Cara Memahami Batuk Berdahak pada Bayi

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 4 menit
Cara Memahami Batuk Berdahak pada Bayi

Bayi umumnya masih rentan dengan beragam penyakit karena ketahanan tubuh yang belum kuat dan terbentuk sempurna. Salah satu penyakit yang sering dialami oleh bayi adalah batuk.

Batuk terutama batuk berdahak memang bukan penyakit yang terlalu mengkhawatirkan jika diderita oleh bayi, namun kondisi tersebut akan membuat anak akan lebih mudah rewel karena merasa tidak nyaman dan saluran nafasnya menjadi terganggu. Oleh sebab itu, dibutuhkan perhatian oleh orang tua dan memahami cara meredakan batuk berdahak pada anak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

Penyebab dan gejala batuk berdahak pada bayi

Batuk berdahak sendiri biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyerang saluran pernafasan. Beberapa jenis penyakit infeksi yang mengganggu pernapasan dan biasanya dialami bayi adalah batuk rejan, batuk croup, bronkiolitis, dan pneumonia. 

Selain infeksi, batuk berdahak dapat juga disebabkan oleh asma, alergi, iritasi saluran pernafasan, naiknya asam lambung, paparan polusi di sekitar seperti asap rokok, asap kendaraan, atau karena tidak sengaja menelan benda asing. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengeluarkan dahak yang terdapat di saluran pernapasan dengan beberapa cara alami.

Batuk berdahak juga seringkali disertai dengan demam, sesak napas, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, hingga mengurangi nafsu makan yang dapat menyebabkan anak menjadi rewel dan mudah menangis.

Cara membersihkan paru dan tenggorokan

Secara medis, batuk merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan dan membersihkan saluran pernafasan terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti lendir, dahak, debu ataupun sisa makanan yang mungkin tertinggal di tenggorokan. 

Batuk yang biasa terjadi adalah batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering terjadi karena tubuh berupaya untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan. Sedangkan batuk berdahak adalah upaya alami tubuh untuk mengeluarkan dan menghilangkan lendir yang ada di paru-paru dan tenggorokan. 

Biasanya batuk berdahak akan disertai dengan pilek atau flu. Jika bayi menderita pilek, maka lendir akan mengalir menuju tenggorokan (postnasal drip). Jika seorang anak menderita batuk biasanya akan muncul gejala mengganggu lainnya seperti demam, sakit tenggorokan, kehilangan selera makan, hidung tersumbat, serta mata merah. Kondisi tidak nyaman inilah yang akan menyebabkan bayi rewel. 

Iklan dari HonestDocs
Derma Filler Wajah Di Genese Clinic

Perawatan ini berfungsi untuk meninggikan hidung, membentuk dagu supaya lebih Vshape, membentuk bibir supaya lebih menawan, dan menghilangkan kantung mata. Perawatan ini di lakukan oleh dokter.

Derma filler wajah di genese clinic

Meredakan batuk berdahak pada bayi

Dahak atau lendir yang terdapat pada batuk berdahak mengandung sel darah putih di mana fungsi dari sel darah putih tersebut adalah untuk membantu membunuh kuman. Namun jika batuk berdahak ini dialami oleh bayi dan dibiarkan saja tanpa diobati, maka anak akan rewel karena kesulitan bernafas. Hal ini terjadi akibat menumpuknya dahak di tenggorokan yang menghalangi proses aliran nafas bayi.

Untuk meredakan batuk berdahak yang dialami anak, Anda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini:

Perbanyak asupan cairan

Bayi yang menderita batuk berdahak hendaknya diberikan asupan cairan yang cukup. Hal ini dimaksudkan untuk mengencerkan dahak yang terdapat di tenggorokan dan membantu mengeluarkannya secara lebih mudah. Selain itu, pemberian asupan yang cukup dapat menunjang kinerja tubuh untuk melawan infeksi penyebab batuk berdahak dan membuat tubuh tetap tehidrasi dengan baik.

Baca juga: Jumlah Kebutuhan Air Putih Sesuai Usia

Istirahat yang cukup

Bayi yang sedang sakit tentunya perlu memiliki waktu isitrahat yang cukup. Namun seringkali akibat batuk berdahak yang dialami, anak menjadi lebih rewel dan sulit untuk tidur. Padahal jika kurang istirahat tentunya batuk berdahak akan sulit untuk disembuhkan. Oleh sebab itu, para orang tua hendaknya mengusahakan agar anak tetap mendapat waktu istirahat yang cukup saat terkena batuk berdahak. Hal ini bermanfaat agar kondisi tubuh kembali fit dan kuat melawan infeksi penyebab batuk berdahak.

Lembapkan udara

Saat si kecil menderita batuk berdahak, Anda dapat melembapkan udara di sekitar anak. Hal ini dimaksudkan agar lendir yang ada di tenggorokan dapat berkurang dan pernafasan anak dapat kembali normal. Salah satu caranya dengan menggunakan humidifier yang dapat mengurangi paparan debu atau bakteri yang berada di sekitar. Jangan lupa pula, untuk rajin membersihkan ruangan maupun kamar bayi secara berkala agar anak terhindar dari debu atau kotoran yang berada di dalam ruangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Jauhkan diri dari polusi

Saat bayi mengalami batuk berdahak, penting bagi orangtua untuk menjaga kebersihan udara yang ada di sekitar bayi, termasuk paparan polusi udara mulai dari asap kendaraan hingga asap rokok. Jika udara kotor terhirup oleh anak tentunya akan membuat batuk akan semakin bertambah parah dan lama sembuhnya.

Baca juga: Dampak Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan

Jika anak terlanjur terkena batuk berdahak, hendaknya orang tua berkonsultasi dulu kepada dokter sebelum memberikan obat. Selain itu, orang tua hendaknya menghindari pemberian madu kepada bayi yang berusia di bawah 1 tahun untuk menghindari terjadinya botulisme pada bayi.

Batuk berdahak memang sering terjadi pada bayi dan tak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun bila terjadi perubahan warna pada dahak menjadi warna hijau, kuning,atau kecoklatan serta berbau, maka sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Hal ini untuk menghindari terjadi infeksi lebih lanjut pada anak terutama jika kondisi batuk tidak membaik dalam waktu 2 hari. Batuk yang semakin memburuk dapat menyebabkan kesulitan bernafas, terdapat mengi, dan menyebabkan anak kesulitan untuk minum. Selain itu, apabila suhu tubuh meningkat mencapai 38 derajat celcius pada bayi berusia di bawah tiga bulan atau 39 derajat Celcius untuk anak berusia di bawah 6 bulan maka orang tua harus segera memeriksakan anak ke dokter.

21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
314 labeling of drug preparations containing salicylates. Electronic Code of Federal Regulations. https://www.ecfr.gov/cgi-bin/text-idx?SID=76be002fc0488562bf61609b21a6b11e&mc=true&node=se21.4.201_1314&rgn=div8.
Sullivan JE, et al. Clinical report — Fever and antipyretic use in children. Pediatrics. 2011;127:580. Reaffirmed July 2016.
AAP Committee on Infectious Diseases. Recommendations for prevention and control of influenza in children, 2017-2018. Pediatrics. 2017;140:e20172550.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app