Cara Ampuh Mencegah Mata Minus Pada Anak

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 7 menit
Cara Ampuh Mencegah Mata Minus Pada Anak

Dari masa ke masa, tak dapat dipungkiri kalau risiko rabun jauh pada anak semakin meningkat saja. Apalagi selama beberapa tahun terakhir, majunya teknologi membuat gadget tak hanya ada dalam genggaman orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak. Karena itu, mencegah mata minus pada anak sangat penting agar hari esok anak dapat lebih baik dengan mata yang sehat.

Menurunnya kualitas daya lihat anak ini tentunya membuat kebanyakan orang tua jadi khawatir. Oleh karena itu, setiap orang tua hendaknya tahu bagaimana cara mencegah dan mengatasi mata minus atau rabun jauh pada anak ini. Untungnya ada beberapa metode yang bisa digunakan oleh orang tua untuk menjaga kesehatan mata putra putrinya seperti akan kita bahas berikut. Metode ini juga cukup sederhana dan tanpa menggunakan obat-obatan khusus. Namun sebelum itu mari kita bahas, apa sebenarnya mata minus atau rabun jauh itu.

Apa itu Rabun Jauh?

Gampangnya, rabun jauh merupakan gangguan mekanisme mata yang membuat penderitanya hanya bisa melihat jelas obyek yang letaknya dekat saja. Sedangkan obyek jauh jadi terlihat kabur atau tidak jelas. Inilah yang menjadi ciri utama dari rabun jauh itu.

Anak-anak yang menderita mata minus atau miopi rata-rata mengalami kesulitan bila diminta membaca atau mengenali obyek yang letaknya agak jauh. Selain itu, ciri rabun jauh lainnya adalah mereka jadi sering berkedip, mengalami sakit kepala, dan mengeluh matanya sakit serta lelah. Lebih lanjut, pelajari disini: 11 Ciri-ciri dan Gejala Mata Minus pada Anak dan Dewasa

Apa Penyebab Mata Minus pada Anak?

Sebenarnya penyebab utama rabun jauh itu masih belum diketahui. Tapi melalui berbagai riset, para ahli mendapati bahwa setidaknya ada 2 penyebab utama rabun jauh. Pertama karena genetik/ faktor keturunan, dan yang kedua karena kebiasaan buruk.

Aktivitas tertentu seperti sering melihat obyek berukuran kecil, membaca buku, menatap layar HP atau komputer dapat menyebabkan miopi, terkhususnya kalau itu dilakukan terus-menerus dalam ruangan yang minim pencahayaan. Di samping itu, orang tua juga harus memperhatikan beberapa kondisi yang meningkatkan risiko miopi berikut ini:

  • Anak-anak (terutama umur 7-9 dan 12-14 tahun) yang tidur tidak teratur memiliki risiko terkena rabun jauh lebih besar, apalagi jika alasan kurang tidurnya tadi dikarenakan belajar terlalu keras.
  • Anak yang lahir dengan bobot rendah, di bawah 2,5 kg, juga cenderung lebih mudah terkena miopi ketika usia mereka mendekati remaja.
  • Anak-anak yang suka menonton TV dari jarak dekat (kurang dari 3 meter) selama lebih dari 2 jam sehari juga memiliki kecenderungan lebih mudah mengalami rabun jauh.
  • Duduk dalam posisi yang salah juga bisa menyebabkan anak menderita rabun jauh.

Jadi, Bagaimana Caranya Mencegah Mata Minus pada Anak?

Sama seperti anggota tubuh lainnya, mata juga perlu dijaga kesehatan dan kebersihannya. Sebab jika mata stres, maka itu bisa memicu munculnya gangguan mata miopi dengan mudah. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah anak terkena mata minus:

1. Berikan Kesempatan agar Mata dapat Beristirahat

Ajarkan pada anak untuk mengistirahatkan matanya selama ia belajar. Misalnya, setelah membaca dan menulis selama 20 menit, maka ajari dia untuk menatap ke obyek yang letaknya jauh selama 1-2 menit. Anak juga dapat mengistirahatkan indera penglihatannya dengan cara menutup mata selama 30-60 detik. Kalau sensasi buramnya masih ada, maka waktu istirahatnya bisa dibuat lebih lama.

Mata juga tak seharusnya dipaksa bekerja terus-menerus selama lebih dari 45 menit tanpa istirahat. Ingatlah bahwa mereka masih anak-anak yang juga perlu istirahat, bermain, dan berolahraga di sela-sela waktu belajar. Untuk merilekskan mata, larang anak membaca komik atau bermain game di waktu istirahatnya. Dorong mereka untuk merilekskan matanya dengan memandang obyek-obyek jauh atau bermain di tempat terbuka.

Selain itu, anak juga perlu diajari cara mengontrol kedipannya. Walau berkedip merupakan gerakan refleks, namun aktivitas ini sangat penting karena dapat menyalurkan air mata ke seluruh bagian mata, membuat indera penglihatan lebih rileks, dan mengurangi ketegangannya.

2. Ajak Ia Melakukan Olahraga Mata

Melatih otot mata merupakan salah satu cara mencegah mata minus pada anak paling efektif yang perlu diajarkan pada buah hati Anda. Berikut ini beberapa panduan sederhananya:

  • Dalam posisi duduk atau berbaring, gosokkan kedua telapak tangan Anda hingga hangat lalu letakkan itu di atas mata anak yang sedang tertutup. Tekan bola matanya perlahan saja. Setelah itu, gosok lembut kelopak mata anak selama 5-10 menit. Dengan begitu rasa sakit di mata mereka akan berkurang.
  • Minta anak untuk merilekskan tubuhnya selama 4-5 detik, lalu buka mata, tahan 4-5 detik, dan tutup kedua mata. Bimbing anak saat melakukan olahraga mata ini selama 3-5 menit. Setelahnya mata anak akan berkurang stresnya.
  • Lanjutkan dengan memijat mata anak searah jarum jam selama 1 menit, lalu arah sebaliknya. Lakukan selama beberapa menit agar mata tak lagi terasa lelah.

Jika dilakukan secara rutin, olahraga mata tak hanya dapat mencegah mata minus, tapi juga meningkatkan kesehatan indera penglihatan secara keseluruhan. Selain latihan singkat tadi, ada juga beberapa olahraga mata yang dapat Anda lakukan bersama anak-anak, yaitu:

  • Berkedip – dapat mencegah mata kering (penyebab pandangan kabur), sakit kepala, dan mata tegang. Biasanya mata paling jarang berkedip saat menonton TV atau layar komputer/ HP. Kalau anak mengeluh matanya capek, minta ia berkedip setiap 3-4 detik sekali selama 2 menit ke depan.
  • Fokus – dalam posisi duduk atau berdiri di depan tembok kosong, ajar anak untuk memfokuskan pandangannya pada jempolnya yang terletak sekitar 25 cm di depan wajahnya. Selanjutnya, minta ia memfokuskan pandangan pada obyek lain yang letaknya 3-6 meter di depan tanpa menggerakkan kepala. Tatap obyek jauh itu selama 15-20 detik. Setelah itu, minta ia menatap jempolnya lagi.
  • Menulis angka 8 – jika perlu Anda bisa menulis angka 8 raksasa di lantai. Lalu minta anak menjiplaknya dengan menulis ulang angka tersebut menggunakan matanya. Bimbing ia untuk melakukannya secara perlahan dari jarak beberapa meter.
  • Melirik – minta anak duduk dalam posisi yang nyaman dengan pandangan lurus ke depan. Setelah itu, ambil benda tertentu, minta anak untuk menatap benda tersebut tanpa menggerakkan kepalanya sedikitpun. Pertama-tama, bawa benda tersebut ke sisi kirinya lalu perlahan ke kanan, lakukan selama beberapa kali. Selanjutnya, bawa benda tadi ke bawah lalu ke atas, ulangi beberapa kali. Dan terakhir, bawa benda itu tepat di hadapannya, lalu ke bawah, kiri, atas, dan kanan. Minta anak fokus pada benda yang Anda gerakkan tadi.

3. Perhatikan Kualitas Pencahayaan dalam Ruangan

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah mata minus pada anak adalah dengan memasang pencahayaan yang pas untuk ruang belajar dan bekerja. Tak peduli siang atau malam, pastikan buah hati belajar dalam ruangan yang cukup pencahayaan. Namun jaga juga agar cahayanya tidak terlalu terang (atau sebaliknya terlalu redup) supaya mata tidak gampang lelah.

Dan jangan biarkan anak menulis atau membaca dalam waktu yang terlalu lama tanpa jeda. Anda sebaiknya juga tidak membiarkan mereka menonton TV lebih dari 2-3 jam.

4. Jaga Jarak Mata dengan Buku

Cara lain untuk mencegah mata minus pada anak adalah dengan menjaga jarak aman matanya dengan buku. Jarak ideal antara mata dengan buku untuk anak usia SMA adalah 30-40 cm. Untuk anak yang usianya lebih muda, maka jarak 25 cm masih bisa ditolerir. Jangan biarkan anak membaca atau menulis dengan posisi mata terlalu dekat dengan buku karena selain membuat matanya lelah, hal ini juga dapat meningkatkan risiko rabun jauh. Kalau anak banyak belajar menggunakan komputer, maka matanya harus berjarak 60 cm dari layar.

5. Postur Tubuh

Saat belajar, ajari buah hati untuk duduk tegak dengan leher lurus (tidak menunduk atau mendongak) karena ini bisa mencegah kelelahan dan skoliosis. Pastikan juga anak tidak membaca sambil tiduran karena posisi ini bisa memicu masalah pada mata. Jangan pula membiarkan anak membaca buku dalam kereta api atau mobil karena pemandangan lingkungan luar yang berubah terus-menerus bisa membahayakan penglihatannya.

6. Saat Menonton TV

Cara mencegah mata minus pada anak berikutnya adalah dengan membatasi waktu anak untuk menonton TV, cukup 1 jam saja per harinya. Untuk menghindari efek bias, Anda juga bisa minta anak mengenakan kacamata antiradiasi saat menonton TV atau layar komputer.

Posisikan TV jauh dari sofa atau ranjang sedikitnya 2 meter, dan Anda juga harus mengimbau anak untuk duduk jauh dari layar komputer (sekitar 50-60 cm). Untuk komputernya, selain tingkat cahaya layarnya yang harus pas (tak terlalu gelap atau terang), Anda juga bisa memasang lapisan antiradiasi pada layarnya. Pastikan pula meja yang mereka pakai untuk belajar juga sesuai dengan postur mereka saat duduk.

7. Pentingnya Gizi

Sehat-tidaknya makanan yang dikonsumsi anak turut menentukan apakah Anda bisa mencegah mereka terkena miopi atau tidak. Agar mata tetap sehat, anak butuh asupan vitamin A, E, C, dan beragam mineral. Semua itu bisa diperoleh dari sayuran, buah-buahan, daging, ikan, dan telur. Oleh sebab itu, selalu sediakan makanan bergizi untuk buah hati tercinta.

Bicara soal makanan, ada hal menarik yang berhasil ditemukan oleh para ilmuwan dari Amerika Serikat dan Australia. Hasil studi yang mereka lakukan mendapati kalau makan terlalu banyak roti saat muda bisa menyebabkan miopi.

Alasannya karena tepung yang dipakai untuk membuat roti dan sereal dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah sehingga menyebabkan bola mata tumbuh lebih panjang dari ukuran normal. Kalau ini sampai terjadi, maka rabun jauh pasti jadi dampaknya.

Selain itu, anak yang obesitas atau diabetes juga memiliki kemungkinan lebih besar menderita rabun jauh. Penyebabnya sama dengan kasus roti di atas tadi, yakni kadar insulin dalam darah yang cenderung tinggi.

Sebaliknya, sindrom miopi justru didapati berkembang lebih lambat pada anak yang suka makan sumber protein.

Baca juga: Obat Tetes untuk Mata Minus yang Terbukti Ampuh.

8. Periksakan Mata Anak Secara Teratur

Bukan hanya gigi saja yang mesti dicek rutin oleh dokter, mata anak juga. Setiap anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata sedikitnya sekali setahun untuk mengetahui kondisinya. Kalau Anda menduga anak terkena rabun jauh, maka jangan tunda lagi untuk memeriksakan matanya ke dokter. Waktu terbaik untuk periksa adalah saat pagi hari yaitu sebelum jam masuk sekolah.

9. Belikan Anak Sunglasses

Tips terakhir yang dapat dilakukan untuk mencegah mata minus pada anak adalah dengan membelikannya sunglasses. Kacamata hitam bukan sekedar aksesori penunjang penampilan belaka, namun ada fungsi penting di balik lensanya yang berwarna gelap ini.

Sunglasses yang berkualitas bisa melindungi mata dari jahatnya sinar UV dan cahaya yang menyilaukan. Karena mata anak masih sensitif, maka ada baiknya kacamata hitam ini dipakai secara teratur setiap kali ia keluar rumah, baik saat cuaca panas maupun dingin.

Soal kacamatanya, jangan pilih yang kualitasnya abal-abal. Belilah yang memang dapat memberikan perlindungan 100% pada mata karena dari semua deretan sinar mejikuhibiniu, sinar warna biru dan ungulah yang paling berbahaya untuk mata. Dan biasanya kacamata berlensa kuning sawo, kuning oranye, dan coklatlah yang efektif menangkal kedua sinar berbahaya tersebut.

Ya itulah tadi beberapa cara mencegah mata minus pada anak yang bisa Anda terapkan dan ajarkan. Semoga berhasil.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Nearsightedness or Myopia in Children. WebMD. (https://www.webmd.com/eye-health/myopia-nearsightedness-children#1)
Children's myopia: prevention and the role of school programmes. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5646583/)
Myopia control: Is there a cure for nearsightedness?. All About Vision. (https://www.allaboutvision.com/parents/myopia.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app