Devil's Club: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Apr 4, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 2 menit

Devil’s club atau yang disebut juga Oplopanax horridus telah menjadi obat tradisional yang dapat mengobati berbagai kondisi kesehatan, seperti influenza, campak, diabetes, kanker, radang sendi, dan rematik.

Devil’s club merupakan tanaman semak yang besar, yang tumbuh di hutan lembab dingin dan biasa ditemukan di daerah sekitar pesisir Alaska selatan atau bagian barat Amerika Utara, tapi juga terdapat di sekitar danau Superior. Bagian dari tanaman devil’s club sendiri yang digunakan adalah bagian akar dalam dan kulit batang bagian bawah.

Terdapat pula penelitian yang difokuskan terhadap penggunaan antimikroba, antikanker, dan hipoglikemik tetapi masih ada kekurangan informasi dalam studi klinis yang dilakukan.

Mengenai Devil’s Club

Golongan

Ramuan tradisional

Kemasan

Obat tetes, daun kering

Kandungan

 -

Manfaat Devil’s Club

Devil’s club dapat digunakan untuk mengatasi radang sendi, luka, demam, TBC, gangguan lambung, batuk, pilek, sakit tenggorokan, diabetes, gula darah rendah, dan radang paru-paru. Devil’s club juga digunakan untuk mengosongkan isi perut dan menyebabkan muntah. Beberapa orang juga menerapkan devil’s club langsung ke kulit untuk mengurangi pembengkakan kelenjar, bisul, luka, dan infeksi kulit. Abunya pun biasa digunakan untuk mengobati luka bakar.

Penggunaan utama dari devil’s club adalah sebagai resistensi insulin, diabetes tipe 2, hipoglikemia (dalam dosis kecil), PCOS dan disregulasi hormon terkait gula darah lainnya, rheumatoid arthritis dan disfungsi autoimun, stres yang menyebabkan makan terlalu banyak, sebagai ekspektoran lendir kental, serta penggunaan jangka pendek untuk mengidam gula.

Efek samping Devil’s Club

Devil’s club mengandung bahan kimia yang mungkin memerangi beberapa bakteri, jamur, dan virus. Tetapi selain itu, belum ada informasi yang cukup untuk mengetahui efek seamping dari Devil’s club.

Dosis Devil’s Club

Dosis devil’s club yang tepat akan bergantung pada beberapa faktor seperti usia, kondisi kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Pada saat ini belum ada informasi ilmiah mengenai berapa dosis yang tepat dalam menggunakan devil’s club tetapi beberapa penelitian menganjurkan penggunaan dosis devil’s club adalah sebagai berikut:

  • Untuk pengaturan gula darah, dosis devil’s club dapat digunakan sebanyak 2 tetes 3 x sehari
  • Untuk sifat amfoterik, dosis devil’s club dapat digunakan sebanyak 10 tetes 3 x sehari
  • Untuk sifat energetik, dosis devil’s club dapat digunakan sebanyak 3-5 tetes 3 x sehari

Tetapi perlu diingat bahwa produk alami tidak selalu aman dan penyesuaian dosisnya perlu dilakukan. Pastikan mengikuti petunjuk yang ada dalam label produk dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda menggunakan devil’s club.

Interaksi Devil’s Club

 -

Perhatian

  • Kehamilan dan menyusui: Tidak cukup informasi mengenai penggunaan devil’s club selama kehamilan dan menyusui maka sebaiknya dihindari penggunaannya.
  • Kontraindikasi devil’s club dapat terjadi pada tahap awal gangguan autoimun.
  • Penderita hiperglikemia, resistensi insulin, dan diabetes disarankan berhati-hati dalam penggunaan devil’s club karena dapat mengubah efek insulin dalam tubuh. Maka pemantauan gula darah perlu dilakukan.

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Luna, Tara. (2001). Propagation Protocol for Devil's Club (Oplopanax horridus). Native Plants Journal. 2. 106-108. 10.3368/npj.2.2.106a. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/285157489_Propagation_Protocol_for_Devil's_Club_Oplopanax_horridus)
Devil's Club: Uses, Side Effects, Interactions, Dosage, and Warning. WebMD. (https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-732/devils-club)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app