Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Kesehatan Fisik

​5 Cara Atasi Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 1.644.672 orang

​5 Cara Atasi Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit yang dapat dialami oleh semua orang sehingga setiap tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah untuk mencegah penyakit hipertensi ini.

Penyakit hipertensi sering dianggap pembunuh diam-diam (silent killer) karena tidak menunjukkan gejala jangka panjang, tetapi dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, diabetes, serta jantung koroner sebagai komplikasi hipertensi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Apa Itu Hipertensi?

Pada kondisi normal, tekanan darah seharusnya berada di kisaran angka 120/80 mmHG, tetapi hipertensi terjadi jika tekanan darah melebihi 140/90 mmHG. Angka 140 mmHG merupakan tekanan darah sistolik dan 90 mmHG merujuk pada tekanan darah diastolik. 

Tekanan darah sistolik merupakan tekanan maksimal akibat kontraksi jantung, di mana jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara tekanan darah diastolik adalah tekanan terendah ketika jantung berada dalam kondisi rileks sambil mengisi ulang darah pada bilik jantung.

Gejala Hipertensi

Gejala hipertensi adalah pusing, mual, sakit kepala berat, penglihatan buram, detak jantung tidak teratur, kelelahan, nyeri dada, hingga terkadang merasa sulit bernapas. Bahkan jika Anda mengalami sakit kepala berat diserta dengan pendarahan pada hidung (mimisan) maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Gejala hipertensi terkadang cukup sulit terdeteksi sehingga pemeriksaan tekanan darah penting dilakukan secara teratur untuk menghindari risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Penyebab Hipertensi

Penyebab hipertensi dapat disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok yang dapat meningkatkan kadar tekanan darah sistolik akibat kandungan nikotin yang memacu sistem saraf melepaskan zat kimia penyebab penyempitan pembuluh darah.

Rendahnya vitamin D dalam tubuh juga berperan menyebabkan peningkatan tekanan darah dan asupan vitamin D tidak dapat digantikan hanya dengan mengonsumsi suplemen vitamin D. Maka Anda perlu beraktivitas di luar ruangan sehingga kulit Anda dapat terkena sinar matahari yang baik untuk tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Baca juga: Manfaat Sinar Matahari bagi Tubuh

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin yang mengandung natrium seperti makanan olahan dan fast food, serta makanan dengan perasa buatan juga dapat menjadi penyebab hipertensi dan kolesterol. Kekurangan cairan dalam tubuh juga dapat mempengaruhi tekanan darah sehingga Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh untuk menghindari terjadinya dehidrasi dan peningkatan risiko komplikasi hipertensi yang mungkin terjadi.

Penyebab hipertensi lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi adalah kelelahan, obesitas, kecanduan alkohol, penggunaan pil KB, faktor genetik, serta penderita asam urat, diabetes, kolesterol, dan ginjal.

Obat Hipertensi

Obat hipertensi harus diminum secara rutin dengan dosis yang tepat sehingga dapat membantu mengatasi tekanan darah tinggi. Obat hipertensi terdiri dari berbagai macam obat dengan cara kerja yang berbeda dan berikut ini adalah beberapa obat hipertensi yang paling sering digunakan adalah:

  • Diuretik: Obat diuretik bekerja dengan cara mengurangi jumlah cairan dalam pembuluh darah, terutama menghilangkan kadar air dan natrium berlebih dalam tubuh yang menyebabkan buang air kecil menjadi lebih sering. Tetapi obat diuretik dapat menyebabkan efek samping seperti kelelahan, kram kaki hingga masalah pada jantung. Contoh obat diuretik: chlorotiazide, chlorthalidone, hydrochlorotiazide/HCT, indapamide, metolazone, bumetanide, furosemide, torsemide, amilorid, triamterene
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor: Obat ACE inhibitor dapat membantu menurunkan produksi angiotensin pada tubuh yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Contoh obat ACE inhibitor adalah captopril, enalapril, lisinopril, benazepril hydrochloride, perindopril, ramipril, quinapril hydrochloride, dan trandolapril
  • Beta-blocker: Obat beta-blocker dapat membatasi efek hormon epinefrin (hormon adrenalin) yang membuat kerja jantung semakin lambat, serta menurunkan detak jantung dan kekuatan pompa jantung sehingga menurunkan jumlah darah yang mengalir dalam pembuluh darah. Contoh obat beta-blocker: atenolol, propranolol, metoprolol, nadolol, betaxolol, acebutolol, bisoprolol, esmilol, nebivolol, dan sotalol
  • Penghambat saluran kalsium (Calcium channel blocker-CCB): Obat CCB bekerja untuk mencegah kalsium masuk ke dalam sel jantung dan pembuluh darah otot sehingga membuat pembuluh darah berelaksasi dan mengurangi detak jantung. Contoh obat CCB adalah amlodipine, clevidipine, diltiazem, felodipine, isradipine, nicardipine, nifedipine, nimodipine, dan nisoldipine
  • Alfa-blocker: Obat ini menurunkan tekanan darah dengan cara memperlebar pembuluh darah dan mengurangi efek hormon norepinefrin yang dapat menekan otot pembuluh darah. Contoh obat alfa-blocker: doxazosin, terazosin hydrochloride, dan prazosin hydrochloride
  • Vasodilator: Vasodilator bekerja dengan cara mengendurkan otot dinding pembuluh darah sehingga tidak menyempit dan membuat aliran darah lebih lancar. Contoh obat vasodilator: hydralazine dan minoxidil
  • Central-acting agents: obat ini bekerja pada sistem saraf pusat, bukan di sistem kardiovaskular dengan cara mencegah otak mengirimkan sinyal untuk mempercepat detak jantung dan mempersempit pembuluh darah yang menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan kuat. Contoh obat central-acting agents adalah clonidine, guanfacine, dan methyldopa.

5 Cara Atasi Hipertensi

Selain mengonsumsi obat hipertensi, Anda juga harus melakukan beberapa perubahan, salah satunya melalui pola hidup yang lebih sehat, di antaranya:

Salah satu penyebab hipertensi terbesar adalah terlalu banyak mengonsumsi garam atau makanan yang bersifat asin sehingga memicu kenaikan tekanan darah. Maka Anda perlu mengurangi takaran asupan natrium yang terdapat dalam porsi makan Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Mengonsumsi makanan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, serta produk susu rendah lemak akan jauh lebih jika Anda menderita hipertensi. Terutama kandungan kalium yang terdapat pada buah dan sayur dapat mengurangi efek natrium pada darah.

Seiring bertambahnya usia, terkadang tekanan sistolik akan naik secara perlahan sehingga Anda perlu menjaga berat badan agar tetap ideal dan sehat untuk mengurangi kemungkinan Anda terkena hipertensi. Salah satunya adalah dengan melakukan olahraga teratur, seperti jogging, berjalan kaki, bersepeda, yoga, atau berenang.

Berolaharaga secara teratur setidaknya 30 menit sehari selama 5 hari seminggu dapat membantu menurunkan tekanan darah karena dapat meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan kapasitas paru-paru, serta meningkatkan efisiensi jantung.

Baca juga: Manfaat Olahraga Rutin bagi Tubuh

  • Tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol

Berhenti merokok dapat membantu menurunkan tekanan darah. Karena kandungan rokok seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida, dapat menjadi penyebab hipertensi. Nikotin berfungsi melepaskan hormon adrenalin, sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan memaksa jantung bekerja lebih keras, begitupun dengan tar dan karbon monoksida.

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat mempersempit pembuluh darah serta menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ lain dalam tubuh yang meningkatkan berbagai risiko gangguan kesehatan.

Selain itu Anda juga tidak disarankan untk mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh ataupun minuman bersoda karena kandungan kafein dapat meningkatkan tekanan darah. 

  • Mengonsumsi makanan tertentu

Selain menjaga asupan makanan dan mengurangi porsi makan, Anda juga dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan berikut untuk membantu mengatasi penyakit hipertensi, antara lain: Makan buah bit karena mengandung nitrat yang dapat melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah; mengonsumsi yoghurt karena dapat membantu menjaga tekanan darah serta baik untuk pencernaan

Selain buah bit dan yoghurt, Anda juga perlu mengonsumsi ikan seperti salmon, mackerel, sarden ataupun tuna karena ikan kaya akan lemak omega 3 yang dapat mengurangi efek peradangan yang melebarkan pembuluh darah serta membantu menurunkan tekanan darah.

  • Melakukan puasa

Pada saat puasa, orang cenderung berpikir tekanan darah akan mengalami lonjakan karena proses metabolisme tubuh berjalan lebih lambat sehingga lebih mudah terjadi penumpukan lemak yang menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar dan tubuh memerlukan tekanan yang lebih tinggi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Tetapi berdasarkan hasil penelitian, ketika Anda puasa, tubuh akan menyesuaikan pola makan dan tidur Anda sehingga akan mempengaruhi sistem saraf simpatik, sistem renin, dan hormon antidiuretik yang membuat tekanan darah menurun.

Beberapa cara di atas dapat membantu Anda mengatasi hipertensi, tetapi pemeriksaan tekanan darah secara rutin tetap harus dilakukan.

Referensi

Mayoclinic. 10 ways to control high blood pressure without medication

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit