Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Dengkur

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.150.932 orang

Dengkur

Siapa diantara kamu yang tidak tahu arti kata dengkur atau mendengkur ? Ya, tentunya semua dari kamu pasti tahu apa itu arti kata dengkur. 

Dengkur atau mendengkur atau juga bisa disebut dengan sebutan mengorok merupakan hal yang sering dan lumrah terjadi baik pada diri kita maupun orang lain. Mendengkur sendiri memliki beberapa variasi volume suara tergantung dari keadaan kesehatan orang itu sendiri. 

Walaupun biasanya kegiatan mendengkur lebih banyak di kuasai oleh para pria ketika mereka sedang tertidur pulas menghilangkan letih seharian, namun ternyata banyak juga loh wanita yang juga mendengkur atau mengorok selama tidurnya. 

Nah di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai kaitan antara kegiatan mendengkur dengan kesehatan.

Dengkur dan serba serbinya

Dengkur merupakan semacam suara yang parau atau getaran yang dihasilkan dari suara nafas yang kuat dikarenakan adanya aliran udara yang melewati saluran pernafasan melalui nasopharynx mengalami penyumbatan dan penghambatan sebagian atau bisa juga karena adanya getaran pada tenggorokan yang dihasilkan selama seseorang tertidur.  

Umumnya suara dengkur akan terdengar berbeda beda, ada yang lembut hingga keras dan mengganggu orang lain disekitarnya.

Mendengkur memang merupakan hal yang sangat umum terjadi pada setiap manusia khususnya para orang dewasa, orang tua, orang dengan usia lanjut dan pada orang orang yang memiliki masalah obesitas atau kelebihan berat badan. 

Namun selain itu, suara dengkuran juga dapat merupakan suatu tanda apabila orang tersebut mengalami gangguan atau masalah kesehatan.  Karena mendengkur juga bisa merupakan tanda bahwa orang tersebut mengalami gangguan pernafasan ketika ia tertidur. 

Mendengkur juga dapat dikatakan sebagai gejawa awal dari penyakit apnea tidur (Obstructive Sleep Apneu). Mendengkur atau mengorok biasanya terjadi pada mereka yang memang mengalami kekurangan tidur sebelumnya dan memiliki kondisi badan yang terlalu cape atau letih setelah seharian beraktifitas.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa seseorang bisa mendengkur ketika tidurnya apabila udara yang melewati struktur saluran pernafasan saat tidur mengalami hambatan atau sumbatan. 

Namun sebenarnya mendengkur secara medis dapat terjadi saat jaringan lunak di langit langit mulut atau dinamakan soft palate, uvula atau anak tekak serta tenggorokan menjadi santai atau relaks saat seseorang tertidur secara nyenyak dan lelap sehingga mengakibatkan adanya gangguan ataupun halangan bagi aliran udara yang lewat dan akhirnya menimbulkan getaran maupun suara yang kita kenal dengan nama dengkuran atau mengorok. 

Umumnya jaringan lunak ini terjadi ketika seseorang sudah tertidur sekitar 1.5 jam-an atau 90 menitan.  Selain bagian langit langit mulut, anak tekak dan tenggorokan, ternyata ada bagian lain seperti dasar lidah, saluran hidung dan tonsil yang ikut mengalami getaran saat tertidur dan mendengkur

Untuk besar kecilnya volume suara dengkuran juga berbeda beda di setiap orang tergantung pada makin sempit atau lebarnya saluran udara yang dapat bekerja dengan baik, karena dimana aliran udara yang mengalir makin sepit maka akan makin sulit juga aliran udara tersebut melewati saluran pernafasan sehingga semakin meningkatnya kekuatan aliran udara dalam memproduksi suara ataupun getaran dan membuat suara dengkuran terdengar semakin besar dan intens.

Kegiatan mendengkur umumnya juga dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab seperti

  • bila orang tersebut kurang tidur, badan dan fisk yang terlalu lelah,
  •  posisi tidur yang terlentang sehingga mengakibatkan tenggorokan semakin
  • menyempit dan lidah turun ke arah bawah dan menghalangi aliran udara,
  • adanya gangguan padahidung seperti sedang flu,
  •  penyumbatan parah pada hidung atau sekat lubang hidung yang bentuknya bengkok,
  • adanya kelainan pada anatomi mulut dmana langit langit mulut terlalu rendah
  • lidah yang terlalu besar (makroglossia)
  • salah bantal atau posisi rahang yang salah karena otot yang menegang hingga tenggorokan yang tertutup ketika tidur,
  •  adanya alergi yang dapat membuat tonsil membesar,
  •  terlalu banyak meminum alkohol dan obat obatan,
  • obesitas atau kelebihan berat badan sehingga banyak lemak menumpuk di area sekitar tenggorokan,
  • adanya kondisi medis seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang artinya ialah suatu keadaan ketika jaringan yang ada di tenggorokan menghalangi sebagian atau seluruh aliran udara sehingga mengganggu pernapasan. OSA juga dapat terjadi akibat riwayat genetika atau keturunan.

Sedikit tips buat kamu yang memiliki teman tidur yang suka mendengkur ialah

 

  • cukup miringkan badan pasangan atau teman tidurmu, niscaya suara dengkurannya akan jauh lebih ringan dan lebih kecil daripada sebelumnya.
  • Hindari alkohol dan obat antisedatif beberapa jam sebelum tidur
  • Tidur dengan kepala lebih tinggi
  • Kurangi berat badan Anda
  • Gunakan penutup telinga
  • Bila Anda sedang pilek obati dengan decongestan
  • Penggunaan alat untuk mempertahankan agar lidah tidak jatuh ke belakang

 


Referensi

Breus, MJ. Psychology Today (2017). Fix Your Snoring Problem.

Cleveland Clinic (2014). Health Library. Snoring.

Dowshen, S. Kids Health (2014). Snoring.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit