Avelox: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 11, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 622.618 orang

Avelox adalah merek dagang zat moxifloxacin dan merupakan antibiotik generasi ke-4, termasuk golongan fluorokuinolon yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif dan gram positif.

Moksifloksasina (moxifloxacin) bekerja dengan cara menghambat dua tipe enzim II topoisomerase yaitu DNA Gyrase dan topoisomerase IV. topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. Dengan DNA yang tidak dipisahkan, proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. Sedangkan DNA gyrase bertanggungjawab untuk supercoil DNA sehingga akan cocok di dalam sel yang baru terbentuk.

Kombinasi dari dua mekanisme di atas akan membunuh bakteri sehingga moksifloksasina (moxifloxacin) digolongkan sebagai bakterisida.

Mengenai Avelox

Golongan

Obat keras

Kemasan  

  • Dos 1 x 5 kaplet 400 mg
  • Botol 250 ml infus

Kandungan

  • Moxifloxacin HCl setara moxifloxacin 400 mg / kaplet
  • Moxifloxacin HCl setara moxifloxacin 400 mg / botol infus

Manfaat Avelox

Avelox digunakan untuk infeksi :

  • Maksilaris sinusitis akut,
  • Eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronik,
  • Pneumonia komunitas,
  • Kulit dan struktur kulit yang kompleks, dan
  • Infeksi intraabdominal.

Efek samping Avelox

  • Efek samping Avelox diantaranya intoksikasi saluran cerna, perpanjangan pada pasien hipoglikemia, super infeksi candida, mual, muntah, nyeri saluran cerna dan perut, diare, peningkatan transaminase sementara, sakit kepala, pening.
  • Efek samping yang jarang namun serius yang dapat terjadi sebagai akibat dari terapi Avelox termasuk neuropati perifer ireversibel, tendonitis, hepatitis, efek kejiwaan (halusinasi, depresi), torsades de pointes, sindrom Stevens-Johnson dan clostridium difficile serta reaksi fotosensitifitas / fototoksisitas.

Dosis Avelox

Avelox diberikan dengan dosis : 

  • Eksaserbasi akut bronkitis kronik : dosis tunggal 400 mg selama 5-10 hari
  • Community pneumonia 10 hari
  • Sinusitis bakterial akut 7 hari

Interaksi Avelox

  • Avelox memiliki potensi untuk interaksi obat yang serius dengan obat anti inflamasi non steroid (NSAID)
  • Kombinasi kortikosteroid dan Avelox meningkatkan potensi terjadinya tendonitis dan kecacatan.
  • Antasida yang mengandung aluminium atau magnesium menghambat penyerapan Avelox
  • Obat yang memperpanjang interval QT (misalnya pimozide) kemungkinan memiliki efek aditif pada perpanjangan QT dan menyebabkan peningkatan risiko aritmia ventrikel

Perhatian

  • Hati-hati memberikan Avelox pada penderita kelainan sistem saraf pusat
  • Gangguan penglihatan
  • Inflamasi dan ruftura tendon
  • Defisiensi G6DP dan penderita gangguan hati berat
  • Avelox harus dihindari pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap Avelox atau antibiotik golongan kuinolon lainnya
  • Avelox juga kontra indikasi pada wanita hamil dan menyusui, anak dan remaja
  • Pasien dengan riwayat kelainan tendon akibat terapi kuinolon
  • Pasien dengan perpanjangan QT kongenital maupun dapatan
  • Gangguan elektrolit khususnya hipokalemia, bradikardia, gagal jantung dengan pengurangan fraksi ejeksi ventrikel kiri, riwayat aritmia asimtomatik

Toleransi terhadap kehamilan

Penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan moksifloksasina (moxifloxacin) memberikan efek buruk pada janin. Tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, tetapi jika manfaat potensial terhadap ibu lebih besar daripada risiko pada janin maka obat ini bisa diberikan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit