Rumah yang Nyaman Adalah Rumah yang Sehat

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Rumah yang Nyaman Adalah Rumah yang Sehat

Menciptakan rumah yang bersih dan sehat tidaklah sulit atau harus mahal. Cukup adakan beberapa perubahan dan penyesuaian kebiasaan. 

Menghindari atau membatasi paparan bahan kimia beracun ada di prioritas teratas setiap orangtua. Bahan kimia beracun di mana-mana, termasuk di dalam rumah, sehingga paparannya benar-benar sulit untuk dihindari. Belum lagi debu dan serangga yang dapat merugikan kesehatan. 

Cara Menciptakan Kondisi Rumah yang Nyaman dan Sehat

Banyak penelitian mengungkapkan bahwa paparan zat kimia beracun seperti pestisida yang berlebihan, dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat, masalah perilaku, asma, kanker, dan banyak lagi lainnya.  Jadi bagaimana Anda bisa mengurangi paparan terhadap bahan kimia, debu, dan serangga seperti nyamuk dari rumah? Berikut adalah  saran dari para ahli. 

1. Eliminasi debu

Debu dapat memperburuk alergi. Terkadang, debu juga mengandung bahan kimia berbahaya seperti timah, pestisida, serbuk asbes, dan lain sebagainya. Jika Anda menggunakan vacuum, bersihkan bagian penampung debunya segera setelah digunakan. Selain vacuum, Anda juga dapat memanfaatkan alat pemurni udara yang memiliki teknologi pengisap debu.

2. Ventilasi dan Pencahayaan Baik

Rumah yang sehat juga memerlukan cahaya yang cukup. Kurang cahaya, terutama cahaya matahari, dapat membuat rumah lembap dan menjadi sarang jamur dan bakteri. Sebaliknya terlalu banyak cahaya di dalam rumah akan menyebabkan silau dan berpotensi merusak mata.

Ketika membuat jendela atau lubang angin, pertimbangkan arah masuknya sinar matahari pagi sebab sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan. Tidak hanya dapat mengusir kelembapan, sinar matahari pagi juga mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang.

3. Gunakan produk pembersih bebas racun

Baca dengan saksama label produk pembersih Anda. Pembersih dengan amonia dapat berefek buruk terutama untuk para penderita asma. Selain itu, amonia juga dapat mencemari sungai dan tanah. Carilah produk pembersih yang tidak mengandung klorin atau amonia. Pilih yang mengatakan "bebas petroleum", "biodegradable," atau "bebas fosfat."

4. Pecandu nikotin dilarang masuk

Paparan rokok adalah penyebab terbesar asma pada anak-anak, kata Philip Landrigan, MD, direktur Children's Environmental Health Center at Mount Sinai School of Medicine di New York. Anda dapat menghemat sangat banyak uang. Bukan hanya karena harga rokok semakin lama semakin bertambah mahal, tapi juga Anda menghemat biaya pengobatan. Seperti yang Anda sudah paham, rokok dapat memicu penyakit mahal seperti kanker dan gangguan jantung. 
Jika Anda berkeras tetap ingin merokok, setidaknya jangan lakukan di dalam rumah agar rumah tetap bersih dan sehat.

5. Kurangi penggunaan pestisida

Pestisida dapat membunuh kecoak, tikus, semut, dan nyamuk. Tapi paparannya yang berlebihan dan berkepanjangan dapat menempatkan Anda sekeluarga pada risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk asma, ketidakmampuan belajar, masalah perkembangan otak pada anak-anak dan masalah pernapasan. Jadi, jagalah jangan sampai ada genangan air,  dan jangan biarkan rumput liar tumbuh tinggi dan lebat karena itu bisa menjadi sarang nyamuk. 


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Learn about six health risks hidden in your home. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/319961.php)
How to Clean: Tips for a Healthy Home and Safer Indoor Environment. Healthline. (https://www.healthline.com/health/healthy-home-guide)
25 Ways to Create a Green and Healthy Home. WebMD. (https://www.webmd.com/women/features/25-ways-create-green-healthy-home)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app