Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Anak Balita

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi yang Mendengkur

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.193.031 orang

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi yang Mendengkur

Begitu kamu melihat kata ‘mendengkur’ tentunya pikiran kamu langsung tertuju pada anggota pria di rumahmu bukan. Baik itu ayah, kakak, adik ataupun mungkin ibumu dan saudara perempuanmu.

Tapi tahukah kamu bahwa bayi pun ternyata bisa mendengkur loh dalam tidurnya. Ya aneh tapi nyata. Suara bayi yang mendengkur dalam tidurnya biasanya dapat terjadi karena saluran pernafasan bayi masih sempit dan berisi banyak cairan.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Suara dengkuran tersebut adalah bunyi yang dibuat oleh selaput dan cairan di saluran pernafasan yang bergetar ketika si bayi bernafas. Nah apakah bayi yang ‘mengorok’ dalam tidurnya ini ialah keadaan normal yang menyatakan bahwa si bayi bobo dengan nyenyak?.

Ataukah justru suara mendengkur pada bayi yang tidur ialah indikasi suatu penyakit? Yuk simak lebih lanjut artikel ini untuk tahu alasannya.

Penyebab bayi mendengkur

Setiap individu diciptakan Tuhan ke dunia ini dengan sempurna termasuk bayi. Normalnya bayi yang baru lahirpun sudah memiliki paru-paru yang langsung dapat bekerja begitu si bayi terlahir di dunia ini.

Namun untuk bayi yang baru lahir, sistem pernafasannya masih belum dapat berjalan sempurna 100% seperti bayi yang usianya sudah lebih tua atau bahkan anak-anak dan orang dewasa

Lalu bagaimana seorang bayi dapat mendengkur atau ngorok saat tidurnya? Kejadian ini dapat terjadi umumnya dikarenakan bayi mengalami penyumbatan atau gangguan pada jaluran pernafasannya saat bayi sedang tertidur sehingga udara yang masuk ke pernafasannya akan menimbulkan getaran pada saat udara masuk ke tenggorokan dan menyebabkan bayi mengeluarkan suara dengkuran.

Sebenarnya kejadian bayi mendengkur bila terjadi hanya dalam beberapa kali saja ialah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Kejadian mendengkur ini akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia si bayi.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Namun bila bayi kamu mengorok setiap hari atau dalam frekuensi yang sering makan kamu perlu curiga bahwa ada penyebab lain yang lebih serius dan sedang dialami si bayi. Adapun beberapa penyebab bayi mendengkur ialah:

  • Penyakit Atresia Koana
    Hidung tersumbat ialah gangguan yang wajar terjadi pada bayi baru lahir karena bayi belum bisa mengeluarkan ingusnya sendiri namun ada suatu kondisi bawaan dimana sisi belakang hidung bayi tersumbat oleh struktur tulang rawan atau Cartilaginous sehingga menyebabkan hanya sedikit saja udara yang bisa masuk lewat hidung dan memaksa si bayi bernafas lewat mulutnya dan akhirnya membuat bayi tidur mendengkur, hal inilah yang disebut dengan atresia koana.

  • Deviasi Septum Nasal
    Hal ini dapat terjadi karena adanya pembengkokan sekat pembatas lubang hidung antara kanan dan kiri sehingga jalan napas di salah satu lubang hidung menjadi menyempit.

  • Alergi dan Asma
    Asma biasanya muncul akibat dari alergi. Bayi yang baru lahirpun bisa menderita alergi loh guys, umumnya disebabkan oleh faktor genetika atau turunan.

  • Pilek
    Seperti layaknya orang dewasa, bayi yang pilekpun dapat mengeluarkan Ingus. Timbunan ingus yang ada akan menghalangu masuknya udara, pada saat yang sama ketika bayi sedang tumbuh gigi, makan mulut bayipun akan menghasilkan air liur dalam jumlah yang banyak, bila bayi dalam posisi berbaring maka air liur dapat dengan mudah menetes ke lubang hidungnya.

    Sehingga menyebabkan saluran pernafasan si bayi terhalang dan bayi akan tertidur dengan suara mendengkur.

Cara mengatasi bayi yang mendengkur

  • Atur posisi tidur bayi agar tepat
    Bila biasanya orang dewasa dianjurkan untuk tidur ke samping agar tidak mendengkur, maka bayi dianjurkan tidur dengan posisi telentang. Kamu bisa memiringkan kepala bayi ke satu sisi untuk menghindari bayi mendengkur, jangan lupa juga untuk membalikkannya ke sisi lainnya setelah beberapa saat.

  • Menjaga kebersihan kamar bayi
    Bagi para orang tua, butuh diingat bahwa bayi masih rentan dengan berbagai macam kotoran yang ada di udara sehingga jaga kebersihan kamar bayi baik udara, tempat tidur, serta seluk beluk kamarnya. Yang terutama ciptakan jendela ventilasi untuk perputaran udara bayimu setiap hari.

  • Siapkan pompa atau larutan garam
    Bila hidung bayi seperti tersumbat, semprotkan sedikit larutan garam fisiologis pada saluran hidung mereka sekali sehari untuk melancarkan saluran pernafasan si bayi. 

    Larutan garam ini harus berdasarkan konsultasi dengan dokter bayimu dan dapat kamu beli di apotek terdekat. Gunakan juga nasal aspirator untuk mengeluarkan sumbatan di saluran pernafasan dengan lembut.

  • Jaga udara kamar agar tidak mengering
    Udara kering dapat mengiritasi saluran napas bayi yang sedang berkembang. Untuk mencegah itu, gunakan humidifier agar bayi lebih nyaman saat bernapas.

    Namun bila kamu tidak memiliki humidifier, kamu dapat mencoba untuk membawa bayimu ke dekat shower air hangat atau bak berisi air hangat, udara hangat yang ada dapat mengurangi sumbatan pada saluran pernafasan.

Yang perlu kamu ingat bahwa sebaiknya bila bayimu mendengkur terus menerus, segeralah periksakan bayimu ke dokter anak terdekat karena cara mengatasi dengkuran pada setiap bayi berbeda-beda tergantung kasus dan kebutuhan si bayi.

Referensi

Baby Center (2018). Sleep problem: Snoring.

Cohen, E. Everyday Health (2014). Snoring During Pregnancy May Harm Your Baby's Health.

O'Brien, et al. (2013). Snoring during pregnancy and delivery outcomes: a cohort study. Sleep. 36(11), pp 1625-32.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit