Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Batuk Rejan, Pertusis, atau Batuk 100 Hari

Update terakhir: OCT 13, 2019 Tinjau pada OCT 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.592.848 orang

Batuk Rejan, Pertusis, atau Batuk 100 Hari

Batuk rejan adalah istilah bahasa indonesia yang menggambar batuk berupa suara "rejan" dalam istilah medis ini disebut sebagai pertusis karena disesuaikan dengan penyebabnya yaitu bakteri Bordetella pertussis, B. parapertussis, B. bronchiseptica.

Batuk Pertusis juga dikenal dengan istilah batuk 100 hari, karena memang gejala batuk yang panjang dan butuh waktu yang lama untuk sembuh, walaupun tidak pas benar 100 hari. Masa inkubasi setelah anak terpapar bakteri tersebut antara 6-21 hari dengan rerata 7-10hari sebelum muncul demam atau gejala lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Batuk rejan adalah penyakit batuk akibat infeksi bakteri Bordetella pertussis yang mudah menyebar melalui batuk yang dapat menular ke segala usia. Bakteri penyebab pertusis (batuk rejan) tersebar melalui tetesan di udara (droplet)  ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Seseorang bisa juga tertular batuk 100 hari melalui kontak langsung dengan cairan dari hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi dengan berjabat tangan. Fakto r higienitas lingkungan penderita yang buruk dapat mempercepat penularan. Tidak mendapatkan vaksinasi DPT juga meningkatkan kemungkinan seseorang menderita penyakit ini.

Apa Saja Gejala Batuk Rejan?

Batuk rejan ditandai dengan suara yang khas yaitu suara yang melengking atau menggonggong. Pada saat batuk muka terlihat kemerahan, saking kuatnya batuk, kesulitan menarik nafas terjadi antara periode batuk, sehingga saat mengambil nafas timbul suara melengking, sehingga dalam bahasa Inggris batuk rejan biasa disebut dengan"whooping cough". Biasanya pada akhir batuk, penderita akan mengalami muntah.

Gejala batuk yang khas tersebut bisanya terjadi pada masa anak diatas 6 bulan. Pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, suara melengking jarang ditemukan. Gejalanya biasanya tidak spesifik, seperti, penurunan berat badan. Namun, bayi umur ini lah yang justru bisa mengalami komplikasi pertusis yang serius sehingga butuh perawatan di rumah sakit.

Pada orang dewasa, batuk pertusis biasanya hanya berupa batuk kering dengan nafas melengking. Batuk ini umumnya akan sembuh dalam 6-8 minggu, walaupun telah diobati dengan antibiotik. Namun demikian, pada sebagian kasus, batuk rejan bisa mencapai 3 bulan atau lebih, makanya pertusis ini sering disebut juga dengan batuk 100 hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Gejala pertusis muncul dalam 3 tahap. Pada 2 tahap pertama, merupakan periode yang sangat menular. Dijelaskan sebagai berikut:

Pertusis Tahap 1 - ( 1-2 minggu) Periode katarlis

Gejala mirip dengan flu biasa:

  • Ingusan
  • Bersin-bersin
  • Demam Ringan
  • Mata merah dan berair
  • Secara bertahap memburuk menjadi batuk yang menjengkelkan

Pertussis Tahap 2 (2-4 minggu atau lebih) Stadium Paroksimal atau Spasmodik

Gejala batuk rejan berupa:

  • Serangkaian batuk tanpa napas di antaranya (orang yang sakit bahkan mungkin berhenti bernapas sementara)
  • Batuk berupa teriakan bernada tinggi
  • Pada akhir batuk biasanya terjadi muntah
  • Kelelahan karena batuk yang begitu sering

Pada orang dewasa, gejala batuk rejan mungkin mirip dengan bronkitis. Bayi di bawah usia 6 bulan, anak-anak divaksinasi dan orang dewasa mungkin tidak berteriak keras, atau bahkan tidak  sama sekali.

Pertusis Tahap 3 Stadium Konvalesenses (selama 1-2 minggu)

  • Penderita tidak menular pada tahap ini. Selama ini, episode batuk secara bertahap terjadi lebih jarang, dan menjadi kurang parah.
  • Bahkan setelah pengobatan untuk membunuh bakteri, seseorang dapat terus batuk sebagai perbaikan tubuh terhadap kerusakan pada lapisan saluran pernapasan. Batuk mungkin lebih buruk di malam hari.
  • Penderita batuk 100 hari juga dapat mengembangkan infeksi pernafasan lain seperti pneumonia.

Apa Bahaya atau Komplikasi Batuk 100 Hari?

Menjadi hal terburuk apabila pertusis terjadi pada bayi dan anak-anak. Bayi berada pada risiko tertinggi terjadinya komplikasi yang paling serius.

Penyakit batuk rejan dapat menyebabkan:

  • Pneumonia (di lebih dari 1/20 anak)
  • Kejang
  • Kerusakan otak
  • Gizi kurang
  • Perdarahan
  • Hernia
  • Kematian

Pada seseorang yang memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh mungkin mengalami kesulitan memerangi infeksi. Komplikasi dapat berupa:

  • Penurunan berat badan karena muntah
  • Pneumonia
  • Masalah pernapasan yang parah
  • Patah tulang rusuk
  • Peningkatan nyeri angina

Bagimana Cara Mengobati Batuk Rejan?

Mungkin banyak yang bertanya apa obat batuk rejan atau batuk 100 hari, sebagai gambaran umum seperti berikut:

  • Pertusis dapat diobati dengan antibiotik golongan makrolid atau ampisilin.
  • Antibiotik berguna untuk meredakan periode infeksius dan mengurangi tingkat keparahan penyakit.
  • Minum antibiotik sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter dan pastikan Anda habiskan obat antibiotik yang diresepkan.
  • Jika efek samping dari obat yang menimbulkan masalah, hubungi dokter Anda segera.
  • Seseorang tidak lagi menular setelah mengambil antibiotik yang tepat selama 5 hari.
  • Tanpa antibiotik, orang tersebut menular selama 3 minggu dari awal gejala nya.
  • Disamping itu, diperluakan juga obat untuk mengurangi gejala batuknya.

Bagaimana Cara Mencegah Pertusis?

Pada akhirnya, pencegahan adalah hal yang paling penting. Untuk mencegah agar tidak terkena batuk 100 hari maka lakukanlah hal-hal berikut:

  • Hindari penularan dengan memutus mata rantai penyebaran infeksi
  • Vaksinasi! Bayi, remaja dan orang dewasa harus divaksinasi terhadap batuk rejan.
  • Untuk perlindungan penuh terhadap pertusis, bayi dan balita membutuhkan 4 dosis vaksin pertusis mulai usia 2 bulan (dikombinasikan dengan vaksin untuk melindungi terhadap penyakit anak lainnya seperti difteri, tetanus, polio dan Haemophilus influenzae B). Silahkan baca: Jadwal Imunisasi
  • Anak usia sekolah harus menerima dosis booster ketika mereka berusia 4 - 6 tahun. Remaja harus menerima booster pada usia 14 sampai 16 tahun.
  • Etika batuk yang baik
  • Nutrisi yang adekuat terutama pada anak
  • Higienitas yang baik , rajin mencuci tangan

Sekian, paparan singkat mengenai batuk rejan atau pertusis, semoga dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit