Viral! ​Pengaruh Kabut Asap, Pemotor Nyaris Pingsan di Riau

Dipublish tanggal: Sep 16, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Viral! ​Pengaruh Kabut Asap, Pemotor Nyaris Pingsan di Riau

Belakangan ini berita mengenai kabut asap yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta Malaysia menjadi perhatian utama dan mengisi halaman berita berbagai media nasional, baik media online maupun media cetak. 

Kondisi kebakaran tersebut semakin bertambah parah setelah musim kemarau melanda beberapa wilayah sehingga terjadi kekeringan dan menyebabkan lahan menjadi lebih mudah terbakar.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Ada pula beredar sebuah foto dan video yang menggambarkan seorang pengendara motor wanita terlihat hampir jatuh dari motor di tengah kabut asap tebal yang terjadi di Riau dan dikabarkan wanita tersebut mengalami sesak nafas. Tapi apakah pencemaran udara dapat berdampak pada sesak nafas dan hilangnya kesadaran?

Pengaruh kabut asap dapat menyebabkan hilangnya kesadaran

Secara umum, asap dari kebakaran hutan sendiri terdiri dari berbagai campuran gas dan partikel kecil yang berasal dari kayu atau bahan organik lain yang terbakar dan berbahaya bagi kesehatan.

Paparan partikel berbahaya yang terkandung dalam kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) biasanya berisi kandungan karbon monoksida, hidrogen sianida, ataupun hidrogen sulfida yang akan masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan nyeri dada, pecepatan detak jantung, serta sesak napas.

Jika paparan partikel tersebut masuk ke dalam saluran pernapasan biasanya akan menyebabkan seseorang menjadi sulit bernapas dan secara tidak langsung dapat mengganggu jumlah oksigen dalam darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau dikenal juga dengan istilah hipoksia. 

Jika pengiriman dan aliran oksigen dalam darah pada otak dan seluruh tubuh terhambat, maka berbagai organ dalam tubuh juga akan mengalami gangguan yang menyebabkan organ penting tubuh tidak dapat bekerja dengan baik, termasuk otak. Hal ini juga berdampak pada tingkat kesadaran seseorang yang dapat menurun akibat tidak tersuplai oksigen sehingga menyebabkan orang tersebut tidak sadarkan diri.

Pengaruh pencemaran udara bagi kesehatan secara keseluruhan

Selain itu, pengaruh kualitas udara yang buruk juga dapat mengganggu kondisi kesehatan dan menyebabkan gangguan yang cukup parah, terutama pada saluran pernapasan dapat terjadi gejala ISPA, pneumonia, asma, hingga kanker paru-paru. Partikel berbahaya dari kebakaran hutan dan lahan itu juga dapat menyebabkan masalah kulit, masalah penglihatan, hingga gangguan mental seperti psikosis, serta penyakit kronis seperti jantung koroner. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Untuk melawan partikel berbahaya tersebut, tubuh akan berusaha melindungi diri dari asap dengan memproduksi lebih banyak air mata dan lendir sehingga menyebabkan Anda lebih mudah pilek, batuk, gatal di tenggorokan hingga sakit kepala.

Risiko terbesar polusi udara akan lebih mudah terjadi pada anak-anak, orang lanjut usia, serta ibu hamil karena mereka memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingan orang dewasa pada umumnya. Hal ini juga lebih mudah menyerang mereka yang memiliki masalah penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Sebenarnya tak hanya di Riau dan daerah di sekitarnya yang terkena kabut asap, ibukota Jakarta pun sudah lama mengalami pencemaran udara. Yang membedakan menurut Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, jika sumber polusi udara terbesar yang terjadi di DKI Jakarta akibat asap dari penggunaan kendaraan bermotor, polusi udara yang terjadi di Sumatera lebih disebabkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Cara mengurangi dampak kabut asap bagi kesehatan

Kebakaran hutan yang sudah terjadi begitu luas di berbagai wilayah di Indonesia, terutama Kalimantan dan Sumatera pasti memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat di sana. 

Bayangkan, ada banyak penerbangan yang terpaksa harus dibatalkan dan kegiatan belajar mengajar yang juga harus dihentikan sementara waktu untuk memastikan anak-anak sekolah terhindar dari paparan pencemaran udara yang buruk ketika berada di luar rumah.

Untuk itu, beberapa langkah berikut mungkin sedikit membantu mengurangi dampak kabut asap pada kesehatan:

  • Hindari aktivitas di luar ruangan atau di luar rumah, ketika terpaksa harus berpergian ada baiknya menggunakan masker penutup untuk menangkal paparan langsung kabut asap
  • Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang, sepatu, serta penutup kepala, dan masker untuk menghindari paparan pencemaran udara pada kulit
  • Segera mandi dan membersihkan pakaian habis pakai setelah keluar rumah agar partikel beracun tidak menempel lama pada pakaian
  • Minum air putih lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik
  • Hindari membuka jendela rumah dan sebaiknya menggunakan mesin pendingin udara (AC) dan purifier (mesin pembersih udara)
  • Penuhi kebutuhan gizi dengan makanan sehat, seperti buah dan sayur, serta kacang-kacangan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan mencegah inflamasi (peradangan)
  • Konsumsi tambahan suplemen dan herbal dengan kandungan seperti green tea atau peppermint yang kaya antioksidan untuk membantu menjaga kesehatan paru-paru dan membantu fungsi kerja hati dalam mendetoksifikasi racun dalam tubuh

Baca juga: Tips Detox Akibat Pencemaran Udara

1 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Impact to lung health of haze from forest fires: the Singapore experience. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10894108)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app