HEALTH SHOP

Penyakit

Obat

Cari Rumah Sakit

Tanya Dokter

Artikel

Hewan Peliharaan

Apotik

ติดต่อเรา

Temukan info penyakit, obat-obatan, rumah sakit, dan artikel kesehatan lainnya di sini

Dexamethasone Grantusif Tipes Asam Lambung
Kesehatan Fisik

Tonsilitis: Radang Amandel

Update terakhir: Jun 9, 2019 Tinjau pada Jun 7, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.086.258 orang

Amandel atau Tonsil adalah sepasang kelenjar yang terletak disamping agak belakang dari tenggorokan. Amandel merupakan suatu kelenjar yang termasuk sistem limfe berfungsi untuk membantu tubuh memerangi infeksi.

Tonsilitis adalah ketika ada infeksi atau radang pada amandel, biasanya sebagian besar disebabkan oleh virus. Hanya sekitar 15% yang disebabkan oleh bakteri. Amandel dapat menjadi sangat besar dan sakit selama mengalami peradangan atau tonsilitis.

Apa tanda-tanda Radang Amandel / tonsilitis?

  • Tanda-tanda tonsilitis yang umum adalah sakit tenggorokan, demam, dan kesulitan menelan.
  • Tonsilitis yang disebabkan oleh virus dan tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri memiliki tanda-tanda yang sangat mirip.
  • Pada umumnya Tonsilitis yang lebih cendrung akibat virus memiliki tanda-tanda lain seperti demam, pilek, sakit mata (pedih dan berair pada mata) dan batuk.
  • Amandel dapat menjadi sangat besar ketika terjadi radang / tonsilitis, tetapi amandel juga cukup besar pada anak-anak sehat yang amandelnya tidak sedang meradang.
  • Amandel yang membesar tersebut dapat membuat anak sulit bernapas dan/atau sulit menelan, tetapi ini sangat jarang.
  • Amandel terlihat besar, merah dan sering terdapat bercak putih (detritus) pada permukaannya. Detritus biasanya terdapat pada tonsillitis kronis.

Tonsil sehat

Tonsilitis

Radang amandel dengan bercak putih dipermukaannya (detritus)

Cara Mengatasi Radang Amandel / Tonsilitis

  • Anak-anak mungkin perlu parasetamol untuk menghilangkan rasa sakit pada Amandel yang meradang.
  • Berikan makanan lunak seperti karamel dan jeli dan minuman tambahan.
  • Jangan khawatir jika anak Anda tidak ingin makan banyak ketika tenggorokannya sakit. Minuman  hangat sering lebih mudah untuk ditelan dibandingkan minuman yang sangat dingin (es).
  • Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus, pemberian antibiotik tidak membantu. Namun jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri dan dokter memutuskan bahwa antibiotik diperlukan, demam biasanya turun dalam waktu 24 jam, dan anak akan sembuh rata-rata sekitar 36 jam lebih cepat daripada jika dia tidak minum antibiotik. Seorang anak dengan tonsilitis bakteripun dapat pulih jika dia tidak minum antibiotik - tapi hanya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dan rawan terjadi komplikasi.

Dokter akan mempertimbangkan banyak hal sebelum menyarankan bahwa anak Anda perlu operasi amandel. Pertimbangannya biasanya mencakup seberapa sering anak mengalami tonsilitis.

  • Ada risiko ketika operasi dilakukan untuk menghilangkan amandel, termasuk masalah dengan anestesi atau bius selama operasi dan perdarahan setelah operasi. Namun, hampir selalu tidak ada masalah.
  • Amandel dapat dioperasi jika anak memiliki banyak serangan tonsilitis setiap tahun selama beberapa tahun. Usia anak biasanya minimal 3 tahun.

Gangguan kesehatan atau Komplikasi tonsilitis 

  • Demam rematik menjadi resiko yang mengikuti tonsilitis streptococus (tonsilitis bakteri) yang tidak diobati.
  • Penyakit ginjal (glomerulonephritis akut) dapat terjadi setelah infeksi tenggorokan streptococus.
  • Infeksi telinga dan infeksi dada biasanya tidak terjadi pada waktu bersamaan dengan tonsilitis.
  • Quinsy, radang yang merupakan abses pada salah satu amandel, merupakan komplikasi yang jarang terjadi yang dapat menjadi kasus darurat medis. Dengan tanda-tanda semakin tidak sehat, demam tinggi, pembengkakan di sekitar sudut rahang, kesulitan menelan. Jika seseorang mengalami quinsy, operasi darurat untuk mengalirkan abses (nanah) seringkali dibutuhkan.

Sumber :

  • Department of Health, South Australia 'Streptococcal sore throat' https://www.dh.sa.gov.au/pehs/...
  • Campbell LR, 'Pharyngitis, tonsilitis (Group A Streptococcus) and scarlet fever' in Garkunkel L C, Kaczorowski S and Christy C, Pediatric Clinical Advisor', Mosby 2007.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)