HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

3 Kesalahan Diet Yang Mengganggu Metabolisme

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
3 Kesalahan Diet Yang Mengganggu Metabolisme

Sejalan usia, massa otot kita akan berkurang, begitu juga dengan tingkat metabolisme. Walhasil kemampuan tubuh membakar kalori juga berkurang.

Sayangnya, banyak wanita yang tanpa sadar mensabotase potensi pembakaran kalori dengan diet ketat yang salah kaprah, strategi latihan yang tidak efektif, dan kebiasaan lain yang semakin memperlambat metabolisme seperti yang dipaparkan di bawah ini.

Perlu diingat, tidak ada resep instan yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan jumlah pembakaran kalori oleh tubuh Anda. Tapi dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan ini, otomatis tingkat metabolisme Anda akan terpacu naik. Itu artinya, menurunkan berat badan atau mempertahankan bobot ideal bukan lagi sekadar impian.

Kesalahan 1: Hanya mengandalkan timbangan portabel di rumah

Timbangan portabel didesain hanya untuk menghitung berapa kilogram bobot tubuh Anda secara keseluruhan, tidak bisa menghitung berapa jumlah lemak dan massa otot Anda.

Orang yang angka timbangannya ideal, belum tentu massa lemak dan ototnya ideal. Padahal, semakin sedikit massa otot yang Anda miliki, semakin lambat kemampuan tubuh Anda dalam membakar kelebihan lemak dan kalori.

"Wanita berbobot 55 kilogram dengan massa lemak 20-25 persen (massa lemak ideal), dalam satu hari dapat membakar 200 kalori lebih banyak dibanding wanita berbobot sama dengan persentase lemak sebesar 40 persen (tipikal wanita usia 40 tahun ke atas)," kata  David C. Nieman, Dr.P.H., direktur Human Performance Laboratory Appalachian State University.

Perbaiki kesalahan ini dengan mengunjungi klinik dokter atau pusat kebugaran terdekat untuk melakukan pengukuran bobot tubuh lengkap dengan massa otot dan lemak. Dokter atau pelatih fitnes yang mungkin Anda temui di sana dapat memberi nasehat tentang bagaimana Anda dapat mencapai berat ideal dengan cara sehat. 

Kesalahan 2: Diet ketat setelah makan besar

Makan terlalu banyak tidak bisa Anda tebus dengan membiarkan tubuh kelaparan sesudahnya. Kebiasaan seperti ini justru memangkas tingkat metabolisme hingga 25 persen lebih rendah dari biasanya.

Jika karena rasa bersalah lantas Anda hanya mengonsumsi 400-800 kalori dalam sehari, metabolisme akan turun sebesar 15-20 persen. Plus, tubuh akan membakar jaringan otot yang Anda perlukan untuk bisa bergerak dan berolahraga secara normal. Hasilnya? Semakin lambat lah metabolisme Anda.

Perbaiki dengan mengurangi asupan kalori secara pelan. Asupan 1.200-1.500 kalori hanya akan menurunkan angka metabolik sekitar 5 persen. Ketika Anda bergerak atau berolahraga, yang terbakar adalah lemak bukan otot seperti yang terjadi jika Anda hanya mengasup kurang dari 900 kalori perhari.

Perbanyak asupan protein dari sumber rendah lemak seperti putih telur, biji-bijian dan kacang-kacangan agar massa otot terbangun dan kecepatan pembakaran lemak meningkat.  

Kesalahan 3: Hanya berlatih kardio

Jika Anda tidak pernah membuat otot bekerja keras, misalnya dengan berlatih beban, Anda akan kehilangan sekitar dua kilogram massa otot tiap dekade, ujar Wayne L. Westcott, PhD, direktur penelitian kebugaran South Shore YMCA di Quincy, MA. Latihan kardiovaskular (seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau aerobik) sangat baik untuk kesehatan Anda, tetapi tidak cukup berat untuk membangun  massa otot.

"Hanya latihan kekuatan atau beban yang dapat memberi tekanan yang cukup kuat kepada otot agar terbentuk dengan baik sehingga pembakaran kalori lebih efektif.

Perbaiki dengan berlatih angkat beban, baik itu di pusat kebugaran atau di rumah dengan membeli barbel atau resistance band. Jika Anda belum pernah berlatih beban, ada baiknya memakai jasa pelatih pribadi untuk beberapa sesi sampai Anda mengetahui bagaimana cara berlatih dan menggunakan alat-alat tanpa cidera. (LT)


2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Intermittent Fasting 101 — The Ultimate Beginner's Guide. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/intermittent-fasting-guide)
Sleep and Weight Loss: How Lack of Sleep Can Cause You to Gain Weight. WebMD. (https://www.webmd.com/sleep-disorders/features/lack-of-sleep-weight-gain)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app