Bagaimana Cara Orang Introvert Menjalin Koneksi dengan Orang Lain?

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bagaimana Cara Orang Introvert Menjalin Koneksi dengan Orang Lain?

Sudah menjadi fitrah manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang tidak bisa melakukan semuanya sendiri karena setiap orang saling memerlukan bantuan orang lain untuk mencapai sebuah tujuan dalam hidup. Kondisi ini membuat Anda harus menjalin koneksi atau hubungan dengan orang lain dalam kehidupan.

Namun, bagi orang yang memiliki sifat introvert terkadang kondisi untuk berhubungan dengan orang lain tidak mudah dilakukan. Beberapa orang introvert akan merasa kesulitan dalam menjalin sebuah hubungan sosial dengan orang lain apalagi jika memiliki sifat pemalu, sehingga orang introvert biasanya dicap sebagai orang yang sulit bergaul dan menutup diri. 

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Tetapi jangan khawatir, tidak selamanya orang introvert tidak dapat membangun koneksi dengan orang lain karena orang introvert tetap dapat menjadi orang yang menyenangkan ketika berada di lingkungan yang tepat. Berikut ini beberapa cara yang dapat membantu Anda menjalin koneksi dengan orang lain.

Cara menjalin koneksi dengan orang lain

1. Tetap jadi diri sendiri

Status makhluk sosial seolah sudah melekat pada setiap manusia, sehingga pada dasarnya manusia memiliki sifat pemalu. Penyebab sifat pemalu biasanya didasari karena suatu kondisi yang menjadikan hal tersebut terbangun pada diri seseorang.

Salah satu kunci dalam menjalani koneksi atau hubungan dengan orang lain adalah dengan tetap menjadi diri sendiri. Seseorang yang memiliki sifat introvert pasti ada kalanya memiliki keinginan untuk menjadi seorang extrovert karena merasa mereka lebih mudah dalam berkomunikasi dengan orang lain. 

Tetapi Anda harus mulai membiasakan diri untuk besosialisasi meski Anda sedikit canggung. Karena kondisi canggung tersebut hanya akan Anda rasakan di awal saat mencoba, tetapi jika sudah terbiasa, keadaan selanjutnya pasti akan lebih mudah dan membuat Anda merasa lebih nyaman.

2. Jangan lupa tersenyum

Sebelum berbincang, terkadang beberapa orang akan memikirkan bagaimana cara membuka pembicaraan di awal. Namun terkadang efek yang timbul pada wajah Anda justru menampilkan ekspresi wajah yang serius, cemberut, bingung, maupun gugup sehingga orang yang melihat Anda akan merasa takut untuk mendekat.

Maka dari itu, Anda cukup tersenyum dan menyapa orang lain terlebih dahulu sehingga akan memberikan anggapan bahwa Anda adalah orang yang hangat dan nyaman untuk diajak berkomunikasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

3. Sapa dan bicarakan hal sederhana terlebih dahulu

Membangun koneksi tidak harus Anda mulai dengan berkenalan dengan orang baru, tetapi Anda bisa memulainya juga dengan orang yang telah Anda kenal sebelumnya, seperti saudara atau teman Anda semasa sekolah ataupun kuliah. Jangan ragu untuk menghubungi kembali teman lama Anda untuk membangun koneksi. 

Anda bisa memulai percakapan dengan mencari topik seputar pengalaman yang telah Anda lalui atau beberapa kondisi yang sedang terjadi dan menjadi pembicaraan banyak orang.

4. Hadiri acara networking

Menghadiri beragam acara yang sesuai dengan minat dan ketertarikan Anda juga menjadi solusi untuk Anda yang memiliki sifat pemalu. Anda bisa lebih terlibat dalam mengekspresikan diri dalam acara tersebut dan jangan menutup diri jika ada orang lain yang ingin berkenalan dengan Anda. Jika Anda berada dalam acara “networking” tak masalah meminta bantuan kepada penyelenggara untuk memperkenalkan diri Anda ke hadapan publik.

Memang sulit untuk mulai memperkenalkan diri pada lingkungan baru, untuk mengatasinya, Anda bisa mengajak teman yang memang sudah terbiasa di lingkungan tersebut untuk membantu Anda memperkenalkan diri.

Ketika Anda sudah berkenalan dengan orang baru, jangan lupa untuk mencatat namanya di memori Anda. Kemudian ketika Anda berinteraksi atau berbincang dengannya coba sebut namanya. Selain membantu Anda mengingat nama seseorang, banyak pendapat mengatakan bahwa orang akan merasa lebih dihargai ketika namanya disebut saat sedang berkomunikasi.

5. Jangan terlalu sering meminta maaf

Meminta maaf memang terlihat baik ketika Anda bertemu dengan orang baru, akan tetapi jika Anda terlalu sering meminta maaf ketika berkomunikasi dengan orang baru karena merasa Anda mengganggu mereka itu malah akan membuat Anda terlihat tidak percaya diri dan kurang profesional.

Oleh karena itu, jangan terlalu sering meminta maaf ketika Anda sedang meminta bantuan kepada orang baru. Barangkali di masa yang akan datang justru Anda yang memberikan bantuan untuk orang lain.

6. Bangun komunikasi dua arah

Berusaha untuk membangun komunikasi dua arah ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain terutama orang baru adalah hal yang baik untuk dilakukan. Jika Anda merasa kesulitan dalam membangun komunikasi dua arah, berikut beberapa cara yang bisa Anda coba terapkan:

  • Tak ada salahnya mempersiapkan apa saja yang akan Anda bahas sebagai pembuka percakapan, termasuk mempersiapkan jawaban dari beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan kepada Anda seperti pekerjaan, minat, tempat tinggal, ataupun pertanyaan sederhana lainnya
  • Jangan merasa bahwa hanya Anda yang memiliki sifat introvert, karena ada banyak orang di luar sana yang juga mengalami kesulitan saat bersosialisasi dengan orang lain. Sehingga tidak ada salahnya untuk keluar dari zona nyaman Anda dan mulailah untuk membangun koneksi dengan orang lain

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Lischetzke T, et al. (2008). Why extraverts are happier than introverts: the role of mood regulation. DOI: (https://doi.org/10.1111/j.1467-6494.2006.00405.x)
Janowsky DS. (2001). Introversion and extroversion: implications for depression and suicidality. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11707157)
Golimbet VE, et al. (2007). Relationship between dopamine system genes and extraversion and novelty seeking. DOI: (https://doi.org/10.1007/s11055-007-0058-8)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app