Omicron, Varian Baru COVID-19 yang Perlu Diwaspadai

Dipublish tanggal: Nov 29, 2021 Update terakhir: Jan 10, 2022 Waktu baca: 4 menit
Omicron, Varian Baru COVID-19 yang Perlu Diwaspadai

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Menurut WHO, varian baru COVID-19 B.1.1.529 atau disebut dengan istilah Omicron dilaporkan pertama kali ada di Afrika Selatan;
  • Varian baru Covid-19 ini perlu diwaspadai terdaftar dalam Variant of Concern (VOC) bersamaan dengan varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta;
  • Penyebaran varian baru COVID B.1.1.529 ini sudah masuk ke beberapa negara terutama Eropa dan Asia, termasuk Indonesia;
  • Gejala covid varian baru Omicron diperkirakan bisa menyebabkan kelelahan ekstrem, termasuk sakit kepala dan pegal-pegal;
  • Tetap patuhi protokol kesehatan COVID-19 dan lakukan tes COVID-19 secara berkala dengan harga bersahabat dan tim medis berpengalaman di HDmall;
  • Klik untuk membeli perlengkapan new normal dan produk suplemen vitamin melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Ketika pandemi COVID-19 terasa mulai mereda dan kehidupan new normal mulai berjalan, baru-baru ini dunia kembali dihebohkan dengan kehadiran varian baru COVID-19 yang diberi nama Omicron.

Sejumlah negara dilaporkan mengalami kenaikan jumlah kasus COVID-19, termasuk varian baru COVID-19 ini. Hal itu menyebabkan pengetatan aturan pembatasan COVID-19, mulai dari pembatasan penerbangan dan aturan karantina dari luar negeri, percepatan vaksin COVID-19, hingga isu kebijakan lockdown.

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan New Normal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 1

Apa itu Omicron?

Berdasarkan data WHO, B.1.1.529 atau lebih dikenal dengan nama Omicron merupakan varian baru COVID-19 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada 24 November 2021. 

Omicron perlu diwaspadai karena termasuk dalam daftar Variant of Concern (VOC). Untuk diketahui, varian virus lain, seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta juga masuk dalam kategori ini.

Variant of Concern (VOC) merupakan kelompok kategori tinggi bagi sebagian jenis varian COVID yang berbahaya karena dikhawatirkan memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan varian COVID-19 lainnya. Selain itu, jenis varian Omicron ini berisiko menyebabkan infeksi ulang, serta dapat memengaruhi efektivitas atas vaksin COVID-19 yang sudah ada saat ini. 

Laporan kasus varian baru COVID-19 ini diketahui pertama kali dari data spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021. Bahkan dalam beberapa minggu terakhir, bukti awal memang menunjukkan terjadinya peningkatkan infeksi virus yang signifikan, termasuk pasien yang menjalani rawat inap. 

Meski dugaan mengarah pada varian baru COVID-19, yakni B.1.1.529 di Afrika Selatan, kepastian mengenai penyebabnya belum dapat diketahui. Hal ini pun termasuk apakah Omicron dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tidak jika dibandingkan dengan varian COVID-19 sebelumnya karena masih menunggu hasil penelitian lanjutan.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian baru COVID B.1.1.529 ini telah menyebar ke banyak negara dan kasus COVID-19 semakin meningkat. Beberapa negara dengan capaian kasus tertinggi, di antaranya Inggris, Amerika Serikat, Turki, hingga Australia. Tak hanya itu, per tanggal 16 Desember 2021, kasus pertama Omicron juga diketahui telah terjadi di Indonesia dan masih berkembang saat ini. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Oleh karena itu, masyarakat kembali dihimbau untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat dalam mengantisipasi naiknya jumlah kasus COVID-19 terutama bahaya varian Omicron di Indonesia yang dirasa makin cepat menyebar.

Baca juga: Vaksin COVID-19 yang Telah Mendapat Izin BPOM

Seperti apa gejala COVID varian baru B.1.1.529 Omicron?

Sejak pertama kali varian baru B.1.1.529 ditemukan di Afrika Selatan, pengembangan penelitian terkait detil ciri-ciri atau gejala COVID varian baru ini masih terus dilakukan. 

