Cara Memasang dan Merawat Kaki Palsu

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Teknologi kaki palsu tentunya merupakan hiburan tersendiri, khususnya bagi pasien yang baru menjalani amputasi, entah karena menderita cacat bawaan, kecelakaan, atau penyakit. 

Alat yang fungsinya menggantikan kaki asli tersebut tak hanya membuat penggunanya tetap leluasa bergerak dan beraktivitas, namun juga memampukannya tetap mandiri. 

Iklan dari HonestDocs
Fisioterapi Sakit Leher 5 Kali Visit Di NK Health

Untuk pemulihan pasien yang mengalami keluhan pada leher, seperti tightness pada otot-otot sekitar leher sampai ke pundak, timbul gejala neurologis yang terjadi pada penjalaran saraf cervical pada vertebrae dengan menggunakan exercise dan manipulasi. Paket in untuk single visit (5x) dan tidak termasuk konsultasi dokter & Pemeriksaan Penunjang (Rontgen, MRI, CT-Scan).

Fisioterapi sakit leher 5x visit di nk health

Nah karena kaki palsu merupakan alat bantu, otomatis itu perlu dirawat dengan benar supaya tetap awet dan bisa berfungsi maksimal.

Bagian dan jenis Kaki Palsu

Faktanya, ada berbagai macam prostesa yang dirancang untuk menggantikan peran tangan atau kaki. Meski desainnya mungkin berbeda-beda, pada dasarnya tiap prostesa pasti terdiri dari beberapa bagian berikut:

  • Soket - bagian yang menyanggah stump ini sering dilapisi dengan busa atau silikon
  • Suspensi untuk menahan agar prostesa tetap melekat pada stump
  • Batang kaki palsu
  • Kaki, tangan, atau pengait
  • Lapisan khusus untuk mempercantik tampilan kaki palsunya

Sementara untuk jenis prostesanya, rata-rata itu dipilih sesuai kebutuhan:

  • Kaki palsu untuk bagian bawah kaki saja- prostesa jenis ini dipilih kalau amputasinya terjadi di bawah lutut.
  • Kaki palsu dengan lutut - sedangkan untuk kaki yang diamputasi di atas lutut, alat bantu jenis ini juga memuat lutut sekaligus sendi pergelangan. Diperkirakan ada lebih dari 100 model untuk kaki palsu jenis ini dengan tingkat kecanggihan berbeda-beda.

Cara memasang Kaki Palsu

Ada berbagai faktor yang mesti diperhatikan ketika memilih model kaki palsu yang tepat, seperti:

  • Lokasi dan tingkat amputasinya
  • Kondisi dari kaki asli yang masih ada
  • Tingkat aktivitas
  • Tujuan serta kebutuhan penggunanya

Umumnya, pemasangan kaki palsu baru akan dilakukan fisioterapis atau prostetis (pakar pembuat prostesa atau pengganti anggota tubuh palsu) setelah melalui beberapa proses berikut:

  • Memeriksa kesehatan daerah sekitar kaki
  • Mengukur stump (ujung tubuh yang diamputasi) supaya ukuran kaki palsunya pas 
  • Membuat cetakan kaki dari plester
  • Mendesain soket atau penyangganya
  • Memasang poros pada kaki palsu yang akan dikenakan
  • Memperindah kaki palsu supaya matching dengan penampilan

Setelah itu, tepat sebelum kaki palsunya mulai dipasang, kaki akan mengalami desensitisasi lebih dulu. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Desensitisasi merupakan proses mengurangi sensitivitas kulit, khususnya area stump, agar kaki palsunya terasa nyaman ketika dikenakan. Cara melakukan desensitisasinya adalah dengan:

  • Menekan-nekan kulit penutup stump menggunakan kain lembut. Seringkali bagian ini perlu dibalut compression bandage agar bengkaknya berkurang. Langkah ini juga sebagai cara mencegah supaya cairan tidak menumpuk di area sekitar maupun dalam stump.
  • Menarik dan menggosok pelan kulit di sekitar tulang supaya tak terbentuk jaringan parut baru. Tindakan tersebut dapat dilakukan oleh pasien sendiri atau petugas medis.

Pada umumnya, pengguna kaki palsu akan mulai belajar memakai dan merawat alat bantu tersebut 10-14 hari setelah operasi. 

Tentunya proses ini juga tergantung dari bagaimana kondisi kakinya, lukanya, serta seberapa cepat proses pemulihan pascaoperasi. 

Hal penting lain yang perlu diingat adalah pengguna kaki palsu perlu tetap rutin melatih otot kakinya. Biasanya ini dilakukan dengan bantuan atau petunjuk fisioterapis.

Cara merawat Kaki Palsu

Baik kaki palsu maupun bagian kaki asli yang dipasangi alat bantu tersebut, keduanya sama-sama butuh perawatan rutin. Cara merawat kaki palsu yang biasa dilakukan antara lain:

  • Selalu lepas kaki palsunya saat hendak tidur.
  • Cek rutin kaki palsunya, mungkin ada yang rusak, longgar, atau lainnya.
  • Periksa juga stump kaki, jangan sampai itu mengalami iritasi, melepuh, atau lainnya - Anda bisa minta bantuan orang lain atau gunakan cermin kalau kesulitan melihatnya sendiri.
  • Bersihkan lalu pijat stump pelan-pelan memakai bantuan losion.
  • Balut stump memakai perban saat tidak dipasangi kaki palsu - tindakan ini dapat mengurangi bengkak di area tersebut.
  • Latihan rutin sesuai anjuran fisioterapis, biasanya ini termasuk latihan untuk daya tahan, rentang gerak, peregangan, serta posisi tubuh.
  • Kenakan sepatu yang pas, dan jangan sembarangan mengganti tinggi haknya.
  • Selalu kenakan kaus kaki saat memakai kaki palsu.
  • Bersihkan soketnya dengan sabun, lakukan secara rutin.

Tips terakhir yang perlu diperhatikan pengguna kaki palsu ialah:

  • Pertahankan berat badan tetap ideal supaya kaki palsunya tetap nyaman dikenakan.
  • Periksakan rutin kaki palsu pada prostetis, ya paling tidak sekali dalam setahun, agar Anda tahu apakah alat bantu tersebut masih layak pakai atau tidak.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Artificial Limbs. MedlinePlus. (https://medlineplus.gov/artificiallimbs.html)
Prosthetic Rehabilitation in the Lower Limb. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6664837/)
Using Prosthetic Limbs: Safety, Care, and Concerns. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/using-prosthetic-limbs)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app