Bounding Pulse - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 12, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 103.324 orang

Bounding pulse merupakan suatu kondisi dimana denyut nadi Anda berdenyut sekuat detak jantung Anda. Nadi Anda mungkin akan terasa berdenyut lebih kuat jika Anda mengalami bounding pulse

Dokter Anda mungkin menyebut bounding pulse sebagai tanda dari palpitasi jantung, yang merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan denyut jantung yang tidak normal.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Penyebab dari Bounding Pulse

Dalam kebanyakan kasus, penyebab dari bounding pulse masih tidak diketahui. Di sisi lain, ketika penyebabnya ditemukan, biasanya bukanlah suatu kondisi yang parah atau mengancam jiwa. 

Tetapi terkadang, denyut nadi yang meningkat dapat menunjukkan suatu masalah kesehatan serius yang memerlukan perhatian medis.

  • Kecemasan: Kecemasan adalah respon alami tubuh Anda terhadap stres. Keadaan ini adalah suatu perasaan takut dan khawatir tentang apa yang akan terjadi.
  • Stres dan kecemasan: Stres dan kecemasan adalah kondisi yang normal dalam kehidupan, tetapi pada beberapa orang, kondisi ini dapat menjadi suatu masalah yang besar.
  • Kehamilan: Pendarahan atau bercak, peningkatan kebutuhan untuk buang air kecil, payudara yang lembek, kelelahan, mual, dan menstruasi yang terlewat adalah tanda-tanda dari kehamilan.
  • Demam: Demam juga dikenal sebagai hipertermia, atau peningkatan suhu. Keadaan ini menggambarkan suhu tubuh yang lebih tinggi dari biasanya.
  • Gagal jantung: Gagal jantung ditandai oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa pasokan darah yang cukup.
  • Anemia: Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang sehat dalam tubuh Anda terlalu rendah. Sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
  • Irama jantung yang tidak normal: Irama jantung yang tidak normal adalah kondisi ketika jantung Anda berdetak terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur. Kondisi ini juga biasanya disebut aritmia.
  • Hipertiroidisme: Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang dapat mengontrol sel-sel untuk menggunakan energi. Hipertiroid terjadi ketika tubuh memproduksi hormon tiroid dengan jumlah yang berlebih.
  • Hipertensi: Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering dikaitkan dengan sedikit gejala atau tanpa gejala. Kebanyakan orang mengalaminya selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya.
  • Insufisiensi katup aorta: insufisiensi katup aorta biasa juga disebut dengan insufisiensi aorta atau regurgitasi aorta. Kondisi ini muncul ketika katup aorta yang rusak.
  • Penyakit jantung hipertensi: Penyakit jantung hipertensi mengacu pada kondisi jantung yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.
  • Fibrilasi dan flutter atrium: Fibrilasi dan flutter atrium adalah irama jantung yang tidak teratur yang terjadi ketika bilik atas jantung berdetak tidak teratur atau terlalu cepat.
  • Gagal jantung kongestif: Gagal jantung kongestif (CHF) adalah kondisi kronis yang mempengaruhi ruang jantung Anda.
  • Toksisitas digitalis: Toksisitas digitalis terjadi ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak obat digitalis, obat yang biasa digunakan untuk mengobati beberapa kondisi jantung.

Bagaimana mengetahui terjadinya Bounding Pulse?

Saat bounding pulse terjadi, Anda mungkin akan merasa jantung Anda berdetak lebih cepat dari biasanya. Anda mungkin juga dapat merasakan denyut nadi yang kuat di arteri leher atau di tenggorokan Anda. Kadang-kadang denyut nadi yang kuat juga dapat membuat kulit Anda terlihat bergerak.

Mungkin Anda juga akan merasa seperti jantung Anda berdetak tidak teratur atau jantungnya Anda berdetak lebih kencang, dan lebih kuat.

Apakah saya perlu ke dokter untuk memeriksa Bounding Pulse?

Pada kebanyakan kasus bounding pulse dapat muncul dan hilang dalam beberapa detik dan bukan merupakan suatu kondisi yang perlu dikhawatirkan. 

Namun, konsultasikan ke dokter Anda sesegera mungkin jika Anda memiliki riwayat masalah gangguan jantung, seperti penyakit jantung, dan juga memiliki bounding pulse.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut bersamaan dengan terjadinya bounding pulse, segera dapatkan pengobatan medis, karena kondisi tersebut bisa menjadi pertanda dari suatu masalah yang serius, seperti serangan jantung:

  • Pusing
  • Kebingungan
  • Berkeringat yang abnormal
  • Pusing
  • Sulit bernafas
  • Pingsan
  • Sesak, stress, atau sakit di leher, rahang, lengan, dada, atau punggung bagian atas.

