Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Dehydroepiandrosterone (DHEA): Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: SEP 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 701.200 orang

Dehydroepiandrosterone (DHEA) adalah hormon steroid yang secara alami ada di dalam tubuh dan dibuat oleh kelenjar adrenalin yang ada di dekat ginjal dan hati. DHEA bekerja dalam tubuh dan memiliki sejumlah peran, terutama untuk memproduksi hormon seks pria dan wanita.

Dehydroepiandrosterone (DHEA) biasanya digunakan untuk memperlambat tanda-tanda penuaan, meningkatkan kinerja fisik, dan banyak kondisi lainnya, tetapi masih belum ada bukti ilmiah dalam mendukung hal tersebut.

Dehydroepiandrosterone (DHEA) sebenarnya diproduksi secara alami oleh tubuh, tetapi tingkat dehydroepiandrosterone (DHEA) akan menurun seiring bertambahnya usia dan efek dari beberapa penyakit Begitu pun tingkat dehydroepiandrosterone (DHEA) pada orang yang mengalami depresi dan wanita yang sudah menopause akan semakin menurun, sehingga diperlukan suplemen pendukung. Tetapi dengan melakukan pembatasan kalori dan olahraga yang teratur dapat membantu meningkatkan produksi DHEA secara alami.

Mengenai Dehydroepiandrosterone (DHEA)

Golongan

Suplemen (obat bebas)

Kemasan

Krim, oral, tablet

Kandungan

-

Manfaat Dehydroepiandrosterone (DHEA)

Dehydroepiandrosterone (DHEA) dapat digunakan pada seseorang yang mengalami penipisan vagina. Dinding vagina bisa menjadi lebih tipis setelah menopause sehingga dapat menimbulkan rasa sakit saat bercinta.

Dehydroepiandrosterone (DHEA) yang dikonsumsi melalui mulut maupun dengan mengoleskannya pada kulit dapat meningkatkan penampilan kulit pada wanita yang telah menopause dan juga mereka yang telah berusia di atas 60 tahun. DHEA juga dapat membantu meringankan gejala depresi.

Efek samping Dehydroepiandrosterone (DHEA)

Efek samping DHEA yang paling umum terjadi biasanya termasuk kategori ringan, seperti munculnya jerawat dan sakit perut. Ada pula efek samping lainnya, seperti timbulnya kecemasan dan perilaku agresif, nyeri dada dan irama jantung yang tidak normal, pusing, kelelahan, sakit kepala, insomnia, tekanan darah rendah hingga masalah pendarahan dan pembekuan darah.

Sementara munculnya jerawat lebih banyak terjadi pada wanita yang mengonsumsi DHEA. Beberapa wanita juga dapat mengalami perubahan dalam siklus menstruasi, pertumbuhan rambut abnormal, dan suara yang lebih dalam setelah mengonsumsi dehydroepiandrosterone (DHEA). Nyeri atau pertumbuhan payudara dapat terjadi pada pria yang mengonsumsi dehydroepiandrosterone (DHEA).

Dehydroepiandrosterone (DHEA) tidak aman bila diminum dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Menggunakan dosis yang lebih tinggi atau menggunakan DHEA untuk jangka waktu yang lama dapat meningkatkan kemungkinan efek samping yang serius.

Dosis Dehydroepiandrosterone (DHEA)

DHEA diperkirakan aman untuk diminum, dioleskan pada kulit, dan digunakan di dalam vagina dengan tepat. Berikut ini anjuran dosis yang telah melalui penelitian ilmiah:

Melalui mulut:

  • Untuk meningkatkan penampilan kulit/kulit yang menua: DHEA 50 mg diminum setiap hari selama 1 tahun
  • Untuk depresi: 30-500 mg DHEA diminum setiap hari selama 6-8 minggu

Melalui kulit:

  • Untuk meningkatkan penampilan kulit/kulit yang menua: krim DHEA 1% dapat diterapkan pada wajah dan tangan 2 x sehari hingga 4 bulan.
  • Penipisan vagina: Sisipan vagina yang mengandung 0,25% hingga 1% DHEA telah digunakan 1 x sehari selama 12 minggu. Sisipan vagina spesifik yang mengandung dehydroepiandrosterone 0,5% (Intrarosa, Endoceutics Inc.) adalah obat resep yang digunakan untuk kondisi ini.

Interaksi Dehydroepiandrosterone (DHEA)

  • Penggunaan dehydroepiandrosterone (DHEA) bersamaan dengan obat lain juga dapat menimbulkan reaksi, di antaranya: Anastrozole (Arimidex), Exemestane (Aromasin), Fulvestrant (Faslodex), Insulin, Letrozole (Femara).
  • Obat-obatan yang diubah oleh substrat hati, seperti Tamoxifen (Nolvadex) dan Triazolam (Halcion) juga dapat berinteraksi dengan DHEA.
  • Obat untuk peradangan (kortikosteroid) juga dapat berinteraksi dengan dehydroepiandrosterone (DHEA) tetapi hal ini jarang terjadi.

Perhatian

  • Penggunaan dalam jangka panjang: Jangan menggunakan DHEA dalam dosis yang lebih tinggi dari 50-100 mg sehari atau untuk penggunaan dalam jangka waktu yang lama.
  • Kehamilan dan menyusui: Jangan menggunakan DHEA ketika hamil dan menyusui, karena dapat berbahaya bagi bayi dan dapat menyebabkan kadar hormon pria lebih tinggi dari normal, atau biasa disebut androgen.
  • Pembesaran Prostat: DHEA dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil untuk orang-orang dengan pembesaran prostat, yang dikenal sebagai hipertrofi prostat jinak.
  • Diabetes: DHEA dapat mempengaruhi cara kerja insulin dalam tubuh. Jika Anda menderita diabetes, pantau gula darah Anda dengan hati-hati jika Anda menggunakan DHEA.
  • Kondisi sensitif-hormon seperti kanker payudara, kanker rahim, kanker ovarium, endometriosis, atau fibroid rahim: DHEA adalah hormon yang dapat memengaruhi cara kerja estrogen dalam tubuh. Jika Anda memiliki kondisi apa pun yang mungkin diperburuk oleh estrogen, jangan gunakan Dehydroepiandrosterone (DHEA).
  • Kolesterol tinggi: DHEA mungkin menurunkan “kolesterol baik”. Jika Anda memiliki kolesterol tinggi atau penyakit jantung, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum mengambil DHEA.
  • Masalah hati: DHEA mungkin memperburuk masalah hati. Jangan gunakan DHEA jika Anda memiliki masalah hati.
  • Depresi dan gangguan mood: DHEA dapat menyebabkan rangsangan, impulsif, dan lekas marah pada orang dengan gangguan mood. Jika Anda memiliki gangguan mood, pastikan untuk mendiskusikan DHEA dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum mulai menggunakannya. Selain itu, perhatikan juga perubahan apa pun yang Anda rasakan.
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS): Mengonsumsi DHEA dapat memperburuk kondisi ini. Jangan menggunakan DHEA jika Anda memiliki PCOS.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp