Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Perawatan Wajah

Apa yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Jerawat

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 991.256 orang

Apa yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Jerawat

Jerawat adalah peradangan atau sumbatan yang kronis   pada kelenjar minyak atau pilosebaseus yang menjadi penyebab bintik yang biasanya muncul pada bagian wajah, bahu, punggung, leher, dada, dan bagian atas lengan. Beberapa tipe jerawat seperti komedo, kista, dan nodul.

Jerawat ini merupakan kondisi kulit yang cukup umum di Amerika Serikat, penderitanya mencapai 50 juta orang per tahun. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Biasanya jerawat ini muncul pada masa puber di mana kelenjar pilosebaceous sedang aktif, namun bukan berarti jerawat tidak muncul di luar masa puber. Jerawat ini tidak berbahaya, namun bisa meninggalkan bekas luka pada kulit.

Kelenjar pilosebaceous ini menghasilkan minyak dan dirangsang oleh hormon testosteron yang diproduksi oleh kelenjar adrenal pada pria dan wanita. Setidaknya ada 85 persen orang Amerika yang mengalami kulit berjerawat pada usia 12 hingga 24 tahun.

Fakta singkat terkait Jerawat

Inilah beberapa fakta singkat terkait jerawat:

  • Jerawat adalah penyakit kulit yang melibatkan kelenjar minyak pada bagian dasar folikel rambut
  • jerawat mempengaruhi 3 dari 4 orang dengan rentang usia 11 hingga 30 tahun
  • jerawat tidak berbahaya namun dapat meninggalkan bekas luka pada kulit
  • pengobatan tergantung pada seberapa parah jerawat tersebut
  • beberapa faktor penyebab jerawat di antaranya adalah genetika, siklus menstruasi, kegelisahan dan stres, iklim panas dan lembab, penggunaan kosmetik berbasis minyak, dan memencet jerawat

Penyebab Jerawat

Kulit manusia memiliki pori-pori yang terhubung dengan kelenjar minyak di bagian bawah kulit. Folikel adalah bagian yang menghubungkan kelenjar dengan pori-pori. Folikel sendiri adalah sebuah kantong kecil yang memproduksi cairan minyak.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kelenjar memproduksi cairan minyak yang disebut sebagai sebum. Sebum ini membawa sel kulit mati melalui folikel ke bagian permukaan kulit. Rambut halus akan tumbuh melalui folikel keluar dari permukaan kulit.

Jerawat tumbuh saat folikel ini tertutup dan minyak terbendung di bawah kulit. Sel kulit, sebum, dan rambut dapat menggumpal menjadi satu titik. Titik ini akan terinfeksi dengan bakteri dan menghasilkan pembengkakan. Sebuah jerawat akan mulai berkembang saat titik ini mulai pecah.

Propionibacterium acnes (P. acnes) adalah nama bakteri yang hidup di kulit dan berkontribusi dalam infeksi jerawat. Penelitian mengatakan bahwa tingkat keparahan dan frekuensi jerawat dipengaruhi oleh kumpulan bakteri. Tidak semua bakteri bisa memicu kemunculan jerawat. Satu kumpulan bisa membantu kulit bebas dari jerawat.

Faktor Hormon

Ada beberapa faktor pemicu jerawat, namun penyebab utamanya diduga berasal dari kenaikan kadar androgen. Androgen adalah sejenis hormon yang meningkat ketika memasuki masa remaja. Hormon ini termasuk diantaranya estrogen,  progesteron dan testosterone.

Kenaikan kadar androgen ini bisa menyebabkan pertumbuhan kelenjar minyak di bawah kulit. Kelenjar yang membesar bisa menghasilkan lebih banyak sebum. Sebum yang berlebihan ini bisa memecahkan dinding sel di pori-pori, kemudian menyebabkan bakteri tumbuh.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kemungkinan pemicu Jerawat lainnya

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa faktor genetik bisa meningkatkan resiko munculnya jerawat. Penyebab lainnya itu meliputi:

  • sejumlah pengobatan yang mengandung hormon dan lithium
  • kosmetik yang mengandung minyak
  • perubahan hormon
  • stres, emosional
  • menstruasi
  • tekanan pada kulit atau factor mekanik seperti penggunaan headband, area dibawah bra
  • paparan sinar uv secara berlebihan

Pengobatan Jerawat di rumah

Ada beberapa cara pengobatan jerawat di rumah, namun tidak semuanya didukung dengan penelitian ilmiah.

  • Diet: Masih belum diketahui dengan pasti peran apa yang dimainkan oleh diet dalam memperparah jerawat. Penelitian mengatakan bahwa orang yang sedang dalam diet makanan mengandung suplai vitamin A, E, dan zat besi memiliki kemungkinan kecil untuk menderita jerawat.  Sebuah review menggambarkan hubungan antara jerawat dan diet ini “kontroversial,” tapi menyarankan untuk diet dengan makanan yang mengandung glikemik rendah. Makanan berminyak dan junk food diduga menjadi penyebab jerawat. Alergi makanan tertentu juga dapat memicu timbulnya jerawat. Sehingga Anda dapat menghindari makanan tersebut guna menghindari terbentuknya jerawat.
  • Minyak tea tree:  Hasil penelitian terhadap 60 pasien pengidap jerawat yang diterbitkan dalam Journal of Dermatology, Venereology, and Leprology India mengatakan bahwa 5 persen minyak tea tree bisa mengobati jerawat ringan hingga sedang.
  • Teh:  Ada sebuah bukti yang menunjukkan bahwa polifenol pada teh, termasuk teh hijau, mampu mengurangi produksi sebum dan mengobati jerawat. Bagaimana pun juga, senyawa yang digunakan pada kasus ini adalah ekstrak dari teh, bukan penggunaan teh secara langsung.
  • Pelembab: pelembab bisa menenangkan kulit, terutama untuk kulit orang yang sedang menjalani pengobatan jerawat menggunakan isotretinoin. Pelembab yang mengandung aloe vera dengan konsentrasi setidaknya 10 persen witch hazel bisa memberikan efek menenangkan dan anti inflamasi.

