3 Bahaya Kopi Decaf Bagi Kesehatan

Dipublish tanggal: Jul 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
3 Bahaya Kopi Decaf Bagi Kesehatan

Decaffeinated coffee atau yang lebih dikenal dengan nama kopi decaf merupakan jenis kopi tanpa kafein atau kopi yang hanya mengandung sedikit kafein di dalamnya. Kopi tanpa kafein seperti kopi decaf ini dianggap lebih baik untuk mereka yang tidak terbiasa minum kopi atau mereka yang ingin membatasi jumlah kafein dalam tubuh. 

Baca selengkapnya: Mengenal Kopi Decaf, Kopi Tanpa Kafein

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Kopi decaf sendiri memiliki rasa dan aroma yang lebih ringan jika dibandingkan dengan kopi umumnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh jumlah kandungan kafein pada kopi decaf yang hanya sekitar 0-7 mg per cangkir.

Tak hanya pada kopi biasa, kopi decaf juga memiliki kandungan nutrisi seperti magnesium, kalsium, zat besi, kalium, natrium, dan vitamin B3 yang penting bagi tubuh. Tetapi meski kopi decaf dianggap lebih sehat dibandingkan kopi biasa, kopi decaf juga memiliki efek samping yang bisa saja memiliki dampak bahaya bagi kesehatan tubuh. Maka ada baiknya untuk mengetahui bahaya kopi decaf bagi kesehatan berikut.

Bahaya kopi decaf bagi kesehatan

Kopi sendiri dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama efek stimulan yang dimiliki untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah. Tetapi efek tersebut mungkin tidak berlaku untuk kopi decaf karena efek tersebut timbul akibat kandungan kafein di dalam kopi.

Efek kopi pada masing-masing orang bisa jadi berbeda, tetapi bagi ibu hamil dan menyusui yang ingin mengonsumsi kopi tetapi harus membatasi asupan kafein, kopi decaf mungkin dapat menjadi alternatif pilihan. Walaupun begitu, bagi ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda tidak bermasalah jika mengonsumsi kopi decaf.

Berikut ini efek samping atau bahaya yang mungkin timbul jika Anda mengonsumsi kopi decaf:

1. Meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung

Kopi decaf yang merupakan kopi tanpa kafein dianggap dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan cenderung meningkatkan kadar kolesterol LDL yang berdampak pada penyakit jantung, seperti serangan jantung dan gagal jantung.

2. Menyebabkan gangguan kesehatan tulang

Menurut penelitian, kopi tanpa kafein (kopi decaf) dapat mengganggu kepadatan tulang. Hal ini diakibatkan oleh tingginya tingkat keasaman dalam tubuh yang mengarah pada keseimbangan kalsium negatif dan penipisan kandungan mineral. Padahal mineral tulang memiliki efek alkali pada keasamaan metabolik kronis yang dapat menghindari Anda dari gangguan osteoporosis atau penyakit tulang lainnya.

3. Meningkatkan risiko rheumatoid arthritis (rematik)

Selain disebabkan oleh stres dan kurang tidur, ternyata mengonsumsi kopi decaf juga dapat meningkatkan risiko radang sendi atau rheumatoid arthritis (rematik). Rheumatoid arthritis sendiri merupakan salah satu jenis gangguan sendi yang dapat menyebabkan pembengkakan, rasa sakit, hingga kesulitan bergerak yang biasa dialami lebih banyak oleh wanita. 

Ketiga bahaya kopi decaf di atas memang perlu dipertimbangkan sebelum Anda minum kopi decaf, tetapi hal tersebut dapat Anda kendalikan dengan membatasi jumlah konsumsinya. 

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Benefits of Decaf Coffee and Tea, According to a Nutritionist. Health.com. (https://www.health.com/nutrition/decaf-coffee-and-tea-benefits)
Is decaf coffee bad for you? Caffeine content and health benefits. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/325502)
Decaf Coffee: Good or Bad?. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/decaf-coffee-good-or-bad)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app