Cephalohematoma: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 301.489 orang

Cephalohematoma adalah pendarahan yang terjadi pada lapisan di selaput otak yang menyebabkan terperangkapnya darah pada lapisan tersebut. Cephalohematoma menimbulkan pembengkakan akibat darah menumpuk di periosteum. Kondisi ini terjadi pada bayi akibat terganggunya jalan lahir.

Cephalohematoma terjadi pada 2% dari kelahiran. Cephalohematoma terjadi di lapisan otak bayi yaitu periosteum. Periosteum merupakan lapisan tebal yang mencakup seluruh permukaan lapisan otak. Periosteum terdiri dari dua lapisan antara lain:

  • Lapisan fibrosa Luar: Lapisan fibrosa luar terdiri sel kolagen yang memproduksi fibroblas dan serat saraf. Lapisan luar juga mengandung banyak pembuluh darah yang memasok osteosit
  • Lapisan Dalam: Lapisan peiosteum bagian dalam terdiri dari sel progenitor osteoblas sebaagi sel pembuatan tulang

Fungsi periosteum adalah untuk menjaga perkembangan tulang baru selama kehidupan janin hingga anak-anak. Membran padat tersebut menutupi permukaan tulang juga bersatu dengan dura meter pada bagian tertentu dan melindungi otak.

Penyebab Cephalhematoma

Kondisi utama hematoma adalah disebabkan oleh adanya trauma pada bagian kepala. Penyebab utama dari munculnya pembengkakan tersebut antara lain:

  • Persalinan cunam
    Persalinan cunam atau ekstraksi cunam adalah cara dalam membantu persalinan dengan alat cunam. Penarikan yang kuat dapat memicu terjadinya cephalohematoma pada pembuluh darah di lapisan otak bayi baru lahir.
  • Persalinan Vacum
    Persalinan vacum dilakukan pada proses persalinan yang sulit pada posisi kepala sehingga diperlukan alat vacum untuk menarik bayi keluar.
  • Persalinan pertama
    Persalinan pertama juga berdampak pada terjadinya cephalohematoma karena trauma jalan lahir antara kepala dan tulang pelvis.
  • Persalinan Lama
    Persalinan yang berlangsung lama di luar waktu persalinan dapat beresiko cephalohematoma.
  • Kepala Bayi yang besar
    Ukuran lingkar kepala bayi yang besar atau macrocephaly juga dapat beresiko meningkatkan terjadinya cephalohematoma karena adanya penekanan saat memasuki lingkar pelvis.
  • Bayi Besar
    Ukuran bayi dengan berat badan lahir yang besar juga memicu terjadinya cephalohematoma akibat penekanan selama jalan lahir.

Gejala Cephalohematoma

Gejala cephalohematoma menimbulkan kelainan pada bentuk kepala bayi. Gejala mulai muncul sekitar 6 hingga 8 jam setelah lahir dan biasanya hilang sebelum 24 jam atau minggu berikutnya. Gejala yang ditemukan antara lain:

  • Adanya fluktuasi atau pelunakan pada daerah kepala saat palpasi
  • Adanya pembengkakan yang terbatas tidak sampai melewati sutura
  • Lokasi pembengkakan menetap dan batas yang jelas
  • Kulit kepala tampak berwarna kemerahan akibat terisi darah
  • Benjolan dapat membesar hingga hari ketiga

Komplikasi Cephalohematoma

Cephalohematoma dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak diperhatikan dengan segera meskipun dapat hilang dengan sendirinya. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain: Infeksi, Ikterusm, dan Fraktur tulang tengkorak.

Perbedaan cephalohematoma dengan kaput suksedaneum adalah lain halnya dengan cephalohematoma, kaput suksedanum juga merupakan pembengkakan atau benjolan, tetapi ini terjadi akibat adanya penumpukan getah bening akibat tekanan pada bagian kepala saat jalan lahir. Pada kaput suksedaneum, pembengkakan dapat melewati sutura dengan batas yang tidak jelas. Benjolan akan menghilang perlahan selama 3 minggu.

Tatalaksana Cephalohematoma

Tatalaksana cepahlohematoma dapat dilakukan melalui konsultasi dokter sehingga ibu dapat mengenai tata cara terbaik pada bayi. Sebenarnya cephalohematoma tidak memerlukan penanganan khusus karena kondisi ini dapat menghilang sekitar 2 hingga 6 minggu bergantung ukuran benjolan. Intinya ibu perlu mengetahui perbedaan antara cepahlohematoma dan kaput suksedaneum melalui diagnosa dokter.

Cephalohematoma tanpa fraktur hanya perlu menunggu penurunan ukuran benjolan, pemberian vitamin K juga perlu. Pada daerah benjolan perlu dijaga higienitas dan kebersihannya guna mencegah infeksi berulang.

Apabila ditemukan adanya fraktur yang menimbulkan cephalohematoma, maka kondisi ini perlu ditangani di rumah sakit untuk mencegah komplikasi lebih serius. Pemeriksaan laboratorium seperti hematokrit, X-ray kepala, foto toraks, dan observasi ketat perlu dilakukan agar mencegah perburukan kondisi.

Selama penanganan tersebut dimohon kepada ibu untuk selalu menjaga kebersihan baik diri sendiri atau lingkungan agar mencegah infeksi pada bayi. Selama proses penyembuhan dianjurkan untuk konsultasi kembali ke dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan bayi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit