Cara Aman Mengatasi Susah Bab Saat Hamil Tanpa Obat

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Cara Aman Mengatasi Susah Bab Saat Hamil Tanpa Obat
Penelitian menyimpulkan bahwa separuh dari wanita hamil mengalami keluhan susah buang air besar (BAB) atau dikenal juga sebagai konstipasi ataupun sembelit. Mengatasi susah BAB saat hamil pun tidak boleh sembarangan, harus benar-benar hati-hati karena ada janin yang harus dilindungi. Setiap ibu hamil memang harus menjalani setiap perubahan yang terjadi dalam tubuhnya. Rasa lelah, kembung, mual, kaki bengkak, dan termasuk susah BAB harus dijalani dengan sabar. Yakinlah bahwa semua akan berlalu dengan cepat dan akan terbayar kontan ketika menjadi seorang ibu seutuhnya. Keluhan susah buang air besar saat hamil biasanya terjadi selama trimester pertama dan ketiga, dan ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu jika ibu hamil tidak mengambil tindakan guna meringankan kondisi ini. Untuk itu, kita perlu tahu langkah-langkah yang bisa dilakukan bagi para calon ibu untuk mengatasi susah BAB saat hamil. Beragam cara memang bisa dilakukan, ada cara instan dengan menggunakan obat pencahar yang ada di apotek, namun apakah obat sembelit itu aman untuk ibu hamil? Daripada menimbulkan resiko yang tak diinginkan mendingan kita gunakan cara alami selain obat untuk mengatasi susah BAB pada hamil. Agar berhasil dalam mengatasinya, maka harus kita ketahui terlebih dahulu penyebab dan prinsip-prinsip kenapa terjadi masalah susah buang air besar selama kehamilan.

Agar bisa mengatasi susah BAB saat Hamil, Ketahui Penyebabnya!

Banyak hasil penelitian menjelaskan bahwa sembelit atau susah BAB dialami lebih banyak oleh wanita ketimbang pria, yakni sekitar dua kali lipatnya. Selain itu, sebanyak 38% wanita juga mengalaminya selama kehamilan. Penyebab susah BAB saat hamil ini bisa beragam, namun yang paling sering karena:

1. Perubahan Hormon

Selama kehamilan tidak hanya bentuk fisik wanita yang berubah, namun juga kondisi hormonalnya. Meskipun tidak terlihat langsung, perubahan hormon ini efeknya akan dirasakan secara jelas oleh ibu hamil. Misalnya peningkatan hormon progesteron, akan mengakibatkan otot sadar menjadi lebih rileks. Otot yang sudah menjadi lebih rileks ini juga dialami oleh organ pencernaan. Masalah timbul ketika otot - otot pencernaan mengalami rileksasi yang berlebihan, pergerakan usus menjadi lambat dan akhirnya proses BAB pun jadi terhambat.
Saat progesteron meningkat, kadar hormon motilin akan menurun. Motilin inilah yang meberitahu otak agar melakukan kontraksi pada usus sehingga melancarkan BAB.

2. Meningkatnya Kebutuhan akan Air

Air sangat penting untuk pertumbuhan janin yang sehat. Air akan membantu darah membawa nutrisi untuk bayi dalam kandungan, serta membantu menghilangkan zat limbah dari tubuh ibu dan bayinya. Selain itu, fakta bahwa volume darah akan meningkat sebanyak 50% saat kehamilan juga mengharuskan ibu hamil meningkatkan asupan air selama kehamilannya. Bahkan jika ibu hamil sudah minum banyak air hingga harus buang air kecil setiap setengah jam pun, kemungkinan dehidrasi masih dapat terjadi. Karena itulah, tubuh mensiasatinya dengan manarik air dari makanan di saluran pencernaan lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini akan membuat kotoran dalam usus kekurangan air dan membentuk padatan tinja yang lebih sulit dikeluarkan hingga ibu hamil mengalami susah BAB.

3. Pengaruh Berat Badan Bayi

Pada tahap akhir kehamilan, kondisi perut yang semakin membesar tidak hanya mempersulit gerakan ibu hamil. Namun juga dapat menekan usus besar, menghalangi geraknya feses dalam usus sehingga mempersulit ibu hamil untuk BAB. Umumnya hal ini dialami oleh ibu hamil di trimester ke tiga atau hamil tua.

4. Efek Mengonsumsi Vitamin dan Suplemen Prenatal

Para calon ibu pasti sudah sangat mempersiapkan kehamilannya, termasuk dengan mengonsumsi vitamin khusus ibu hamil. Dokter juga biasanya akan meresepkan vitamin prenatal untuk memastikan ibu dan bayinya mendapatkan cukup nutrisi penting yang meraka butuhkan. Selain vitamin, biasanya ibu hamil juga akan mengonsumsi suplemen zat besi untuk mendukung peningkatan kebutuhan akan darah, apalagi untuk calon ibu yang sering mengalami anemia, maka hal ini sangat dianjurkan. Sayangnya, terlalu banyak mengonsumsi suplemen zat besi dapat menyebabkan disbiosis dan melambatnya kemampuan usus. Bicarakan dengan dokter atau ahli kandungan untuk mendapat rekomendasi jenis dan dosis yang tepat untuk suplemen penambah darah ini. Sebaiknya gunakan suplemen yang berbahan dasar tumbuhan dibanding dari hewan atau bahan kimia agar Anda tak mengalami susah BAB saat hamil.

5. Konsumsi Makanan yang Menyebabkan Sembelit

Hal lain yang dapat menyebabkan susuh BAB saat hamil adalah asupan makanan yang kurang tepat. Beberapa makanan seperti daging, fast food, dan gula sudah lama dikenal sebagai pemicu dan juga memerparah sembelit karena jenis makanan ini hanya sedikit kandungan seratnya. Ada juga beberapa makanan yang dianggap aman namun ternyata dapat menjadi pemicu sembelit saat hamil seperti cokelat, pisang mentah dan kafein. Nah, untuk mengatasi susuh BAB saat hamil yang kemungkinan disebabkan oleh makan-makan tadi cukup sederhana caranya, ganti saja jenis makanan tadi dengan makanan kaya serat seperti oatmeal atau buah.

Bagaimana Mengatasi Susah BAB pada Ibu Hamil?

Mengingat pentingnya menjaga kesehatan ibu dan bayinya, kebanyakan dokter akan menyarankan solusi alami yang bebas bahan kimia berbahaya dan menghindari prosedur berisiko untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil ini. Selain itu, terlalu sering sembelit juga dapat memicu timbulnya wasir dan fisura anus yang sebaiknya dihindari saat hamil.

Berikut adalah beberapa cara yang dianjurkan untuk mengatasi susah BAB saat hamil:

1. Makan Banyak Buah dan Sayuran

Buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, polong-polongan serta biji-bijian merupakan bahan makanan yang kaya serat, tentunya dapat memperlancar proses pencernaan ibu hamil. Selain itu beberapa makanan ini juga memiliki efek pencahar alami. Polong-polongan adalah salah satu contohnya, namun jika Anda alergi kacang polong, disarankan untuk menggantinya dengan biji chia atau biji rami. Biji-bijian ini dapat menyerap air secara alami, mengonsumsinya berarti membuat kotoran jadi lebih banyak kandungan airnya sehingga lebih mudah dikeluarkan. Cara konsumsinya bebas saja sesuai selera, seperti dengan menambahkan dua atau tiga sendok biji chia atau biji rami kedalam sarapan oatmeal, atau sebagai pelengkap salad.

 2. Perbanyak Gerak

Untuk ibu hamil di trimester ketiga, dengan kondisi perut yang semakin membesar biasanya akan jarang bergerak apalagi berolahraga. Padahal, banyak dokter menyarankan agar ibu hamil tetap melakukan gerakan-gerakan ringan seperti berenang, melakukan olahraga ringan, atau berjalan mengitari rumah. Bahkan gerakan mondar-mandir di dalam rumah bisa memperlancar BAB. Namun, bunda harus tetap berhati-hati ya, karena saat aktif bergerak bisa saja mengalami beberapa risiko pada kehamilan. Untuk itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan panduan gerakan aman untuk mengatasi sembelit saat hamil.

4. Makan sedikit-sedikit

Sedikit makan dengan makan sedikit-sedikit itu beda lho. Jadi untuk jumlah komsumsi dalam sehari tetaplah sama sesuai yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi. Namun, jangan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus, karena bisa berdampak pada timbulnya sembelit. Meskipun nafsu makan Anda meningkat selama kehamilan, hindari makan dalam jumlah banyak sekaligus. Makanlah dalam porsi yang normal atau sedikit tapi mencukupi kebutuhan nutrisi Anda, selain terhindar dari risiko sembelit kebutuhan nutrisi pada bayi juga akan terpenuhi. Cara konsumsi agar masalah sembelit dapat teratasi, makanlah sedikit-sedikit tapi sering. Jika biasanya Anda mengonsumsi 3 piring penuh dalam sehari, maka dari yang biasanya dimakan 3 kali, ubahlah menjadi 4-5 kali makan.

5. Minum Cukup Air

Minum cukup air sudah tentu sangat bermanfaat untuk ibu hamil, untuk itu kita perlu menghitung-hitung berapa sebenarnya kebutuhan minimal air minum untuk ibu hamil. Caranya mudah kok.
Bagilah berat badan bunda menjadi dua dan tambahkan 20 untuk menentukan batas air yang harus diminum sehari dalam satuan ons.
Misalnya ibu hamil dengan berat 70 kg maka batas minimum konsumsi airnya adalah 55 ons (35+20) atau sekitar 5 liter air. Ukuran ini merupakan batas minimal saja, jadi menambahkan lebih banyak asupan air apalagi saat kehamilan tua sangat dianjurkan. Cara-cara sederhana untuk mengatasi susah BAB saat hamil ini juga bisa ditambahkan dengan mengonsumsi makanan dan suplemen alami yang sudah terbukti dapat memperlancar pencernaan, misalnya suplemen probiotik dan prebiotik.
19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Trottier, M., Erebara, A., Bozzo, P. (2012, August). Treating constipation during pregnancy. Canadian Family Physician, 58(8), 836-838 (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3418980/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app