengan diuretik hemat kalium misalnya:

  • Obat hipertensi golongan ACE inhibitor, penggunaan keduanya dapat menurunkan tekanan darah secara berlebihan dan meningkatkan kondisi hiponatremia
  • Obat hipertensi golongan penghambat reseptor angiotensin akan mengakibatkan peningkatan natrium darah secara berlebihan
  • Obat anti-inflamasi non-steroid (AINS), akan terjadi kondisi hiponatremia berlebihan, hiperkalemia, penurunan fungsi ginjal ginjal

Apabila lupa menggunakan obat Diuretik Hemat Kalium

Apabila Anda lupa meminum obat, segera minum setelah Anda ingat. Tetapi apabila telah mendekati waktu minum obat selanjutnya, Anda tidak perlu meminum dua dosis (untuk waktu minum obat yang tertinggal dan untuk waktu minum obat sekarang) sekaligus.

Penyimpanan Diuretik Hemat Kalium

Simpan obat sesuai dengan kemasannya pada suhu ruangan, terhindar dari panas, kelembaban, dan cahaya langsung. Tidak dibenarkan menyimpan obat dalam lemari pendingin (freezer). 

Hindarkan dari jangkauan anak-anak. Tanyakan pada tenaga kesehatan apabila Anda ingin membuang sisa obat yang tidak digunakan.

 


Referensi

Cardio Smart (2015). Heart Failure: Diuretics.

Drugs.com (2017). Potassium-sparring Diuretics.

Harding, M. Patient (2015). Potassium-Sparring Diuretics.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp