Perokok Pasif Beresiko Kehilangan Pendengaran

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Perokok Pasif Beresiko Kehilangan Pendengaran

Merokok tak hanya memberikan dampak buruk bagi diri sendiri, namun juga kepada orang lain yang menghirup asap rokok, yaitu mereka yang biasa disebut perokok pasif. Penelitian menyebutkan bahwa seseorang perokok pasif yang terbiasa terkena paparan asap rokok, lebih beresiko kehilangan daya dengar.

Menjadi perokok pasif memanglah pilihan. Berada di lingkungan para perokok dan membiarkan diri terkena paparan asap rokok dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri. Bertindaklah dari sekarang karena sebuah penelitian yang ditulis dalam jurnal Tobacco Control menunjukkan bahwa para perokok pasif mengalami gangguan pada telinga mereka.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Para peneliti yang melibatkan lebih dari 3.000 orang dalam penelitiannya tersebut percaya bahwa asap tembakau dapat mengganggu aliran darah di pembuluh kecil telinga. Asap tersebut membuat telinga kekurangan oksigen dan membangun sampah beracun yang menyebabkan kerusakan telinga. Kerusakan tersebut berbeda dengan kerusakan yang disebabkan oleh kebisingan atau dampak penuaan sederhana.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti asal University of Miami dan Florida International University berfokus pada hasil pendengaran 3.307 relawan yang tidak merokok. Beberapa dari mereka adalah mantan perokok, dan beberapa lagi adalah mereka yang tidak pernah merokok sepanjang hidup mereka.

Tes dilakukan dengan mengukur jangkuan pendengaran yang terbagi atas frekuensi rendah, menengah dan tinggi. Sedangkan bagi para relawan perokok pasif, peneliti melakukan pemeriksaan nikotinin (produk hasil nikotin) pada darah mereka, yang dibuat ketika tubuh berhubungan dengan asap tembakau.

Hasil menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki pendengaran yang lebih buruk dibandingkan dengan orang lain yang tidak terkena paparan asap rokok. Para perokok pasif akan terlihat memiliki usaha lebih saat mereka mendengar suara di tengah kebisingan. Perokok pasif meningkatkan resiko gangguan pendengaran sekitar sepertiga dari seluruh frekuensi suara.

Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui pasti berapa jumlah yang harus diterima para perokok pasif sehingga pendengaran mereka mengalami kerusakan dalam tingkatan terendah sekalipun.

Tak hanya menerima paparan asap, merokok aktif secara teratur merupakan faktor resiko yang signifikan penyebab hilangnya pendengaran. Gangguan pendengaran dapat menyebabkan frustasi serta isolasi sosiakl jika tidak segera ditangani. Jadi lakukan pertimbangan matang sebelum Anda menyalakan rokok, karena dampaknya dapat menimpa Anda dan orang-orang terdekat Anda.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Passive smoking 'linked' to hearing loss in teens. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/news/pregnancy-and-child/passive-smoking-linked-to-hearing-loss-in-teens/)
Dose passive smoking induce sensorineural hearing loss in children?. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24246243)
Secondhand Smoke Exposure and the Risk of Hearing Loss. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3071573/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app