Bagaimana, sih, Cara Membeli Obat Herbal dengan Benar?

Dipublish tanggal: Nov 25, 2020 Update terakhir: Des 7, 2020 Waktu baca: 4 menit
Bagaimana, sih, Cara Membeli Obat Herbal dengan Benar?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Di Indonesia, obat-obatan yang beredar di pasaran--termasuk obat herbal--harus lolos standar kelayakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dulu;
  • Obat-obatan herbal tersebut tidak diperbolehkan memiliki kandungan Bahan Kimia Obat (BKO). Campuran dua bahan tersebut berbahaya bagi kesehatan;
  • Anda dapat memastikan kualitas obat-obatan herbal dengan cara berikut:
    • Pastikan obat sudah terdaftar di BPOM;
    • Pilih merek yang sudah dikenal secara luas dalam skala nasional;
    • Perhatikan reputasi penjual, e-commerce, dan marketplace tempat Anda membeli obat;
    • Cermati tanggal kedaluwarsa produk.
  • Jika Anda memiliki kondisi medis atau mengidap penyakit tertentu, selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat herbal;
  • Jika gejala terus berlanjut atau memburuk setelah mengonsumsi obat herbal, segera periksakan diri ke dokter;
  • Klik untuk membeli obat herbal, vitamin dan suplemen, serta asupan makanan sehat dari rumah Anda melalui HDMall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Obat herbal tak jarang menjadi alternatif dan penunjang terapi kondisi medis tertentu. Terlebih, kemajuan zaman mempermudah kita untuk membeli obat herbal secara online. Tinggal klik, selesaikan proses pembayaran, dalam satu atau dua hari produk herbal yang kita pesan sudah sampai ke rumah.

Nah, pertanyaan yang belakangan juga sering muncul adalah bagaimana cara memastikan bahwa kita memesan produk yang tepat. Untuk menjawabnya, simak ulasan berikut.

Regulasi dan standarisasi obat herbal

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kita mengenal regulasi dan standarisasi obat herbal. Di Indonesia, obat-obatan yang beredar di pasaran--termasuk obat herbal--harus lolos standar kelayakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dulu. Obat-obatan herbal tersebut tidak diperbolehkan memiliki kandungan Bahan Kimia Obat (BKO). Campuran dua bahan tersebut berbahaya bagi kesehatan. 

Contohnya adalah penggunaan paracetamol sebagai campuran obat herbal pereda rasa sakit atau penggunaan sildenafil sebagai campuran obat herbal yang mengatasi disfungsi ereksi. BPOM akan melakukan tindakan tegas dengan menyita obat-obatan herbal dengan kandungan seperti itu.

Di Indonesia, obat-obatan herbal terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

  • Tradisional: Obat herbal jenis ini sudah banyak dikenal sebagai jamu atau obat tradisional yang bahan serta penggunaannya sudah turun temurun. Obat herbal dalam kategori ini menggunakan resep warisan budaya Indonesia.
  • Nontradisional: Obat herbal pada jenis ini belum banyak dikenal dan tidak ada dalam sejarah perawatan medis tradisional Indonesia atau tidak direseepkan secara turun-temurun, tetapi bermanfaat bagi tubuh.

Baca juga: Obat Herbal Penurun Kolesterol Paling Manjur

Cara memastikan kualitas obat herbal

1. Pastikan merek terdaftar di BPOM

Jangan mengambil risiko dengan mengonsumsi obat-obatan herbal yang tidak terdaftar di BPOM. Sekalipun diklaim herbal atau berasal dari tumbuh-tumbuhan, tetap saja harus melewati sejumlah uji kelayakan.

Anda dapat mengecek dengan mencari label dan nomor registrasi BPOM pada kemasan. Agar lebih aman, cek keaslian nomor tersebut. Caranya mudah, Anda dapat mengunjungi website BPOM. 

Setelahnya, masukkan merek atau nomor registrasi tersebut ke mesin pencari yang disediakan oleh BPOM di website tersebut. Jika terdaftar, produk tersebut memang benar-benar sudah melewati uji kelayakan oleh BPOM. 

2. Pilih merek yang sudah dikenal dalam skala nasional

Memilih obat herbal yang diproduksi oleh jenama atau perusahaan yang dikenal luas akan lebih aman. Pasalnya, merek-merek seperti ini berupaya sedapat mungkin untuk menjaga reputasi dan nama baik dengan menjaga kualitas produk mereka. 

Selain itu, dapat dipastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki departemen penelitian dan pengembangan (research and development) serta pengendalian mutu (quality control) produk. Dengan begitu, produk yang mereka pasarkan adalah produk yang sudah lolos uji dua departemen tersebut. Standar produknya pun jelas. 

Di samping itu, perusahaan berskala nasional memiliki departemen yang mengurus layanan pelanggan. Jika mengalami masalah terkait produk atau membutuhkan informasi dengan detail, Anda dapat menghubungi departemen yang--biasanya--nomor telepon atau cara menghubunginya--tertera di kemasan produk.

3. Perhatikan reputasi penjual dan e-commerce atau marketplace tempat Anda membeli obat herbal

Cara terpraktis untuk mendapatkan obat-obatan herbal adalah dengan membelinya secara online, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang. Toh, kita semua diminta untuk tetap di rumah kecuali ada keperluan yang benar-benar mendesak. 

Kabar baik buat kita adalah kemajuan teknologi begitu mendukung kebutuhan tersebut. Tinggal klik, seluruh obat yang kita pesan sudah tersedia di rumah. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak perlu selektif. 

Jika membeli secara online bukan lewat website atau laman resmi jenama, pastikan e-commerce atau marketplace yang Anda gunakan sudah tepercaya. Belilah obat tersebut dari penjual online yang sudah diverifikasi oleh marketplace atau e-commerce tersebut. Kecepatan penjual untuk merespons pertanyaan Anda juga bisa dijadikan pertimbangan.

Well, kabar baiknya lagi, nih, Anda dapat membeli obat-obatan herbal melalui HDMall. Kualitas produk terjamin karena produk dikirim melalui apotek secara langsung. Psst... Anda juga dapat menikmati promo menarik, lho! Jika bingung dengan obat yang Anda butuhkan, jangan ragu untuk berkonsultasi secara gratis dengan apoteker HDMall.

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah mengecek komentar atau review pembeli. Selain memperhatikan rating--biasanya dengan tanda bintang--usahakan untuk mencermati ulasan yang mencantumkan ulasan dan foto atau video.

Cara di atas juga dapat diaplikasikan jika Anda membeli obat herbal secara langsung. Usahakan Anda tidak membeli di sembarang tempat, ya.

4. Perhatikan tanggal kedaluwarsa

Kesegaran produk sangat penting terhadap kualitas obat herbal. Jadi, jangan lupa untuk mencermati tanggal kedaluwarsanya. Sebisa mungkin jangan membeli obat herbal yang tanggal kedaluwarsanya sudah dekat meski dengan iming-iming diskon besar.

Baca juga: Panduan Cara Aman Minum Obat Herbal

Yang harus diperhatikan saat menggunakan obat herbal

Meski terbuat dari bahan-bahan alami, tidak semua obat herbal bisa dipastikan aman untuk semua orang. Pasalnya, obat herbal tidak melewati tahap pengujian klinis yang sama dengan obat-obatan dokter sehingga efek samping dan interaksi obatnya belum diketahui secara pasti.

Oleh karena itu, belum tentu semua orang cocok minum obat herbal untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Terlebih, sifat ketahanan tubuh setiap orang berbeda-beda, mungkin saja efektivitas obat juga akan berbeda pada setiap orang.

Penting bagi Anda yang memiliki kondisi medis atau mengidap penyakit tertentu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat herbal. Sebaiknya hindari juga minum kopi atau obat-obatan lain yang mengandung kafein selama mengonsumsi obat-obatan herbal guna mencegah perut kembung atau mual.

Perlu diingat bahwa sebagian besar obat herbal dan jamu-jamuan hanya berfungsi untuk meredakan gejalanya, bukan menyembuhkan penyakit itu sendiri. Jika gejala terus berlanjut atau memburuk setelah mengonsumsi obat herbal, segera periksakan diri ke dokter. 

Begitu pula jika Anda mengalami demam tinggi hingga 38,5° Celcius selama lebih dari 5 hari, ini bisa saja menandakan gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Atasi Masuk Angin dengan Antangin, Seberapa Ampuh Khasiatnya?


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Overview of herbal medicine and dietary supplements. UpToDate. (https://www.uptodate.com/contents/overview-of-herbal-medicine-and-dietary-supplements/print)
Use and efficacy of herbal medicines: Part 2 — clinical effectiveness. The Pharmaceutical Journal. (https://www.pharmaceutical-journal.com/research/perspective-article/use-and-efficacy-of-herbal-medicines-part-2-clinical-effectiveness/11106112.article)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app