7 Tips Sukses Diet Saat Puasa Ramadan

Dipublish tanggal: Mar 26, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
7 Tips Sukses Diet Saat Puasa Ramadan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Makan pelan-pelan dapat membantu menyukseskan usaha Anda diet saat puasa, sebab otak akan lebih mudah menangkap sinyal kenyang setelah makan.
  • Perbanyak asupan serat dan protein saat sahur maupun berbuka, supaya perut kenyang lebih lama.
  • Selain mencegah dehidrasi, banyak minum air putih dapat membantu mengurangi nafsu makan dan membakar kalori tubuh.
  • Hindari makan gorengan saat berbuka puasa karena bisa membuat sistem pencernaan semakin lambat mencerna makanan.
  • Luangkan waktu untuk berolahraga ringan seperti jalan santai atau bersepeda setiap hari.
  • Kurang tidur bisa membuat nafsu makan meningkat. Pastikan Anda tidur cukup setiap malam minimal 7-8 jam.
  • Klik untuk mendapatkan obat diet ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Puasa Ramadan bisa menjadi momen yang tepat bagi Anda yang ingin diet untuk menurunkan berat badan. Selama berjam-jam berpuasa, Anda akan lebih fokus mengendalikan hasrat makan sampai waktu berbuka tiba. Namun, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan agar Anda sukses diet saat puasa. Apa saja?

Tips diet saat puasa Ramadhan

Ingin menurunkan berat badan dengan cara diet saat puasa? Berikut tipsnya:

1. Makan pelan-pelan

Kecepatan Anda mengunyah saat makan ternyata sangat berpengaruh terhadap berhasil atau tidaknya upaya diet saat puasa. Pasalnya, cepat-lambatnya Anda makan akan memengaruhi seberapa banyak jumlah makanan yang dikonsumsi.

Terlalu cepat makan cenderung membuat Anda lebih banyak makan, lalu nambah lagi dan lagi. Menurut penelitian dalam Journal of the American Dietetic Association, orang yang makannya cepat-cepat cenderung lebih mudah mengalami kenaikan berat badan daripada yang makannya pelan-pelan.

Sebab setelah selesai makan, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang. Dengan makan lebih lambat, ini akan memberikan kesempatan bagi otak untuk memahami bahwa Anda sudah kenyang, sehingga terhindar dari kalap makan - baik saat sahur maupun berbuka.

2. Perbanyak asupan protein saat sahur

Bagi Anda yang ingin diet saat puasa, coba perbanyak asupan protein ke dalam menu sahur Anda. Selain membantu menambah energi, protein juga dapat menyeimbangkan hormon pengatur rasa lapar dan kenyang.

Dalam penelitian yang dimuat oleh American Society for Clinical Nutrition tahun 2005, menambah asupan protein sebanyak 15-30% dapat mengurangi sekitar 44 kalori per hari tanpa harus membatasi makan.

Terlebih jika Anda memilih telur untuk menu sahur, ini akan membantu Anda kenyang lebih lama. Alhasil, Anda pun jadi tidak gampang lapar meski sedang berpuasa.

Baca Juga: Alergi Telur? Cobalah 5 Makanan Pengganti Telur yang Kaya Protein

3. Konsumsi makanan berserat saat sahur maupun berbuka

Selain memperbanyak asupan protein, jangan lupa lengkapi juga dengan makanan berserat seperti sayur, buah, kacang-kacangan, atau roti gandum. Serat akan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dalam perut, sehingga Anda bisa menahan diri dari kalap makan.

Selain itu, konsumsi makanan kaya serat juga dapat membantu melindungi Anda dari berbagai macam penyakit. Mulai dari diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

4. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Salah satu kunci penting untuk sukses diet saat puasa Ramadan adalah memastikan cairan tubuh Anda setiap hari. Selain untuk mencegah dehidrasi, minum air putih dapat membantu menurunkan berat badan.

Bahkan, air putih juga dapat meningkatkan pembakaran kalori dalam tubuh, lho! Studi juga menunjukkan bahwa minum air putih sebelum makan dapat mengurangi nafsu makan.

Baca Juga: 5 Tips Agar Tidak Mudah Haus Saat Puasa

5. Hindari junk food dan gorengan

Meski rasanya tidak lengkap jika berbuka puasa tanpa gorengan, sebaiknya hindari dulu makanan ini jika Anda ingin menurunkan berat badan saat puasa. Hal yang sama juga berlaku untuk  junk food favorit Anda.

Tak hanya bisa bikin perut tidak nyaman, kebanyakan makan gorengan justru bisa meningkatkan asupan kalori dalam tubuh. Semakin banyak makan gorengan, sistem pencernaan Anda akan semakin lambat mencerna makanan. 

Bukannya kenyang, Anda malah akan terus-menerus lapar dan menambah jumlah gorengan sampai kenyang. Hal ini tentu saja bisa menggagalkan cara diet saat Ramadhan yang mati-matian Anda lakukan.

6. Rutin berolahraga

Menjalani ibadah puasa bukan berarti menghalangi Anda untuk berolahraga, lho! Justru, olahraga bisa membantu menyukseskan usaha diet saat puasa dengan cepat dan sehat.

Olahraga saat puasa bisa membantu membakar kalori lebih banyak. Namun ingat, jangan memaksakan diri untuk berolahraga terlalu keras, ya.

Cukup pilih olahraga yang ringan-ringan saja, seperti jalan-jalan atau bersepeda. Yang terpenting, lakukan secara rutin setiap hari agar diet Anda berhasil.

7. Tidur cukup

Cara diet saat Ramadhan tak hanya berkutat soal pemilihan makanan yang tepat, tapi juga cukup atau tidaknya jam tidur Anda setiap hari.

Secara umum, jam tidur memang akan berkurang karena Anda harus bangun lebih pagi untuk makan sahur. Namun, sebisa mungkin usahakan untuk tetap tidur cukup minimal 7-8 jam setiap malam.

Kurang tidur dapat mengganggu pengaturan hormon nafsu makan. Akibatnya, saat kurang tidur, nafsu makan Anda cenderung akan meningkat. Asupan kalori pun jadi lebih banyak dan membuat berat badan Anda naik.

Untuk menyiasatinya, tidurlah lebih awal setelah Anda selesai salat tarawih. Dengan begitu, Anda bisa bangun saat sahur tanpa mengurangi jam tidur Anda.

Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Berat Badan Saat Puasa, Tapi Tetap Sehat

Nah, berbagai cara di atas bisa membantu Anda diet saat puasa Ramadhan. Yang terpenting, jangan hanya fokus ke usaha diet dan melupakan niat utama Anda berpuasa, ya!


7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
American Society for Clinical Nutrition. A high-protein diet induces sustained reductions in appetite, ad libitum caloric intake, and body weight despite compensatory changes in diurnal plasma leptin and ghrelin concentrations. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16002798). Juli 2005.
Journal of the American Dietetic Association. Faster self-reported speed of eating is related to higher body mass index in a nationwide survey of middle-aged women. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21802566). Agustus 2011.
Harvard Health Publishing. Which foods don't belong in a healthy diet? (https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/which-foods-dont-belong-in-a-healthy-diet).

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app