Dokter Angelique Coetzee--orang pertama yang mengetahui kasus Omicron--menyebut bahwa gejala COVID varian baru ini tergolong ringan pada pasien yang sehat, tetapi sedikit berbeda dengan gejala COVID-19 terdahulu. Umumnya, pasien yang terpapar virus COVID-19 varian baru adalah kelompok usia muda, yaitu di bawah usia 40 tahun.

Gejala COVID varian baru Omicron diperkirakan bisa menyebabkan kelelahan ekstrim, termasuk sakit kepala dan pegal-pegal selama 1-2 hari. Kesimpulan ini diambil setelah mendapati 4 orang pasiennya terkonfirmasi positif COVID-19. 

Tak hanya itu, data penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada kemungkinan gejala COVID-19 Omicron bisa berkembang, meliputi batuk dan flu, demam, bersin-bersin, dan sakit tenggorokan.

Iklan dari HonestDocs
Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

Paket vaksin hepatitis b di nk health klinik

Berbeda dengan varian COVID-19 lain yang umumnya mengalami kehilangan indera penciuman (anosmia) atau perasa, gejala COVID varian baru B.1.1.529 tidak terlalu menunjukkan hal tersebut.

Meski kebanyakan pasien hanya perlu mendapatkan perawatan mandiri di rumah, tetapi varian baru COVID B.1.1.529 mungkin berisiko tinggi menimbulkan komplikasi pada orang tua dan pasien yang belum mendapatkan vaksin COVID-19. Begitupun dengan pasien penderita penyakit penyerta (komorbid), seperti diabetes dan penyakit jantung.

Baca juga: Efek Covid-19 terhadap Kesehatan Fisik

Langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi varian baru COVID-19

Meski gejala COVID varian baru ini tergolong ringan, para ahli memiliki kekhawatiran terhadap jumlah mutasi virus yang sangat tinggi, yakni di atas 30 protein spike. Hal ini pun bisa menyebabkan varian baru COVID-19 menjadi lebih mudah menular dan berisiko menurunkan tingkat kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan segera melakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi varian baru COVID-19, Omicron, dengan langkah berikut:

  • Meningkatkan upaya pengawasan lebih ketat terkait varian baru COVID-19
  • Melaporkan urutan genom lengkap dan metadata kepada publik secara terbuka
  • Melaporkan kasus COVID-19 yang berkaitan dengan infeksi Variant of Concern (VOC) ke WHO
  • Melakukan penyelidikan serta pengamatan di laboratorium untuk menyediakan informasi lebih lengkap

Baca juga: Syarat dan Aturan Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 di Indonesia

Seluruh lapisan masyarakat juga perlu mengambil sikap dalam mengurangi risiko penularan varian baru COVID-19 ini. Kunci utamanya masih dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yakni:

  • Mengenakan masker dengan benar
  • Menjaga jarak dengan orang lain
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
  • Beraktivitas di ruang terbuka atau memiliki ventilasi yang baik
  • Mengurangi mobilitas
  • Menghindari keramaian di tempat umum
  • Mendapatkan vaksin COVID-19 secara lengkap
  • Melakukan tes COVID-19 secara berkala

Terkait tingkat efikasi dari vaksin COVID-19 yang sudah ada saat ini, seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca, hingga Johnson & Johnson, para peneliti terus melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap kemampuannya untuk bekerja melawan COVID-19 varian baru ini. Terlebih pada saat ini, anak-anak usia 6-11 tahun sudah bisa mendapatkan vaksin COVID-19 jenis Sinovac. 

Namun, sejumlah peneliti memperkirakan bahwa vaksin yang ada sedikit banyak tidak cukup efektif dalam melawan Omicron. Oleh sebab itu, pemberian vaksin booster mungkin akan membantu mengantisipasi varian baru COVID-19 ini ke depannya. 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
CNBC. Omicron symptoms could seem like a cold — but don’t underestimate this variant, experts warn. (https://www.cnbc.com/2021/12/16/omicron-symptoms-cold-runny-nose-headache-london-cases-shows.html)
Reuters. Omicron variant detected in more countries as scientists race to find answers. (https://www.reuters.com/world/new-coronavirus-variant-omicron-keeps-spreading-australia-detects-cases-2021-11-28/)
CNN Health. The new Omicron variant is a pandemic gut check. (https://edition.cnn.com/2021/11/27/health/new-covid-variant-omicron-b11529-wellness/index.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app