Kutu Kemaluan Menyerang Siapa Saja, Apa Gejalanya?

Dipublish tanggal: Nov 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kutu Kemaluan Menyerang Siapa Saja, Apa Gejalanya?

Menjaga kesehatan organ intim merupakan hal yang sangat penting, khususnya rambut kemaluan. Karena jika Anda tidak menjaga kebersihan rambut kemaluan, kutu rambut bisa saja hinggap dan menimbulkan rasa gatal di kemaluan Anda. Selain gatal, apa saja gejala kutu kemaluan dan bagaimana menghilangkannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Tanda dan gejala kutu kemaluan

Kutu rambut merupakan sejenis serangga berbentuk kepiting yang dapat menginfeksi daerah rambut kemaluan. Kutu rambut kemaluan bisa terjadi pada siapa saja, bahkan dapat menyerang anak-anak. 

Kutu rambut kemaluan bisa berpindah dari satu manusia ke manusia lainnya dengan cara merangkak di antara rambut kemaluan, biasanya melalui kontak seksual. Namun, penyebaran kutu rambut ini pun bisa saja terjadi saat Anda menggunakan benda yang sama dengan orang yang terinfeksi kutu rambut seperti handuk, seprai, ataupun pakaian.

Kutu kemaluan menyebar dengan cara menebarkan telurnya di area rambut kemaluan. Tidak hanya menyerang rambut kemaluan Anda, jenis kutu ini juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti bulu kaki, kumis, ketiak, alis, bulu mata, ataupun janggut.

Kutu rambut ini tidak akan menular melalui penggunaan toilet, karena kutu rambut tidak dapat bertahan dalam temperatur yang jauh dari manusia. Selain itu, kutu kemaluan juga tidak memiliki kaki yang kuat untuk bertahan di permukaan yang licin.

Gejala kutu kemaluan yang paling mudah diamati adalah munculnya sensasi gatal di daerah organ intim. Bila Anda mengalaminya, coba periksa apakah ada telur atau kutu rambut di daerah rambut kemaluan atau bagian tubuh lain yang terasa gatal. 

Baca Juga: Gatal Pada Kulit Daerah Kelamin dan Cara Mengatasinya

Selain menimbulkan rasa gatal, kutu rambut ini bisa menimbulkan gejala lainnya seperti kulit yang berubah wana menjadi abu kebiruan, adanya luka bekas garukan, atau adanya luka gigitan di sekitar organ intim. Rasa gatal akibat kutu rambut ini akan berlangsung selama 2 hingga 4 minggu setelah kutu rambut menginfeksi daerah kemaluan.

Cara menghilangkan kutu rambut kemaluan

Untuk menghilangkan kutu rambut kemaluan, berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Cuci bersih pakaian, handuk, dan seprai

Bila Anda merasakan gejala kutu kemaluan, segera cuci bersih pakaian, handuk, seprai yang Anda gunakan dengan sabun dan air bersuhu kurang lebih 54 derajat celSius. Kemudian jemurlah benda-benda tersebut dalam panas terik matahari selama 2 hari atau keringkan selama 20 menit dalam suhu panas.

Untuk benda yang tidak dapat dicuci, Anda bisa meletakkan benda tersebut dalam kantung kedap udara selama 2 minggu

2. Gunakan losion atau sampo anti kutu yang mengandung permetherin

Penggunaan sampo dan losion anti kutu harus diulang selama 7-10 hari untuk membasmi telur-telur yang mungkin belum mati saat penggunaan pertama. Sampo dan losion ini bisa Anda beli secara bebas di apotek.

Namun, agar lebih aman, Anda sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah risiko alergi.

3. Hindari losion anti kuku untuk bulu mata

Ketika kutu rambut menginfeksi bulu mata, Anda tidak dianjurkan menggunakan losion anti kutu. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan iritasi di sekitar mata. 

Sebagai solusinya, Anda dapat menggunakan petroleum jelly selama 3-4 minggu dengan pemakaian 2 kali sehari. Dengan demikian, ini dapat membantu mengatasi kutu rambut yang menginfeksi alis dan bulu mata. 

Apabila kutu rambut belum hilang meskipun Anda telah menggunakan sampo dan losion anti kutu, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penaganan yang tepat. Dokter kemungkinan akan meresepkan obat golongan lindane. Obat ini tidak dianjurkan untuk wanita hami, ibu menyusui, orang tua, dan anak berusia di bawah 2 tahun.

Meskipun kutu kemaluan sudah dirasa mati, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter selama satu minggu. Dokter akan memastikan apakah kutu rambut kemaluan Anda benar-benar sudah hilang atau mati. 

Kutu rambut umumnya dijumpai pada pasien dengan penyakit menular seksual, maka kemungkinan dokter juga akan melakukan pemeriksaan adanya penyakit menular seksual, seperti klamidia. Karena mudah menular lewat kontak fisik, maka pasangan dan anggota keluarga serumah perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Anda pun dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama menjalani pengobatan.

Maka dari itu, menjaga kesehatan dan kebersihan organ intim sangatlah penting.  Jika Anda merasakan gejala kutu rambut di sekitar organ intim, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan dan cara menghilangkan kutu kemaluan yang tepat hingga tuntas.

Baca Juga: Tak Hanya Bikin Gatal, Ini 5 Bahaya Kutu Rambut Bila Dibiarkan


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pubic lice. DermNet NZ. (Accessed via: https://dermnetnz.org/topics/pubic-lice/)
Crabs (Pubic Lice) Treatment. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/first-aid/crabs-treatment)
Crabs. American Sexual Health Association. (Accessed via: http://www.ashasexualhealth.org/stdsstis/crabs/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app