Penyakit Parkinson: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyakit Parkinson: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyakit parkinson adalah kerusakan otak dan saraf progresif yang mempengaruhi gerakan (motor system), terjadi karena hilangnya sel-sel otak yang memproduksi dopamin. Penyakit parkinson berkembang secara bertahap, gejala awal dapat berupa tremor atau gemetaran ringan pada satu tangan. Walaupun gejala parkinson yang paling utama aadalah tremor, namun dapat juga  menyebabkan kekakuan atau memperlambat gerakan.

Penyebab penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson disebabkan oleh rusaknya sel-sel saraf di bagian otak yang disebut substantia nigra yang memproduksi dopamin. Dopamin ini berfungsi sebagai utusan antara bagian-bagian otak dan sistem saraf yang membantu mengontrol dan mengkoordinasikan gerakan tubuh. Jika dopamin di otak kurang, maka akan menyebabkan gerakan tubuh menjadi lambat dan tidak normal lalu timbullah gejala penyakit parkinson.

Penyebab rusaknya sel-sel saraf penghasil dopamin memang belum diketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor risiko, antara lain sebagai berikut:

1. Genetik

Perubahan genetik (mutasi) dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Parkinson, walaupun mekanismenya masih belum diketahui. Dalam keluarga sebagai akibat dari gen yang rusak dapat diwariskan dari orang tua ke anaknya, walaupun hal ini jarang terjadi.

Baca juga: Sindrom Wolff-Parkinson-White: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

2. Faktor lingkungan

Beberapa peneliti juga menemukan bahwa faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson. Menurutnya, pestisida dan herbisida yang digunakan dalam pertanian dan polusi industri atau lalu lintas dapat menyebabkan kondisi tersebut. Hal ini masih perlu dikaji lebih lanjut.

3. Usia

Penyakit Parkinson umumnya terjadi pada usia antara 50 – 70 tahun, jadi dengan bertambahnya usia faktor risiko makin besar.

4. Penyebab Parkinson lainnya 

'Parkinsonisme' merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala tremor, kekakuan otot dan lambatnya gerakan. Sedangkan Penyakit Parkinson merupakan jenis Parkinsonisme yang paling umum.

Parkinsonisme dapat disebabkan oleh:

  • Obat-obatan: seperti beberapa jenis obat antipsikotik, dan biasanya membaik setelah obat dihentikan
  • Infark serebral: beberapa bagian dari otak mati akibat stroke berat

Gejala penyakit Parkinson

Tanda-tanda dan gejala penyakit Parkinson dapat bervariasi dari orang ke orang. Bahkan gejala awal yang ringan sering kali tidak diketahui. Gejala awal parkinson seringkali dimulai pada satu sisi tubuh yang menetap pada bagian itu dan semakin memburuk.

Lebih lengkap berikut tanda (ciri-ciri) dan gejala penyakit parkinson:

  • Tremor. Tremor atau gemetaran, salah satu ciri penyakit Parkinson adalah tremor tangan pada saat santai (saat istirahat) disebut resting tremor.  Biasanya dimulai pada tangan atau jari.
  • Bradikinesia. Atau gerakan melambat, orang dengan penyakit parkinson akan menaglami perlambatan dalam gerakannya sehingga tugas-tugas sederhana menjadi sulit dan memakan waktu. Saat berjalan mungkin langkah kaki menjadi lebih pendek, kesulitan  beranjak dari kursi, dan lain-lain.
  • Otot kaku. Kaku otot dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, hal ini akan membuat rasa sakit dan membatasi gerakan. Hal ini juga mengenai wajah sehingga wajah kaku, kurang ekspresi, dan kurang senyum.
  • Gangguan keseimbangan dan postur tubuh. Orang dengan parkinson lebih cendrung memiliki postur tubuh bungkuk, dan keseimbangan terganggu.
  • Masalah bicara. Bicara menjadi terganggu seperti susah untuk memulai, atau bahkan berbicara terlalu cepat, suara lemah dan monoton, air liur sering menetes.
  • Perubahan penulisan. Tulisan menjadi kecil-kecil dan tampak kesulitan.

Pengobatan penyakit Parkinson

Sampai saat ini, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit parkinson, tetapi berbagai obat dapat diberikan untuk meringankan gejala. Obat-obat untuk penyakit parkinson adalah:

  • Obat parkinson yang berfungsi menaikkan kadar dopamine di otak, contohnya levodopa
  • Obat parkinson yang bekerja mirip dopamin (Dopamine agonist): apomorphine, pramipexole, ropinirole, rotigotine
  • Obat yang berfungsi menghemat dopamine di otak (MAO B inhibitor): rasagiline, selegiline.
  • Obat meningkatkan koordinasi kerja otot (antikolinergik).

Bagi yang tidak berespon baik dengan obat-obatan di atas, tindakan selanjutnya yang menjadi pilihan yaitu operasi dengan cara menanam electrode (implant) di otak yang disebut Deep brain stimulation.

Apakah penyakit Parkinson dapat disembuhkan?

Hingga saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan penyakit parkinson, penyakit ini bersifat menahun dan berlangsung progresif atau dengan kata lain semakin lama semakin memburuk.


18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2018). Parkinson's Disease and Gamma Knife Treatment. (https://www.webmd.com/parkinsons-disease/guide/gamma-knife)
Willacy, H. Patient (2016). Parkinson's Disease. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6066514/)
Holland, K. Healthline (2017). Everything You Want to Know About Parkinson’s Disease. (https://www.healthline.com/health/parkinsons)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app