Pengobatan Jerawat Ringan

Jerawat ringan bisa diobati dengan obat luar seperti gel, pads, sabun, krim, lotion yang diaplikasi pada kulit.

Krim dan lotion merupakan yang terbaik untuk pemilik kulit sensitif. Gel yang mengandung alkohol akan membuat kulit kering sehingga lebih cocok untuk pemilik kulit berminyak.

Obat-obatan luar ini mungkin saja mengandung beberapa bahan berikut:

  • Resorcinol: sebagai agen keratolitik yaitu merusak kulit mati serta membantu memecahkan komedo
  • Benzoyl peroxide: membunuh bakteri, membantu pergantian sel kulit, memperlambat produksi sebum dan mengurangi peradangan
  • Salicylic acid: memecahkan komedo dan membantu meringankan inflamasi serta pembengkakan, mencegah penumpukkan sebum pada folikel rambut.
  • Sulfur: bekerja untuk jerawat “breakout” dengan mengurangi produksi sebum
  • Retin-A: digunakan untuk acne sedang dan berat biasanya bersifat papul atau kistik
  • Azelaic acid: mengurangi pertumbuhan bakteri dan menjaga pori agar tetap bersih. Ada krim untuk jerawat, tapi seringkali digunakan untuk rosacea.

Penggunaan obat-obatan ini sebaiknya dengan dosis rendah terlebih dahulu karena beberapa di antaranya bisa menyebabkan iritasi kulit, kulit kemerahan, atau terasa panas pada awal penggunaan.

Efek samping tersebut biasanya akan mereda setelah penggunaan berikutnya. Jika tidak mereda, sebaiknya konsultasikan kepada dokter.

Pengobatan Jerawat tingkat sedang – parah

Untuk pengobatan jerawat tingkat sedang hingga parah bisa dikonsultasikan kepada spesialis kulit atau dermatologis. Para ahli mungkin akan meresepkan gel atau krim yang mirip seperti produk pengobatan jerawat tingkat ringan namun dosisnya lebih kuat, atau disertai antibiotik.   

Pengobatan Jerawat dengan Injeksi Kortikosteroid

Kista jerawat yang meradang bisa mengalami pecah. Kista acne yang pecah ini bisa menyebabkan bekas luka. Para ahli akan mengobati kista jerawat yang meradang ini dengan menyuntikkan kortikosteroid yang sudah diencerkan.

Cara ini bisa mengurangi resiko munculnya luka, mengurangi inflamasi, dan mempercepat penyembuhan. Kistanya akan terurai dalam waktu beberapa hari.

Pengobatan Jerawat dengan Antibiotik Oral

Antiobiotik oral mungkin saja akan diberikan hingga 6 bulan untuk para pasien yang menderita jerawat tingkat sedang hingga parah. Antibiotik dipercaya bisa mengurangi jumlah P. Acnes. Dosisnya akan diberikan tinggi di awal pengobatan dan berkurang seiring dengan menghilangnya jerawat.

P. Acnes bisa menjadi kebal terhadap antibiotik seiring berjalannya waktu dan antibiotik lain mungkin dibutuhkan. Jerawat cenderung lebih mudah menjadi kebal terhadap topikal dibandingkan dengan antibiotik oral.

Antibiotik dapat melawan pertumbuhan dari bakteria dan mengurangi inflamasi. Erythromycin , tetracycline , doxycycline dan minocycline adalah yang paling sering diresepkan untuk mengobati jerawat.

Pengobatan Jerawat dengan Kontrasepsi Oral

Konstrasepsi oral bisa mengontrol pertumbuhan jerawat pada wanita dengan menekan kelenjar yang terlalu aktif. Biasanya kontrasepsi oral ini digunakan sebagai pengobatan jerawat jangka panjang.

Konstrasepsi oral ini mungkin tidak cocok bagi wanita yang:

  • Memiliki kelainan pembekuan darah
  • Merokok
  • Mengidap migrain
  • Berusia di atas 35 tahun
  • Memiliki gangguan hormonal atau gangguan menstruasi

Penting untuk berkonsultasi dengan genekologis terlebih dahulu sebelum melakukan pengobatan dengan kontrasepsi oral ini.

Pengobatan Jerawat Antimikrobial Topikal

Antimikrobal topikal juga bisa mengurangi P. Acnes pada pasien yang mengidap jerawat tingkat sedang hingga parah. Contohnya adalah clindamycin dan sodium sulfacetamide.

Dermatologis mungkin akan meresepkan retinoid topikal. Retinoid topikal adalah turunan dari vitamin A. Retinoid topikal ini akan membuka pori-pori dan mencegah pertumbuhan komedo. Contoh retinoid topikal yang diresepkan di Amerika Serikat adalah adapalene, tazaroten, dan tretinoin.

Pengobatan Jerawat Isotretinoin

Isotretinoin adalah jenis retinoid oral kuat yang digunakan untuk mengobati kistik jerawat parah yang sebelumnya tidak membaik saat menjalani pengobatan lain.

Penggunaan obat ini diawasi dengan ketat karena memiliki efek samping serius. Pasien diharuskan untuk menandatangani formulir persetujuan yang menyatakan bahwa mereka memahami resikonya. 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit