Borderline Personality Disorder: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 28, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 543.507 orang

Borderline personality disorder (BPD) adalah suatu penyakit kejiwaan yang perlu diperhatikan. Orang dengan BPD memiliki kondisi emosional yang tidak stabil, perilaku impulsif, dan hubungan keluarga atau percintaan yang tidak memuaskan.

Apa itu borderline personality disorder?

Borderline personality disorder (BPD) adalah gangguan kejiwaan yang ditandai oleh perubahan mood yang drastis, citra diri, dan perilaku yang tak terkendali. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Orang dengan BPD cenderung merasa takut diabaikan dan tidak suka sendirian. Anda mungkin juga jadi gampang marah, depresi, dan kecemasan yang hebat selama beberapa jam hingga berhari-hari.

Borderline personality disorder mulai muncul sejak remaja dan dapat terus memburuk di usia dewasa muda. Namun tak perlu khawatir. Dengan penanganan yang tepat, gejala BPD akan membaik seiring bertambahnya usia.

Mengenai borderline personality disorder

Penyebab

Penyebab borderline personality disorder masih belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko BPD, di antaranya:

  • Genetik

Gangguan kejiwaan BPD bisa disebabkan oleh faktor genetik. Hal in dibuktikan melalui sebuah penelitian dalam Journal of Personality Disorders tahun 2001.

Penelitian tersebut melibatkan orang kembar yang mengalami borderline personality disorder. Ternyata ada peran genetik terhadap munculnya gangguan BPD.

Bila Anda memiliki anggota keluarga yang terkena borderline personality disorder, maka Anda berisiko mengalami hal yang sama di kemudian hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01
  • Faktor lingkungan

Penyebab BPD juga dapat berasal dari faktor lingkungan di sekitar. Tumbuh di lingkungan yang tidak stabil, kasar, atau tidak nyaman dapat meningkatkan risiko terkena BPD.

  • Kelainan serotonin

Serotonin adalah hormon yang bertugas untuk mengatur suasana hati. Produksi serotonin yang tidak normal membuat Anda rentan mengalami BPD.

Gejala

Perubahan mood yang ringan tidak bisa dikategorikan sebagai gejala borderline personality disorder. Tanda dan gejala BPD di antaranya:

  • Gampang panik jika diabaikan oleh orang lain.
  • Perubahan mood drastis, bisa terjadi selama beberapa jam hingga beberapa hari.
  • Bertindak impulsif yang merugikan diri sendiri. Misalnya menghabiskan terlalu banyak uang atau penyalahgunaan zat.
  • Suka melukai diri sendiri.
  • Mengalami paranoia, yaitu perasaan takut, cemas, atau stres karena merasa terancam.
  • Merasa 'kosong' dalam menjalani hidup.
  • Sering marah tanpa sebab.

Bila Anda mengalami setidaknya 5 gejala tersebut, maka Anda kemungkinan besar terkena borderline personality disorder. Segera konsultasikan ke dokter spesialis kejiwaan atau psikiater tersertifikat.

Pencegahan borderline personality disorder

Jika Anda mencurigai gejala borderline personality disorder dalam diri, segera kunjungi dokter spesialis kejiwaan maupun psikiater. Semakin cepat gejala BPD ditemukan, maka Anda akan semakin mudah mencegahnya semakin parah.

Menghindari lingkungan pertemanan yang kasar dan impulsif juga bisa membantu mencegah terjadinya BPD. Carilah teman atau keluarga yang memberikan kenyamanan dan dukungan.

Pengobatan borderline personality disorder

Ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengobati boderline personality disorder, di antaranya:

Psikoterapi

Psikoterapi adalah pengobatan borderline personality disorder yang paling utama. Ada 3 jenis psikoterapi, yaitu terapi perilaku kognitif (CBT), terapi perilaku dialektik (DBT), dan terapi yang berfokus pada skema.

Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk mengubah persepsi Anda yang salah terhadap diri sendiri atau orang lain. Anda akan belajar tentang cara bereaksi yang tepat saat marah, cemas, atau ingin bunuh diri.

Sementara itu, terapi perilaku dialektik mengajarkan Anda cara mengenali perilaku Anda sendiri. Anda akan mampu memahami cara merespon berbagai hal dengan cara yang benar, aman, dan positif.

Anda juga bisa melakukan terapi yang berfokus pada skema. Terapi ini akan membantu Anda melihat dunia dan diri sendiri dengan cara yang lebih positif.

Obat-obatan

Dokter mungkin juga meresepkan obat-obatan tertentu. Perlu dicatat bahwa obat ini hanya berfungsi untuk meringankan gejala, bukan menyembuhkan BPD.

Beragam jenis obat yang digunakan untuk mengendalikan gejala borderline personality disoder adalah:

  • Antidepresan, untuk mengobati depresi
  • Antipsikotik, untuk mengobati gejala agresif
  • Obat anticemas, untuk meredam rasa gelisah yang mengganggu

Rawat inap

Bila gejala borderline personality disoder semakin parah, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk rawat inap di rumah sakit. Kondisi ini biasanya terjadi jika pasien mulai berpikir untuk melukai diri sendiri, orang lain, atau bahkan bunuh diri.


Referensi

Brune, M. (2016). Borderline Personality Disorder. Evolution, Medicine, & Public Health, DOI: 10.1093/emph/eow002.

Mayo Clinic (2015). Disease & Conditions. Borderline Personality Disorder.

NHS Choices UK (2016). Heath A-Z. Borderliine Personality Disorder.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit