Apakah Oral Sex Bisa Menyebabkan Kanker Mulut

Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 30, 2019 Waktu baca: 3 menit
Apakah Oral Sex Bisa Menyebabkan Kanker Mulut

Oral seks adalah aksi yang umum dulakukan saat melakukan hubungan seksual yang melibatkan mencium atau menjilat area genital untuk memberikan kepuasan pada pasangan. Namun, terkadang terdapat pernyataan bahwa melakukan oral seks dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan. Apakah hal tersebut benar adanya?

Human papillomavirus (HPV) dapat menyebar melalui oral seks, meningkatkan kemungkinan terkena kanker. Di Amerika Serikat, HPV dalah virus yang paling umum menular secara seksual. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Kesehatan seksual memberikan range risiko, tetapi mengkhawatirkan kesehatan yang potensial dapat menyebabkan berkurangnya keintiman dengan pasangan, dan secara ultimat, akan mengurangi kualitas hidup.

Kewaspadaan akan selalu diberikan saat berbicara tentang perlindungan dari masalah kesehatan seksual, hal ini merupakan hal yang penting untuk diketahui.

Fakta Mengenai oral seks dan kanker mulut

  • Oral seks tidak secara langsung menyebabkan kanker mulut, tetapi menyebarkan HPV
  • HPV dapat menyebabkan perubahan pra-kanker pada sel yang dapat menyebabkan kanker mulut suatu saat nanti
  • Diperkirakan 35 persen kanker terinfeksi dengan HPV
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol yang besar dapat meningkatkan risiko infeksi HPV yang lebih bersifat kanker
  • Stadium awal kanker mulut dapat menyebabkan perubahan warna di mulut, sakit di mulut dan ulkus yang tidak kunjung sembuh dan pembengkakan atau benjolan pada mulut.

HPV dan Kanker

Meskipun merokok tembakau dan mengonsumsi alkohol adalah faktor risiko primer untuk kanker mulut, virus HPV juga dihubungkan dengan kanker mulut. Diestimasikan sekitar 35 persen kanker mulut terinfeksi oleh HPV. HPV telah didemonstrasikan sebagai satu dari faktor risiko yang terbesar kanker mulut dan tenggorokan, yang disebut dengan kanker orofaring.

Infeksi tidak secara lansung menyebabkan kanker mulut. Virus akan memicu perubahan pada sel yang terinfeksi. Material genetik virus menjadi bagian sel kanker, yang menyebabkan kanker tumbuh. Hal ini dapat menyebabkan deteksi HPV pada orang yang memiliki kanker yang disebabkan oleh faktor lain.

Kemudian, sel-sel ini akan menjadi bersifat kanker. Namun, beberapa orang yang mengalami infeksi HPV akan mengalami kanker. Faktanya, tubuh akan membersihkan sekitar 90 persen infeksi HPV selama 2 tahun. Subtipe HPV ditemukan pada mulut biasanya ditularkan melalui hubungan seksul, sehingga oral seks adalah penyebab yang memungkinkan.

Orang-orang yang merokok memiliki kemungkinan kecil untuk dapat membersihkan infeksi virus HPV karena merokok dapat merusak sel sistem imun pada kulit. Sistem sel imun pada kulit membantu untuk mengatasi kerusakan akibat infeksi virus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Pada sebuah studi yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine pada tahun 2007, peneliti menyatakan bahwa orang yang melakukan oral seks setidaknya dengan enam orang pasangan seksual yang berbeda akan memiliki risiko yang secara signifikan lebih tinggi untuk mengalami kanker tenggorokan

Tim peneliti tersebut merekrut 100 orang pasien yang baru-baru ini terdiagonosis oleh kanker orofaring, mereka merekrut juga 200 orang yang sehat sebagai kontrol.

Peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki pasangan oral seks selama hidupnya memiliki kemungkinan untuk mengalami kanker tenggorokan hingga 3,4 kali. Untuk yang memiliki 26 atau lebih pasangan seks vagina memiliki 3,1 kali risiko mengalami kanker tenggorokan.

Kehadiran HPV oral dapat menyebabkan kanker yang ditunjukkan oleh studi lain yaitu 14,9 persen pria yang merokok tembakau dan memiliki lebih dari 5 pasangan oral seks. 

Pria dengan satu dari faktor risiko tersebut memangkas kanker tenggorokan 7,3 persen. Prevalen terlihat lebih rendah pada kedua pria (1,7 persen) dan wanita (0,7 persen) yang memiliki satu orang pasangan seksual seumur hidupnya.

Banyak outlet media yang merepresentasikan data ini dengan banyak kesalahan, memberikan pemikiran bahwa oral seks dapat menyebabkan kanker secara lansung. Namun, kesimpulan dari penelitian adalah bahwa HPV dapat ditularkan melalui oral seks dan dibubungkan dengan perubahan pada sel yang terinfeksi.

Faktor Risiko

HPV bukanlah penyebab dasar kanker tenggorokan, tetapi dengan terinfeksi HPV dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tenggorokan. Faktor risiko lain yang harus dihindari adalah:

  • Merokok
  • Meminum alkohol
  • Terpapar zat yang berbahaya

Orang yang meminum alkohol dan merokok secara banyak memiliki faktor risiko terbesar. Perlu diperhatikan dari penelitan pada bulan Mei 2013 menyatakan bahwa orang-orang yang tidak merokok atau meminum alkojol tetapi memiliki heartburn yang cukup sering memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker tenggotokan dan pita suara.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Can oral sex give you cancer?. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/can-oral-sex-give-you-cancer/)
Oral sex and throat cancer: Links, facts, and research. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/261453)
Throat Cancer’s Link to Oral Sex: What You Should Know. Health Essentials from Cleveland Clinic. (https://health.clevelandclinic.org/throat-cancers-link-oral-sex-know/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app