HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Rasa Cemas dapat Meningkatkan Daya Ingat. Bagaimana Bisa?

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa kecemasan membuat Anda merasa lebih sadar pada apapun yang sedang terjadi di sekitar Anda. Hal ini membuat Anda mampu menangkap detail kejadian yang secara normal tidak begitu Anda perhatikan.
Dipublish tanggal: Agu 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2020 Waktu baca: 2 menit
Rasa Cemas dapat Meningkatkan Daya Ingat. Bagaimana Bisa?

Rasa cemas dan khawatir adalah hal yang wajar dan tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap kondisi psikologis seseorang. Akan tetapi, terkadang rasa cemas membuat Anda sulit melupakan suatu pengalaman. Yang artinya rasa cemas dapat mempertajam ingatan. 

Bahkan, rasa cemas bisa membuat Anda mengingat kejadian seminggu yang lalu beserta detailnya. Penelitian menemukan bahwa seseorang dengan tingkat kecemasan yang tinggi memiliki daya ingat yang lebih kuat dibandingkan dengan orang yang tidak mudah cemas.

Rasa cemas pertajam ingatan

Ketika Anda sedang dilanda kecemasan, Anda akan dapat mengingat suatu kejadian dengan jelas. Para ahli mengatakan bahwa rasa cemas yang dialami oleh seseorang membuatnya lebih sensitif terhadap emosi negatif sehingga Anda mengingat detail kejadian yang sebenarnya biasa saja dalam sudut pandang negatif.

Sebenarnya, belum pasti bagaimana kecemasan bisa meningkatkan daya ingat. Akan tetapi, ada sebuah studi terbaru yang dimuat dalam Jurnal Brain Science menemukan bahwa kecemasan membantu kinerja otak untuk merekam peristiwa, interaksi, dan percakapan yang terjadi. 

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa kecemasan membuat Anda merasa lebih sadar pada apapun yang sedang terjadi di sekitar Anda. Hal ini membuat Anda mampu menangkap detail kejadian yang secara normal tidak begitu Anda perhatikan.

Contohnya, suatu hari Anda sedang tidak mood karena sedang banyak sekali masalah yang Anda hadapi. Lalu Anda pergi ke sebuah kafe. Setelah memesan kopi, barista bertanya kepada Anda, “Kopinya mau pakai susu atau biasa saja?”

Karena pada saat itu Anda sedang dirundung kecemasan, Anda malah mengartikan pertanyaan yang biasa dari barista tadi sebagai hal yang negatif. Anda mungkin akan berpikir, “Kenapa dia, tanya-tanya terus sih, perasaan tadi aku mengatakan hanya pesan kopi biasa, kenapa harus pakai susu segala?”

Akhirnya Anda akan mengingat kejadian tersebut sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan. Lalu ketika ada orang yang bertanya kepada Anda tentang kafe itu, Anda bisa saja mengatakan bahwa kafe itu pelayanannya tidak baik. 

Padahal jika saat berada di kafe itu mood Anda sedang baik, maka pertanyaan dari barista itu mungkin tidak akan Anda ingat sama sekali.

Hubungan antara rasa cemas dan daya ingat

Rasa cemas dapat meningkatkan daya ingat karena dipengaruhi oleh emosi negatif. Anda tentu akan lebih mengingat saat-saat emosional dibandingkan dengan saat-saat lain yang biasa saja. 

Pada kondisi normal, bagian otak yang disebut dengan hipokampus memilih informasi yang kurang penting lalu melupakannya dan tidak di simpan dalam ingatan. Oleh karena itu, kecil kemungkinan Anda untuk mengingat hal-hal sepele yang membuat kesal. 

Sementara ketika Anda cemas, terjadi perubahan pada proses kimia di dalam otak. Darah yang seharusnya lebih banyak mengalir ke hipokampus malah membelok menuju neokorteks. 

Neokorteks adalah tempat penyimpanan ingatan jangka panjang. Oleh sebab itulah, pengalaman atau kejadian yang seharusnya tidak perlu Anda ingat dan disimpan dalam ingatan jangka pendek akhirnya malah tersimpan dalam ingatan jangka panjang. 

Akhirnya, Anda susah melupakan suatu kejadian yang Anda alami ketika Anda sedang dirundung rasa cemas. Karena itulah, dikatakan bahwa perasaan cemas dapat meningkatkan daya ingat.

Akan tetapi, hal ini tidak berarti Anda akan mengingat segala hal yang terjadi dengan lebih jelas. Anda hanya akan mengingat kejadian atau peristiwa tertentu saja dengan baik, tepatnya saat-saat dimana Anda sedang merasa cemas. 

Akan tetapi, penelitian ini masih sangat terbatas baik dari proses maupun hasilnya. Penelitian ini hanya dilakukan pada peserta yang berumur 20-an tahun sehingga mungkin akan ada perbedaan hasil jika dilakukan pada peserta yang umurnya lebih muda atau lebih tua. 

Para ahli pun masih terus mempelajari bagaimana tepatnya cara kerja otak sehingga lebih mudah mengingat kejadian yang terjadi pada seseorang dirundung kecemasan. 


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Anxiety: Overview, symptoms, causes, and treatments. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323454.php)
Anxiety: Causes, Symptoms, Treatment, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/anxiety)
What Causes Anxiety? 14 Things That Can Make You Feel Anxious. WebMD. (https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/causes-anxiety)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app