HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Cauliflower Ear - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 5, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Jul 28, 2019 Waktu baca: 3 menit

Jika anda bertanya bagian tubuh mana yang beresiko mengalami kerusakan akibat benturan dan trauma, maka jawabannya adalah telinga. Bahkan kerusakan ini beresiko terjadi dalam jangka panjang dan menyebabkan gangguan yang disebut Cauliflower Ear.

Apa itu Cauliflower Ear?

Pernahkan anda menghadiri pertandingan tinju atau gulat? Cobalah anda memperhatikan bagian telinga atlet maupun pemain gulat tersebut, maka anda akan melihat sesuatu yang berbeda. 

Cauliflower Ear sering juga disebut dengan Hematoma Perichondrial atau perdarahan perikonrial depan dimana kondisi kelainan telinga ini terjadi akibat trauma pada telinga.

Cauliflower Ear sendiri terjadi akibat terperangkapnya darah pada bagian pinna telinga akibat pukulan. Terperangkapnya darah ini menyebabkan terjadinya penumpukan keping darah, sehingga tekanan aliran darah disekitar telinga akan meningkat dan menyebabkan aliran darah juga terganggu. Akibatnya tulang rawan tak menerima suplai darah yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tulang rawan.

Jika terjadi, Caulifower Ear haruslah segera mendapat penanganan. Walaupun belum ditemukan pengobatan yang efektif untuk mengatasi Cauliflower Ear ini, penting sekali untuk mengetahui gejalanya agar segera dapat dilakukan pemeriksaan sedini mungkin.

Mengenai Cauliflower Ear

Gejala Cauliflower Ear

Cauliflower Ear dapat dideteksi sedini mungkin dengan memeriksa bagian telinga luar setelah mengalami benturan. Lihatlah telinga bagian luar melalui cermin,apakah ia mengalami memar dan bengkak? 

Adanya pembengkakan pada telinga bisa jadi merupakan tanda adanya darah yang terperangkap di dalam. Lihat juga apakah terjadi perubahan bentuk pada telinga?

Jika tidak segera mendapat penanganan, maka Cauliflower Ear dapat menyebabkan :

  • Bunyi berdering pada telinga
  • Menurunnya fungsi pendengaran
  • Munculnya sakit kepala
  • Kaburnya penglihatan

Sebuah studi yang dilakukan Asian Journal of Sports Medicine menemukan, bahwa pegulat lebih rentan terkena kondisi Cauliflower Ear ini, karena para atlet ini rawan sekali terkena benturan. 

Cauliflower Ear juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada telinga. Dengan mengenali tanda awalnya, anda dapat terhindar dari komplikasi lain yang dapat terjadi dan mencegah terjadinya kelainan bentuk telinga

Penyebab Cauliflower Ear

Cauliflower Ear terjadi akibat trauma yang terjadi langsung pada telinga. Telinga luar sendiri sebenarnya terdiri dari tulang rawan yang lunak dan tidak keras. 

Jika terluka, maka pembuluh darah yang memasok darah ke tulang rawan pada telinga bisa saja sobek, sehingga menyebabkan penumpukan darah di antara tulang rawan dan perichondrium yang berupa jaringan ikat di sekeliling tulang rawan yang berfungsi penting dalam sirkulasi darah dan nutrisi ke tulang rawan.

Setelah tulang rawan tidak mendapat suplai darah, maka terputus juga nutrisi yang seharusnya didapat oleh tulang rawan. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya infeksi dan matinya jaringan. Jaringan yang mati membuat terbentuknya fibrosa baru di sekitar area telinga, sehingga menciptakan tekstur layaknya bunga kol di sekitar telinga.

Siapa saja yang beresiko mengalami Cauliflower Ear?

Siapapun sebenarnya beresiko mengalami trauma pada telinga dan kepala, sehingga beresiko juga terjadi Cauliflower Ear, namun menurut Manis H. Shah MD, FACS seorang ahli bedah plastik bersertifikat, “Cauliflower lebih beresiko dialami oleh seseorang yang rentan mengalami trauma akibat olahraga tertentu, seperti tinju, MMA, Polo Air, dan gulat, hingga seseorang yang mengkonsumsi obat pengencer darah.

Pengobatan Cauliflower Ear

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kecacatan pada telinga, diantaranya:

Pengobatan sedini mungkin

Untuk pertolongan pertama, anda bisa mencoba mengompres bagian telinga yang cedera menggunakan es selama 15 menit. Es membantu mencegah terjadinya pembengkakan, sehingga Cauliflower Ear dapat dihindari. Selanjutnya segera dapatkan pertolongan medis.

Menangani Aliran Darah Yang Tersumbat

Aliran darah yang tersumbat harus diatasi dengan menghisap darah yang keluar, agar darah yang tersumbat dapat berkurang dan resiko infeksi juga dapat ditekan. 

Selain itu, untuk mengurangi darah yang tersumbat dokter akan membuat sayatan agar darah dapat keluar. Setelah itu, dokter akan membalut sayatan dan memberi antibiotik untuk mencegah infeksi.

Pembedahan atau Operasi

Pembedahan atau operasi korektif dapat dilakukan untuk mengembalikan bentuk telinga seperti semula. Pembedahan atau otoplasty dilakukan dengan mengambil bagian telinga yang rusak dan menyatukan telinga kembali. Dibutuhkan waktu 6 minggu hingga telinga benar-benar pulih.

Pencegahan Cauliflower Ear

Untuk mencegah munculnya Cauliflower Ear tentu saja anda harus menghindari penyebabnya, yaitu trauma. Untuk itu, diperlukan saat pelindung saat anda bertanding atau berlatih olahraga yang beresiko tinggi. Kenakan helm pelindung. Pelindung ini sangat penting, terutama bagi anak-anak. Cari pelindung kepala yang sekaligus memberi perlindungan pada kepala dan telinga.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Suzanne Falck, M.D., FACP, Cauliflower Ear (https://www.medicalnewstoday.com/articles/316220.php), 7 March 2017.
Alana Biggers, MD, Cauliflower Ear (https://www.healthline.com/health/cauliflower-ear), 1 June 2017.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app