Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Argesid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 8, 2019 Tinjau pada DEC 8, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.036.301 orang

Argesid adalah merek dagang asam mefenamat dan merupakan derivat asam antranilat (atau fenamate) yang termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID).

Asam mefenamat (mefenamic acid) bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Mengenai Argesid

Golongan

Obat keras

Kemasan

Dos 10 x 10 kaplet 500 mg

Kandungan

Asam mefenamat (mefenamic acid) 500 mg / kaplet 

Manfaat Argesid

  • Argesid berguna untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang pada sakit gigi dan dapat digunakan setelah cabut gigi, sakit kepala, sakit telinga, nyeri otot, nyeri sendi, demam, nyeri setelah operasi, maupun nyeri haid
  • Ada bukti yang mendukung penggunaan Argesid untuk perimenstrual migraine headache prophylaxis, pengobatan dimulai 2 hari sebelum timbulnya menstruasi dan dilanjutkan selama terjadinya menstruasi (tetapi pemakaian tidak boleh lebih dari 7 hari)
  • Asam mefenamat juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit yang terjadi akibat penyakit asam urat

Efek samping Argesid

  • Efek samping Argesid yang relatif ringan dapat menimbulkan sakit kepala, gugup, dan muntah
  • Efek samping yang serius berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak, serta sakit tenggorokan dan demam
  • Risiko pemakaian Argesid mungkin dapat terjadi pada kehamilan sehingga sebaiknya tidak mengonsumsi Argesid ketika hamil
  • NSAID termasuk Argesid dapat menyebabkan peningkatan risiko infark miokardial dan stroke yang bisa berakibat fatal. Risiko ini dapat meningkat jika obat digunakan dalam jangka waktu lama
  • NSAID termasuk Argesid menyebabkan gangguan pada saluran gastrointestinal misalnya perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus yang bisa berakibat fatal
  • Gangguan berat pada organ hati seperti penyakit kuning dan hepatitis juga dilaporkan dapat terjadi akibat pemakaian NSAID termasuk Argesid
  • Anemia juga dilaporkan terjadi pada pasien yang menggunakan NSAID termasuk Argesid sehingga perlu dilakukan pemeriksaan rutin terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit
  • Reaksi dermatologis seperti dermatitis eksfoliatif, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik dapat terjadi pada pemakaian Argesid dan hal ini dapat berakibat fatal

Dosis Argesid

Argesid dapat diberikan dengan dosis:

  • Dewasa untuk nyeri: 500 mg secara oral, selanjutnya 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 7 hari
  • Dewasa untuk dismenore: 500 mg secara oral, selanjutnya 250 mg setiap 6 jam dimulai saat timbulnya menstruasi
  • Usia 14-18 tahun untuk nyeri: 500 mg secara oral, diikuti oleh 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 7 hari

Penyesuaian dosis dengan dosis yang lebih rendah harus dipertimbangkan pada orang tua, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Interaksi Argesid

  • Antikoagulan (misalnya warfarin), aspirin, kortikosteroid (misalnya prednisone), heparin, atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya fluoxetine) dapat berinteraksi dengan Argesid karena obat-obat ini meningkatkan risiko perdarahan lambung
  • Magnesium hidroksida (misalnya antasida) atau probenesid dapat berinteraksi dengan Argesid karena obat-obat ini meningkatkan efek samping Argesid 
  • Siklosporin, lithium, methotrexate, kuinolon (misalnya ciprofloxacin), atau sulfonilurea (misalnya glipizide) dapat berinteraksi dengan Argesid karena efek samping obat-obat ini meningkat jika diberikan bersamaan dengan Argesid 
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor  (misalnya enalapril) atau diuretik (misalnya furosemide, hydrochlorothiazide) dapat berinteraksi dengan Argesid karena efektivitas obat-obat ini menurun jika diberikan bersama Argesid

Perhatian

  • Argesid sebaiknya dikonsumsi setelah makan atau bersama makanan
  • Jangan menggunakan Argesid pada pasien yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang buruk, sedang atau pernah memiliki sakit jantung
  • Penggunaan Argesid pada pasien penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) harus dipantau selama pengobatan
  • NSAID dapat menyebabkan retensi cairan dan edema sehingga pasien gagal jantung atau yang sudah pernah mengalami retensi cairan harus memperhatikan penggunaannya
  • Pasien harus minum air putih yang banyak agar tubuh cukup terhidrasi (cukup cairan) sebelum menggunakan Argesid
  • Argesid dapat menyebabkan pusing atau mengantuk, sebaiknya menghindari konsumsi alkohol dan jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama pemakaian obat ini
  • Keamanan dan kemanjuran Argesid pada anak-anak di bawah usia 14 tahun belum diketahui sehingga sebaiknya dihindari
  • Penggunaan Argesid pada pasien lanjut usia harus lebih hati-hati karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama dapat menyebabkan perdarahan perut dan masalah ginjal
  • Argesid ditemukan dalam ASI. Jangan menyusui saat menggunakan obat ini
  • Jangan menggunakan Argesid untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap Argesid, aspirin atau NSAID lainnya (misalnya ibuprofen, celecoxib)
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya tidak menggunakan Argesid 
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, asma, urtikaria, tukak lambung
  • Ibu hamil terutama di trimester akhir sebaiknya tidak menggunakan Argesid

Toleransi terhadap kehamilan

FDA (Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat) mengkategorikan asam mefenamat (mefenamic acid) ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran aman atau tidaknya penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, maka penggunaan obat-obat yang mengandung asam mefenamat untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini