Batuk : Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Apr 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 442.619 orang

Batuk merupakan salah satu gejala utama yang paling sering terjadi terutama pada musim pancaroba. Iklim tropis membuat masyarakat di Indonesia sangat rentan pada suhu dingin dan penghujan. 

Gejala awal adalah muncul batuk yang disertai dengan pilek. Pada kondisi ringan ini hanya disebabkan perubahan cuaca yang memungkinkan tubuh sulit beradaptasi dengan lingkungan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Fisioterapi menjadi salah satu terapi medis yang dapat bekerja mengurangi gejal batuk, khususnya terjangkit pada anak-anak.

Apa yang menyebabkan Batuk

Dasar dari timbulnya gejala batuk adalah reflek pertahanan pada saluran napas untuk meghindari objek asing atau infeksi yang mulai menyerang dari saluran napas atas. 

Batuk dapat dirangsang oleh benda asing yang menyumbat jalur tenggorokan, penyumbatan akibat lendir, atau adanya infeksi yang menyebabkan peradangan pada paru-paru (TBC, asma, Bronkitis, pneumonia). 

Banyak kondisi yang menyebabkan timbulnya gejala batuk yang disesuaikan dari pemeriksaan fisik dan keluhan lain yang terjadi. Batuk sendiri juga dibedakan menjadi batuk kering dan batuk berdahak.

Fisioterapi Batuk

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Fisioterapi merupakan terapi tambahan yang disarankan banyak dokter untuk mempercepat penyembuhan suatu penyakit. Munculnya gejala batuk mempengaruhi organ pernapasan mulai dari tenggorokan hingga paru-paru. 

Fisioterapi menjadi alternatif lain selain obat-obatan yang membantu untuk melegakan kondisi tubuh.

Di luar negeri, fisioterapi untuk batuk lebih dikenal dengan Chest Physiotherapy (CPT), yang berfungsi untuk memobilisasi gejala batuk dan mengeluarkan lendir dari paru-paru dan saluran pernapasan.

Fisioterapi dada tidak boleh dilakukan pada anak dengan

  • Perdarahan di dada
  • Cedera kepala dan leher
  • Patah tulang dada
  • Paru-paru kolaps
  • Asma akut
  • Emboli paru
  • Perdarahan aktif
  • Cedera tulang belakang
  • Luka terbuka atau luka bakar pada dada

Kriteria Fisioterapi dada

Terapi ini memahami keluhan napas yang terjadi pada pasien, mulai dari adanya batuk, pilek, hingga sesak napas. Kriteria yang diperhatikan dalam pengobatan fisioterapi antara lain:

  • Riwayat Penyakit Riwayat penyakit sebelumnya juga harus diperhatikan mengingat beberapa penyakit perlu diselesaikan pengobatannya hingga tuntas contohnya pengobatan Tuberkulosis atau rawat inap akibat pneumonia)
  • Fungsi Organ Fungsi organ pernapasan juga perlu diperiksa dan juga dapat dilihat dari riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik saat ini.
  • Pemeriksaan fisik Pemeriksa fisik dilakukan untuk memberikan fokus terapi pada batuk yang diderita. Pemeriksaan fisik juga disertai adanya rekam pemeriksaan laboratorium atau pencitraan dari riwayat medis.

Teknik Fisioterapi

Teknik Perkusi

Teknik awal pada fisioterapi dada adalah dengan perkusi dada. Teknik ini juga sering disebut cupping.  Fungsinya untuk mengeluarkan lendir kental dari paru-paru. Metode ini dapat dilakukan untuk anak hingga usia 2 tahun. Perkusi dada dilakukan dengan mengetuk dada melihat respon tekanan dari ketukan rongga dada. 

Perkusi dilakukan pada beberapa bagian rongga dada selama 30 hingga 60 detik lakukan pada dada kanan dan kiri secara bergantian.

Teknik Vibrasi

Teknik vibrasi dilakukan dengan ritme kontraksi dan relaksasi otot-otot napas pada proses insipirasi dan ekspirasi udara ke paru-paru. Dengan vibrasi maka ini akan menurunkan reflek batuk dan dahak lebih mudah keluar.Teknik ini dilakukan sehari 5 kali.

Postural Drainage

Postural Drainage dengan memposisikan tubuh untuk mengeluarkan lendir dari bronkus dan trakea. Tubuh diposisikan sedikit menunduk mengikuti letak lendir yang menyumbat jalur napas. Anak dapat diletakkan secara tegak kepala dibawah atau dada dibawah.

Drainase dengan memposisikan tubuh dapat mengurangi reflek batuk pada anak akibat penyakit bronkiektasis.

Positive Expiratory Pressure (PEP)

Teknik ini membutuhkan alat yang menggunakan tekanan mekanis melalui mulut. Dengan mengekspirasi udara dengan tekanan ringan, maka akan terbentuk tekanan positif yang tercipta dan membantu udara tetap terbuka. 

Tekanan positif memberikan ruang aliran udara mencapai ke sumbatan lendir dan dapat memindahkannya ke saluran lebih besar sehingga mudah dikeluarkan. Teknik ini sering digunakan pada anak-anak lebih dari 4 tahun.

Flutter

Teknik flutter juga dikondisikan untuk gejala batuk berdahak terutama pada anak-anak bersamaan dengan teknik vibrasi sebelumnya. Ekshalasi dengan alat ini dapat mengeluarkan lendir yang menyebabkan batuk dan iritasi saluran napas.

Kesimpulan

Untuk menangani batuk, terapi dengat fisioterapi atau CPT memiliki manfaat untuk memecahkan mukus yang menyumbat jalur napas dan menyebabkan iritasi sehingga menimbulkan batuk

Terapi lain yang dilakukan pada penyakit asma yang disertai batuk adalah dengan teknik inhalasi (uap) yang langsung melalui hidung menuju ke paru-paru dengan menggunakan kompresor (nebulizer).

Setiap fisioterapi membutuhkan terapi sebanyak 5 hingga 10 kali terapi dalam satu kali pengobatan. Kesembuhan terapi juga didasari oleh kepatuhan akan pengobatan pasien dan keikutsertaan fisioterapi yang telah terjadwal sesuai penyakit yang diderita.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit