Batasan Masturbasi yang Sehat

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Batasan Masturbasi yang Sehat

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, seberapa seringkah yang tergolong masturbasi yang sehat. Jawabannya, menurut Dan Drake, terapis bersertifikat  untuk para pecandu seks, tidak ada jumlah yang pasti untuk menyebut sebuah aktivitas masturbasi masuk kategori sehat atau tidak sehat. 

"Seberapa seringpun Anda bermasturbasi, itu sehat-sehat saja sampai kegiatan itu memengaruhi kehidupan Anda dengan cara yang negatif," kata Drake. 

Untuk Menandai Ketika Masturbasi Sudah Tidak Sehat Lagi, Perhatikanlah Gejala-gejala ini:

1. Anda menyakiti diri sendiri

Ya, beberapa pria mengalami cedera karena masturbasi, kata Tobias Köhler, M.D., urolog Southern Illinois University. Cedera yang mungkin terjadi, mulai dari tahap ringan seperti iritasi kulit sampai penyakit Peyronie akibat penumpukan plak di batang penis Anda.

2. Pekerjaan dan kehidupan sosial terganggu

Jumat malam yang biasanya ada acara kumpul bersama teman, atau Anda tidak pernah terlambat meeting dengan klien, akhir-akhir ini jadi kacau karena Anda merasakan dorongan kuat untuk bermasturbasi.

Jika kebiasaan bermasturbasi sudah merugikan kehidupan sosial dan pekerjaan Anda, ini adalah tanda bahwa Anda harus berusaha keras menguranginya, kata Drake. Mungkin Anda harus mengurangi atau bahkan berhenti bermasturbasi dulu untuk sementara dan mencoba lagi mencari kepuasan seksual dengan cara yang sewajarnya. 

4. Pikiran Anda dikuasai oleh keinginan untuk bermasturbasi

Jika Anda sering merasa terganggu oleh pikiran dan keinginan bermasturbasi,  itu adalah indikasi yang kuat bahwa Anda sedang berhadapan dengan masalah perilaku yang serius, jelas Drake.

5. Anda mencoba berhenti tapi gagal 

"Salah satu kriteria utama dari setiap jenis kecanduan adalah hilangnya kontrol," Drake menjelaskan. Sama seperti seorang perokok atau penjudi. Anda mencoba stop tapi berulangkali gagal.  

Selain itu, menurut Dr. Köhler, bermasturbasi  d setiap hari selama dua minggu akan menghabiskan jumlah sperma sebesar hampir 50 persen.

"Jika Anda dan pasangan mencoba untuk punya bayi, masturbasi bisa mengurangi peluang Anda," Dr. Köhler menjelaskan.

Cara mengatasinya

Drake mengatakan ada dua teknik yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama, mencoba mengurangi frekuensi masturbasi secara bertahap. Kedua, tidak lagi melakukan teknik masturbasi yang berbahaya.

Anda bisa melakukannya sendiri. Tapi jika mengalami kegagalan berulangkali, berkonsultasilah dengan terapis seks untuk menyusun solusi yang lebih cerdas.

Tidak ada yang tidak sehat atau salah dengan masturbasi, selama Anda tidak cedera, aktivitas harian Anda yang lainnya tidak terganggu dan pikiran Anda tidak melulu dikuasai keinginan bermain solo. Jika masturbasi sudah merugikan Anda dan pasangan, perlu diperlakukan seperti kecanduan lainnya, seperti kecanduan rokok atau narkotika.


32 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Myths About Masturbation in Relationships. Verywell Mind. (https://www.verywellmind.com/myths-about-masturbation-2300804)
Masturbation side effects: Myths and facts. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/320265.php)
How to stop masturbating: 6 tips and tricks. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/325743.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app