Mendiagnosis dan mengobati gejala Anda

Cobalah untuk melacak kapan bounding pulse Anda terjadi dan apa yang Anda lakukan ketika kondisi tersebut terjadi. Penting juga untuk mengetahui riwayat medis keluarga Anda. Informasi ini akan membantu dokter Anda untuk mendiagnosis segala kondisi yang mungkin menyebabkan gejala-gejala Anda.

Dokter Anda akan membahas riwayat medis Anda untuk mengetahui apakah Anda memiliki riwayat pribadi atau keluarga dengan masalah jantung, penyakit tiroid, atau stres dan kecemasan. 

Dokter Anda juga akan mencari bila terdapat kelenjar tiroid yang bengkak, yang merupakan tanda dari hipertiroidisme. Dokter dapat melakukan pemeriksaan seperti rontgen dada atau elektrokardiogram untuk menyingkirkan aritmia. 

Elektrokardiogram yang menggunakan pulse listrik untuk memicu detak jantung Anda. Pemeriksaan ini akan membantu dokter Anda untuk menemukan kelainan dalam irama jantung Anda.

Kecuali jika bounding pulse Anda disebabkan oleh kondisi seperti aritmia atau hipertiroidisme, pengobatan medis biasanya tidak diperlukan. Namun, jika kelebihan berat badan yang menjadi penyebab masalah tersebut, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk menurunkan berat badan dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan lebih aktif.

Jika setelah pemeriksaan ternyata tidak terdapat masalah pada kesehatan Anda, dokter Anda mungkin hanya akan merekomendasikan cara untuk mengurangi gejala yang dapat memicu detak jantung yang tidak normal, seperti stres atau terlalu banyak mengkonsumsi kafein.

Apa yang dapat saya lakukan untuk menghentikan gejala tersebut agar tidak muncul kembali?

Jika bounding pulse Anda disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti hipertiroidisme atau aritmia, pastikan untuk mengikuti aturan-aturan yang telah direkomendasikan oleh dokter Anda termasuk mengkonsumsi obat-obatan yang telah dokter resepkan.

Jika Anda mengalami kelebihan berat badan dan disertai dengan bounding pulse, cobalah untuk mencari cara sehat untuk menurunkan berat badan dan mendapatkan tubuh yang bugar. 

The Mayo Clinic menyarankan beberapa cara yang menyenangkan dan mudah untuk melatih kebugaran dalam kehidupan sehari-hari Anda, seperti:

  • Mengajak anjing Anda atau anjing tetangga berjalan-jalan
  • Berolahraga angkat beban, treadmill, atau mengendarai sepeda
  • Melakukan aktivitas tugas-tugas seperti mengepel lantai, menggosok bak mandi, memotong rumput dengan mesin pemotong rumput, menyapu daun, dan berkebun
  • Melakukan aktivitas bersama keluarga Anda seperti naik sepeda bersama, bermain , berjalan, atau berlari bersama.

Jika stres dan kecemasan yang menjadi penyebabnya, lakukanlah langkah-langkah untuk mengurangi stress dengan melakukan beberapa hal seperti:

  • Lebih banyak tertawa: menonton komedi atau membaca buku lucu
  • Bersosialisasi dengan teman dan keluarga: buat rencana untuk bertemu untuk makan malam atau minum kopi
  • Melakukan aktivitas di luar rumah: berjalan-jalan atau naik sepeda
  • Meditasi
  • Tidur yang cukup
  • Membuat jadwal aktivitas harian

Setelah dokter Anda menentukan bahwa Anda tidak memiliki penyebab serius yang mendasari masalah jantung berdebar Anda, cobalah untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Khawatir tentang detak jantung yang tidak teratur hanya akan menambah stres Anda.

Membatasi konsumsi alkohol dan kafein juga dapat membantu menjaga denyut nadi Anda. Beberapa suplemen herbal, obat-obatan, dan bahkan asap rokok dapat bertindak sebagai stimulan dan harus Anda dihindari. 

Bicaralah dengan dokter Anda tentang obat-obatan yang Anda konsumsi yang dapat memicu terjadinya bounding pulse dan pilihan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan alternatif. Lakukanlah yang terbaik untuk menghindari potensi munculnya bounding pulse.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit