Berbagai Macam Sakit Perut - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 921.547 orang

Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti pernah mengalami sakit perut. Sakit perut dapat dirasakan oleh semua kelompok umur dan berlangsung tiba-tiba dengan intensitas yang beragam.

Gejala sakit perut tentu merupakan awal dari munculnya suatu penyakit. Cara mengatasi sakit perut tentu berbeda-beda melihat lokasi dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Untuk mengenal lebih dalam, mari kita simak apa saja macam-macam sakit perut dan bagaimana cara mengatasinya.

Secara anatomis, bagian perut atau abdomen dibagi menjadi 2 pembagian yaitu kuadran dan regio. Manfaat pembagian daerah perut ini berfungsi untuk membagikan wilayah organ di dalam perut sehingga dokter dapat mudah mengetahui organ mana yang menjadi sumber penyebab sakit perut.

Pada pembagian kuadran, perut dibagi menjadi 4 beserta organ di dalamnya  antara lain:

  • Kuadran kanan atas
    Esofagus, hati, kantung empedu, dan paru-paru.

  • Kuadran kiri atas
    Lambung, jantung, paru-paru, pankreas.

  • Kuadran kanan bawah
    Usus kecil, usus besar, ginjal, kandung kemih, rektum, anus.

  • Kuadran bawah
    Usus kecil, usus besar, ginjal.

Pada pembagian regio, perut dibagi menjadi 9 bagian antara lain:

  • Regio hipokondriaka kanan
  • Regio epigastrik
  • Regio hipokondriaka kiri
  • Regio abdominal lateral kanan
  • Regio umbilikal
  • Regio abdominal lateral kiri
  • Regio inguinalis kanan
  • Regio inguinalis kiri
  • Regio pubis

Macam-macam Sakit Perut

Gejala sakit perut muncul mendadak baik pada pagi, siang, atau malam hari. Intensitas dan jenis sakit perut pun dapat berbeda berdasarkan letak dan aktivitas yang kita lakukan sebelum atau sesaat sakit perut itu timbul. Beberapa macam sakit perut yang paling sering dialami dan cara mengatasi adalah sebagai berikut:

  • Sakit ulu hati
    Sakit pada ulu hati sering dialami beberapa orang terutama yang memiliki masalah lambung, sering telat makan, pola makan tidak teratur, merokok, mengonsumsi kopi, dan stres.

    Sakit ulu hati berlokasi di perut atas tengah hingga kekiri dengan intensitas ringan hingga berat. Sakitnya seperti tertusuk-tusuk atau ditekan. Tidak jarang kondisi seperti ini semakin diperberat dengan perubahan posisi. Untuk menangani sakit ulu hati, dapat diberikan obat Proton pump Inhibitor (PPI).

    Obat ini bermanfaat untuk mengurangi sekresi asam lambung yang menyebabkan sakit pada ulu hati. Contoh obat PPI yaitu omeprazole, lansoprazol, dan pantoprazole.

    Obat lain seperti anti histamin-2 Bloker (H2 Blocker) bermanfaat membantu proses penyembuhan luka di lambung. Contoh obat H2 bloker yaitu ranitidine dan famotidine.

  • Kembung Perut
    Perut yang kembung juga dapat memicu sakit perut. Perut yang kembung akan terasa penuh, keras, terlihat besar dan penuh dengan gas. Sebenarnya perut kembung lebih cenderung menyebabkan adanya gas di permukaan perut dalam, bukan organ pada perut.

    Kondisi ini biasa disebabkan kebiasaan makan yang terlalu cepat, merokok, konsumsi soda dan alkohol yang berlebih, dan penyakit giardiasis. Pada bayi muda biasa disebabkan karena intoleransi laktosa.      

    Menangani perut kembung tidaklah sulit. Memperbaiki kebiasaan hidup yang buruk seperti makan yang teratur, mengurangi minuman soda dan alkohol, berhenti merokok, dna memilih produk susu yang tidak mengandung laktosa pada bayi sudah cukup untuk menghindari perut kembung.

  • Nyeri menstruasi
    Nyeri saat menstruasi lebih terasa seperti adanya rasa perut yang kram, kaku, atau tertekan. Nyeri menstruasi biasanya terasa jelas perut bawah. Nyeri tergolong singkat namun hilang timbul. Perubahan hormon prostaglandin yang meningkat menyebabkan kontraksi pada rahim.

    Hal ini menyebabkan kontraksi nyeri yang berlebihan pada masa menstruasi. Untuk menangani masalah nyeri menstruasi dapat menggunakan kompres hangat disekitar perut bawah sambil berbaring sehingga otot-otot rahim dapat berelaksasi. Obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen, dan asetaminofen juga dapat digunakan.

  • Sembelit
    Sakit perut akibat konstipasi disebabkan oleh asupan serat harian yang kurang. Terjadi hambatan pada pembuangan tinja sehingga sulit buang air besar. Selain kurang serat, stres dan kurang minum juga menyebabkan sembelit.

    Sakit perut karena sembelit berlokasi pada perut tengah hingga perut bawah. Untuk mengatasi sembelit, biasakan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah-buahan. Jika sembelit menyerang, obat laksatif membantu mengeluarkan tinja.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

dokter beberapa bulan ini badan saya kok tidak bisa bergerak
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit