ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Mewaspadai 4 Risiko Efek Samping Metformin Pada Tubuh

Dipublish tanggal: Agu 19, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mewaspadai 4 Risiko Efek Samping Metformin Pada Tubuh

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Metformin adalah salah satu obat diabetes yang paling banyak digunakan karena terjangkau dan efek sampingnya minim.
  • Obat ini menjadi pilihan pertama pada pasien dengan berat badan berlebih, terutama ketika sudah melakukan diet ketat namun gagal mengendalikan diabetes.
  • Efek samping metformin pada pencernaan meliputi mual, muntah, sakit perut, diare, perut kembung, hingga sembelit.
  • Perbanyak asupan vitamin B12 dan kalsium dari makanan untuk menghindari risiko anemia saat mengonsumsi metformin.
  • Orang yang mengonsumsi metformin dapat mengalami hipoglikemia jika tidak diimbangi dengan penerapan pola hidup sehat.
  • Klik untuk mendapatkan Metformin atau obat diabetes lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Dari sekian banyak jenis obat diabetes yang ada, metformin adalah salah satu yang paling banyak digunakan oleh pengidap diabetes (diabetesi). Pasalnya, obat ini lebih terjangkau dan efek sampingnya lebih minim dibandingkan obat-obatan lain. Meski demikian, Anda tetap harus menggunakannya sesuai dosis sebab jika tidak, hal ini bisa meningkatkan risiko efek samping metformin dalam tubuh. 

Metformin obat apa?

Metformin adalah obat diabetes yang cukup banyak dipilih oleh dokter untuk pengidap diabetes tipe 2. Obat ini merupakan pilihan pertama pada pasien dengan berat badan berlebih, terutama ketika sudah melakukan diet ketat namun gagal mengendalikan diabetes.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Metformin bekerja dengan cara mengurangi jumlah gula yang dilepaskan oleh organ hati. Akibatnya, kadar gula darah yang semula tinggi perlahan-lahan mulai menurun hingga kembali normal. 

Selain itu, metformin juga mampu mengatur respon tubuh terhadap insulin. Hal inilah yang kemudian akan menekan peningkatan kadar gula darah penderita.

Namun, perlu diketahui bahwa metformin tidak dapat diberikan pada pengidap diabetes 1 yang organ pankreasnya sudah tidak mampu memproduksi insulin. Metformin juga tidak dapat menyembuhkan diabetes, tapi hanya membantu menurunkan kadar gula darah saja.

Efek samping metformin pada tubuh

Melansir dari Healthline, para ahli mengungkapkan bahwa metformin adalah salah satu obat diabetes yang efek sampingnya paling minim. Meski begitu, tetap saja ada kemungkinan obat ini akan menimbulkan efek samping pada tubuh, terutama bila digunakan dengan dosis yang tidak sesuai.

Sejumlah efek samping metformin adalah sebagai berikut:

1. Gangguan pencernaan

Mengutip dari penelitian dalam jurnal Diabetes, Obesity, and Metabolism tahun 2017, obat diabetes metformin dapat memicu gejala gangguan pencernaan berupa diare dan perut kembung. Beberapa pasien lainnya juga dapat mengalami mual, muntah, sakit perut, hingga sembelit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Efek samping metformin ini biasanya muncul ketika awal-awal penggunaan. Untuk mengatasinya, cobalah konsumsi metformin saat makan supaya pencernaan Anda terasa lebih nyaman.

2. Anemia

Meski jarang terjadi, metformin dapat menurunkan kadar vitamin B12 dalam tubuh dan menyebabkan anemia. Kondisi ini bisa diperparah jika Anda tidak mendapakan vitamin B12 atau kalsium yang cukup lewat makanan.

Gejala anemia akibat efek samping metformin adalah kelelahan dan pusing. Bila ini terjadi, segera periksakan diri ke dokter.

3. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Jika digunakan secara tunggal, obat metformin cenderung tidak menyebabkan kadar gula darah rendah (hipoglikemia). Namun, dalam kasus yang jarang, seseorang yang mengonsumsi metformin dapat mengalami hipoglikemia jika tidak melakukan pola hidup yang sehat, contohnya:

  • Makan sembarangan
  • Olahraga terlalu berat
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Konsumsi obat diabetes lainnya

Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan rutinitas Anda minum obat diabetes dengan pola hidup sehat. Mulai dari konsumsi makanan sehat dan bergizi, olahraga teratur, dan hindari alkohol. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengonsumsi obat diabetes maupun obat lainnya guna menghindari risiko interaksi obat.

Baca Selengkapnya: Jenis Makanan Penurun Gula Darah untuk Penderita Diabetes

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

4. Asidosis laktat

Asidosis laktat adalah penumpukan asam laktat dalam tubuh yang bisa berakibat fatal. Asam laktat sebetulnya dibuat secara alami oleh otot dan sel darah merah, namun jika kadarnya berlebihan bisa membahayakan tubuh.

Meski jarang, kondisi ini bisa saja terjadi karena metformin mampu menghasilkan asam laktat dalam jumlah besar, sehingga kadarnya menumpuk dalam tubuh. Hati-hati, ini merupakan keadaan darurat medis yang harus segera ditangani di rumah sakit.

Segera hubungi dokter jika muncul gejala berikut:

  • Kelelahan ekstrem
  • Nafsu makan menurun
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung cepat atau lambat
  • Tubuh terasa dingin
  • Nyeri otot
  • Kulit memerah dan menghangat secara mendadak
  • Sakit perut disertai gejala lainnya

Baca Juga: Vitamin untuk Diabetes, Apakah Memang Perlu?

Perlu diketahui bahwa efek samping metformin di atas tidak mesti terjadi pada semua orang. Hal ini tergantugn dari dosis obat, tingkat ketahanan tubuh, kepatuhan minum obat, dan faktor-faktor penyerta lainnya. Yang tak kalah penting, metformin adalah obat diabetes yang harus digunakan sesuai dosis guna mencegah risiko efek samping yang merugikan tubuh.

6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Diabetes, Obesity, and Metabolism. Comparison of medication adherence and persistence in type 2 diabetes: A systematic review and meta-analysis. (https://dom-pubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/dom.13160). 14 November 2017.
WebMD. Metformin Side Effects. (https://www.webmd.com/diabetes/metformin-side-effects). 12 Juni 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app