Kista Arachnoid Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kista Arachnoid  Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Apa itu kista arachnoid?

Kista arachnoid berupa kantung berisi cairan di dalam kepala atau tulang belakang. Kista arachnoid berkembang di antara otak atau sumsum tulang belakang dan membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang, yang disebut membran arachnoid. Cairan dalam kista yang sering ditemukan adalah cairan serebrospinal (CSF), cairan bening yang melindungi dan memberi makan otak dan sumsum tulang belakang.

Kista arachnoid lebih sering terjadi di dalam kepala daripada di sekitar sumsum tulang belakang. Di kepala anak-anak, kista arachnoid dapat berada di antara otak dan tengkorak atau di dalam otak. Kista arachnoid di otak terbentuk di ruang terbuka yang disebut ventrikel yang biasanya mengandung CSF.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Kista arachnoid ditemukan di banyak bagian otak. Sebagian besar berada di tengah atau belakang otak.

Kista Arachnoid pada Anak

Di Amerika Serikat, sekitar 3 anak di setiap 100 memiliki kista arachnoid. Sebagian besar kista ini tidak pernah menyebabkan masalah atau gejala atau memerlukan perawatan apa pun. Dokter sering menemukan kista arachnoid ketika mereka memeriksa anak karena alasan lain, seperti setelah cedera kepala.

Jika anak memiliki kista yang tidak menyebabkan gejala, dokter mungkin hanya akan mengamati untuk memastikan tidak ada perubahan ukuran. Jika kista menyebabkan gejala, dokter dapat mengangkatnya dengan cara operasi. Sebagian besar anak-anak dengan kista arachnoid tidak perlu dioperasi.

Kista arachnoid sering muncul saat anak lahir (bawaan). Kista arachnoid jenis ini disebut kista arachnoid primer.

Gejala Kista Arachnoid

Kebanyakan orang dengan kista arachnoid tidak memiliki gejala. Dokter kerap menemukan kista ini ketika anak tanpa gejala melakukan pemindaian CT (computed tomography) atau MRI (magnetic resonance imaging) otak. Jika kista anak tidak menimbulkan gejala, anak mungkin tidak perlu dirawat. Dokter akan mengawasi kista untuk memastikan tidak ada perubahan ukuran pada kista.

Kista arachnoid jarang menyebabkan masalah yang mengarah pada gejala. Gejala-gejalanya dapat berkaitan dengan seberapa besar kista itu dan di mana letaknya. Sebagai contoh, kista dapat menghalangi aliran cairan serebrospinal (CSF). CSF yang tersumbat mengarah ke kondisi yang disebut hidrosefalus, yang meningkatkan tekanan di dalam tengkorak. Jika kista arachnoid berdarah, dapat menyebabkan sakit kepala yang tiba-tiba dan parah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Jika kista anak menimbulkan gejala, dokter mungkin menyarankan operasi untuk menghilangkannya. Tetapi kebanyakan anak-anak dengan kista arachnoid tidak perlu dioperasi.

Mendiagnosis Kista Arakhnoid

Dokter sering menemukan kista arachnoid ketika mereka memeriksa anak karena alasan lain, seperti setelah cedera kepala. Kista arachnoid dapat muncul ketika seorang anak melakukan CT scan atau MRI otak.

Jika dokter menemukan kista arachnoid, anak akan dirujuk ke Klinik Bedah Saraf untuk evaluasi lengkap. anak akan membutuhkan MRI otak dengan tes kontras. Tes pencitraan ini membantu dokter membedakan kista arachnoid dari jenis penyakit lain, seperti tumor.

Mungkin sangat menegangkan untuk mengetahui bahwa anak kemungkinan memiliki kista atau kondisi yang mempengaruhi otak atau sumsum tulang belakang. rumah sakit akan dengan cermat meninjau pemindaian anak dan gejala apa pun yang harus didiagnosis oleh anak. Tim rumah sakit berpengalaman dalam mendiagnosis kista arachnoid, membedakannya dari penyakit lain dan memutuskan apakah mereka perlu dioperasi.

Sebagian besar anak-anak tidak perlu operasi jika mereka memiliki kista arachnoid tanpa gejala. Jika anak tidak memiliki gejala, anak hanya akan membutuhkan MRI untuk memastikan kista tidak tumbuh dan mulai menyebabkan gejala. Tim anak akan merekomendasikan jadwal untuk melakukan MRI.

Pilihan Perawatan Kista Arachnoid

Kista arachnoid jarang menyebabkan gejala. Jika anak memiliki kista tanpa gejala, dokter hanya akan mengamati kista untuk memastikan tidak ada perubahan ukuran.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Jika kista arachnoid menyebabkan gejala, anak mungkin perlu dioperasi untuk mengangkatnya. Bergantung pada kebutuhan anak, ahli bedah saraf akan merekomendasikan 1 dari 2 operasi untuk mengangkat kista.

1. Membuka kista (fenestrasi)

Ahli bedah saraf akan membuat sayatan kecil (irisan) di dekat kista arachnoid dan mengeluarkan sepotong kecil tulang tengkorak. Kemudian ahli bedah saraf akan meletakkan tabung kecil yang fleksibel yang disebut endoskop melalui sayatan tersebut. Endoskop memiliki cahaya kecil dan kamera yang memungkinkan ahli bedah saraf untuk melihat kista. Ahli bedah saraf menggunakan endoskop untuk membuat lubang di kista dan membukanya (fenestrasi). Setelah kista arachnoid telah dibuka, cairan di dalamnya akan mengalir keluar dari kista ke Daerah lain di otak yang mengandung cairan serebrospinal (CSF). Tubuh anak akan menyerap kembali cairan dari kista.

2. Meletakkan shunt ke dalam kista

 Shunt berupa tabung kecil (kateter) yang mengalirkan CSF dari satu tempat ke tempat lain. Pelajari lebih lanjut tentang shunt.

Setelah ahli bedah saraf anak membuat luka kecil di dekat kista arachnoid, mereka akan menempatkan shunt ke dalamnya. Shunt mengalirkan cairan dari kista ke bagian lain dari tubuh anak, seperti perut (abdomen). Setelah cairan berada di dalam perut, tubuh anak akan menyerapnya kembali.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app