Keracunan Sinar Matahari

Dipublish tanggal: Mei 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 5 menit
Keracunan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari sebenarnya memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang mengalami defisiensi vitamin D. Salah satu manfaat vitamin D sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah berbagai penyakit seperti osteoporosis, kanker, hingga depresi. 

Keracunan sinar matahari mengacu pada kasus sengatan matahari yang parah dan disebut juga dengan fotodermatitis. Hal ini dapat terjadi setelah terpapar sinar ultraviolet (UV) dari matahari dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal, bersisik, serta kemerahan pada kulit yang melepuh.

Keracunan matahari dikenal sebagai erupsi cahaya polimorfik di mana keracunan matahari dapat muncul dalam berbagai bentuk berdasarkan sensitivitas tubuh seseorang terhadap sinar matahari. Tidak seperti sengatan matahari ringan, keracunan matahari biasanya membutuhkan perawatan medis untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

Apa saja gejala keracunan matahari?

Jika mengalami keracunan matahari, awalnya tubuh mungkin akan mengalami gejala kulit terbakar secara teratur apalagi jika terkena paparan sinar matahari terus menerus. Gejala kulit terbakar dapat muncul dalam waktu 6-12 jam setelah terpapar sinar UV. Kondisi ini termasuk meningkatnya risiko kerusakan kulit, seperti kulit kering dan muncul kerutan, bintik hitam dan kasar, atau bahkan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker kulit. Selain itu, kondisi kulit mungkin akan mengalami lecet sehingga terasa sakit atau gatal.

Jika gejala terus berlanjut dan merasakan adanya reaksi kulit yang tidak normal terutama setelah terpapar sinar matahari, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Perbedaan antara keracunan matahari dengan kondisi lain

Berbagai pengaruh kesehatan kulit dapat terjadi akibat paparan sinar matahari, meski gejalanya hampir sama, tetapi penting untuk membedakan antara gejala ruam matahari, terbakar sinar matahari, dan keracunan matahari. Berikut ini perbedaan antara keracunan matahari dengan kondisi lain:

Ruam matahari

Ruam matahari (alergi matahari) berkembang dari paparan sinar matahari atau keracunan sinar matahari, kondisi ini terkadang bersifat genetik. Gejala yang dihasilkan dari reaksi alergi matahari ini terlihat seperti ruam merah yang menyebar luas, rasa gatal, serta terjadinya benjolan kecil yang menimbulkan rasa gatal.

Alergi matahari terjadi secara teratur akibat paparan sinar matahari dan mungkin memerlukan perawatan rutin dari dokter kulit. Ruam matahari yang berkembang dari keracunan matahari lebih merupakan kondisi berat yang membutuhkan perawatan medis.

Kulit terbakar ringan (sunburn)

Dalam kasus terbakar sinar matahari ringan, mungkin muncul kulit kemerahan, rasa sakit, dan pembengkakan. Kulit terbakar dapat terbantu pengobatannya dengan bahan alami seperti gel lidah buaya yang dapat membantu menenangkan kondisi kulit.

Terkadang mandi air dingin atau menggunakan penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat membantu menghilangkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga kulit terbakar dapat sembuh dengan sendirinya tanpa komplikasi yang serius.

Baca juga: 9 Manfaat Mandi Air Dingin Bagi Kesehatan

Keracunan matahari

Kondisi keracunan matahari secara signifikan lebih buruk daripada terbakar sinar matahari ringan. Selain mengalami panas di kulit seperti terbakar matahari, orang yang mengalami keracunan matahari mungkin juga dapat merasakan gejala berikut:

  • Kulit melepuh atau mengelupas
  • Kemerahan dan rasa sakit yang parah
  • Demam (dan terkadang menggigil)
  • Dehidrasi
  • Kulit membengkak
  • Mual atau muntah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Pingsan atau hilang kesadaran

Apa yang menyebabkan keracunan matahari?

Istilah "keracunan matahari" mungkin bisa sedikit membingungkan karena menganggap bahwa paparan sinar matahari merupakan racun yang dapat merusak kesehatan tubuh. Tetapi keracunan sinar matahari sebenarnya mengacu pada luka bakar parah akibat paparan sinar UV yang berasal dari matahari.

Keracunan matahari sendiri sebenarnya merupakan salah satu bentuk alergi yang bisa dialami oleh siapa saja. Hal ini bisa terjadi karena terlalu lama berjemur di bawah terik matahari, tidak memakai tabir surya (sunscreen), atau mungkin lupa mengambil tindakan pencegahan ekstra terutama bagi mereka yang berisiko lebih tinggi terkena sengatan matahari.

Risiko terkena keracunan matahari dapat meningkat terutama bagi mereka yang:

  • Memiliki kulit putih
  • Memiliki kerabat atau keluarga yang menderita kanker kulit
  • Sedang minum antibiotik
  • Mengonsumsi kontrasepsi oral
  • Menggunakan suplemen herbal tertentu seperti St. John's wort
  • Menderita eksim atau lupus yang membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya
  • Mengoleskan minyak jeruk ke kulit sebelum terkena paparan sinar matahari
  • Tinggal di wilayah yang dekat dengan garis katulistiwa
  • Berada di ketinggian tinggi seperti daerah pegunungan
  • Sering ke pantai karena sinar matahari memantulkan cahaya lebih banyak ke pasir dan air
  • Menggunakan asam alfa hidroksi (AHA) seperti kulit kimia

Bagaimana cara mencegah dan mengobati keracunan matahari?

Jika Anda mengalami keracunan matahari segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut karena dokter dapat membantu memberikan perawatan untuk mencegah komplikasi terkait, seperti kerusakan kulit dan dehidrasi parah. Dalam beberapa kasus yang berat mungkin diperlukan penanganan gejala lain yang terkait, terutama jika mengalami dehidrasi atau gejala seperti flu, seperti demam atau nyeri otot.

Oleh karena itu, saat akan keluar rumah di siang hari, setiap orang disarankan untuk menggunakan tabir surya (sunscreen) yang dapat membantu mencegah terjadinya paparan sinar matahari berlebihan ke kulit yang mungkin dapat menyebabkan terbakarnya sinar matahari bahkan keracunan matahari. Perlu diingat juga, cara alami terbaik untuk mencegah keracunan matahari adalah dengan membatasi diri saat berjemur di bawah sinar matahari.

Baca juga: Manfaat Air Putih Bagi Tubuh

Penggunaan tabir surya memang penting dan haruslah memiliki kandungan lengkap untuk melawan sinar UV dari matahari. Gunakan produk sunblock yang berlabel SPF untuk melindungi kulit dari sinar UVB dan yang memiliki spektrum luas untuk melindungi kulit dari sinar UVA. Selain itu, kandungan titanium dioxide atau zine oxide juga diperlukan sebagai mineral kulit yang dapat membantu mencegah alergi kulit terhadap matahari.

Sebagai tindakan awal untuk mengatasi keracunan matahari adalah dengan menerapkan air dingin atau kompres pada kulit terlebih dahulu. Penggunaan lotion atau pelembap ke kulit juga dapat membantu mempertahankan kelembaban kulit sebaik mungkin. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan minum air putih lebih banyak. Jumlah cairan yang cukup dalam tubuh dapat membantu mengisi kembali kelembaban yang hilang dari kulit yang sangat kering.

Keracunan matahari juga dapat diobati dengan cara:

  • Cairan intravena (IV) untuk mengatasi dehidrasi
  • Krim steroid untuk mengobati bekas luka bakar
  • Steroid oral untuk nyeri dan pembengkakan
  • Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit
  • Antibiotik topikal untuk mencegah infeksi

Bisakah keracunan matahari menyebabkan komplikasi?

Ketika tidak diobati, keracunan matahari dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. Dehidrasi akan berkembang dengan cepat saat mengalaminya sehingga sangat penting untuk minum air putih atau cairan elektrolit setelah berjemur di matahari.

Selain itu, seseorang yang mengalami keracunan sinar matahari mungkin akan mengalami infeksi yang dapat berkembang jika kulit tertusuk goresan pada luka bakar atau bekas lecet yang muncul. Jika Anda melihat adanya luka atau ruam kemerahan pada kulit, segera temui dokter untuk berkonsultasi. Karena hal ini bisa menunjukkan infeksi yang lebih parah yang mungkin menyebar ke aliran darah dan mungkin diperlukan antibiotik oral.

Komplikasi lain keracunan matahari mungkin tidak muncul sampai lama setelah hilangnya rasa terbakar, lecet, dan rasa sakit pada kulit tetapi orang yang mengalami sengatan matahari parah berisiko lebih tinggi terkena keriput dini dan bintik-bintik kulit di kemudian hari. Risiko mengalami kanker kulit juga dapat meningkat jika terkena paparan matahari dalam waktu yang lama dan intens.

Baca juga: 10 Langkah Mengatasi Kulit Terbakar Sinar Matahari


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sun allergy - Symptoms and causes. Mayo Clinic. (Accessed via: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sun-allergy/symptoms-causes/syc-20378077)
Sunburn Relief, Remedies, Treatment & Duration. MedicineNet. (Accessed via: https://www.medicinenet.com/sunburn_and_sun_poisoning/article.htm)
Sun poisoning: Symptoms, treatment, and prevention. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/318005)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app