HEALTH SHOP

Penyakit

Obat

Cari Rumah Sakit

Tanya Dokter

Artikel

Hewan Peliharaan

Apotik

ติดต่อเรา

Temukan info penyakit, obat-obatan, rumah sakit, dan artikel kesehatan lainnya di sini

Vitamin Acyclovir Kolesterol Ketoconazole
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kebiasaan Sehat

Penyebab Anus (Dubur) Gatal dan Cara Mengatasinya

Update terakhir: DEC 6, 2019 Tinjau pada DEC 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.352.639 orang

Mungkin Anda pernah mengalami bahkan saat ini tersiksa karena dubur gatal. Ya, ini memang keluhan yang sangat menganggu bagi siapa saja yang mengalaminya, duduk tak enak, tidur tak enak, bahkan bisa-bisa tak bisa tidur! karena ini memang sering terjadi di malam hari.

Sekali terasa gatal di dubur, seolah-olah itu tak kunjung mereda dan membuat kita selalu ingin menggaruknya. Menggaruk memang dapat menenangkan untuk sementara waktu namun hal ini malah akan memperburuk kondisi apabila dilakukan secara berlebihan dan penuh dengan semangat!

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Ada istilah tersendiri untuk menamai dubur gatal ini yaitu Pruritus Ani (Pruritus=Gatal, Ani=Anus/dubur *maaf jangan tersinggung bagi yg memiliki nama serupa). Gatal-gatal pada anus ini memiliki banyak penyebab, seperti masalah kulit, cebok berlebihan atau wasir.

Lebih lanjut, berikut berbagai Kemungkinan penyebab gatal dubur :

  • Iritasi kulit. Gesekan dan kelembaban dapat mengiritasi kulit sensitif di daerah anus. Iritasi ini kadang-kadang menyebabkan gatal-gatal di dubur. Parfum, pewarna dan agen pelunakan dalam produk seperti sabun dan kertas toilet juga dapat memicu iritasi dan gatal-gatal pada anus. Jadi harap diperhatikan!
  • Masalah pencernaan. Diare yang sering terjadi dapat menyebabkan iritasi lalu disusul dengan dubur gatal. BAB tak terkendali sehingga lama kontak dengan anus karena tidak segera dibersihkan juga dapat menyebabkan hal ini.
  • Wasir. Wasir atau ambeien merupakan salah satu penyebab gatal pada anus karena sering mengejan saat buang air besar dan gesekan yang lebih nyata.
  • Infeksi. Infeksi menular seksual seperti keputihan pada wanita juga dapat menyebabkan anus anus gatal. Pada anak-anak, parasit seperti cacing kremi sering menyebabkan gatal-gatal di dubur yang persisten. Orang dewasa yang tinggal dalam satu rumah juga dapat terinfeksi. Infeksi jamur juga dapat menyebabkan gatal-gatal di daerah anus.
  • Penyakit kulit. Terkadang dubur terasa gatal sebagai akibat dari penyakit kulit tertentu, seperti psoriasis atau dermatitis kontak.
  • Kondisi medis lain. Seperti diabetes, gangguan tiroid dan tumor anus.

Cara Mengatasi Dubur Gatal

Perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu untuk menentukan pemilihan obatnya dengan memeriksakan diri ke dokter. Secara cepat gatal pada anus dapat diatasi dengan obat-obatn yang meliputi:

  • Krim atau salep hidrokortison. Oleskan tipis pada daerah yang gatal untuk mengurangi peradangan dan  rasa gatal. Bila penyebabnya alergi
  • Salep pelindung yang mengandung seng oksida (Desitin, Balmex).
  • Antihistamin. Jika gejala memburuk pada malam hari, dokter mungkin meresepkan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal agar bisa cepat tidur. Selain sebagai obat gatal dubur, antihistamin juga bisa digunakan untuk mengatasi gatal yang disebabkan oleh masalah lainnya.
  • Obat anti-parasit. Yaitu obat cacing yang untuk mengobati infeksi cacing kremi. Jika cacing kremi penyebabnya.

Di samping penggunaan obat ada beberapa tips yang dapat dilakukan di rumah:

  • Cebok dengan lembut. Segera cuci area anus setelah buang air besar. Jangan menggosok kuat atau menggunakan tissue toilet yang kasar.
  • Keringkan. Setelah mencuci bersih, keringkan dengan tissue atau kain yang lembut sebelum mengenakan celana.
  • Jangan digaruk. Sering menggaruk malah akan memperberat iritasi dan menyebabkan peradangan persisten. Jika tahan dengan rasa gatal, gunakan kompres dingin pada anus yang gatal atau mandi air hangat.
  • Kenakan pakaian katun dan pakaian longgar. Hal ini untuk menjaga daerah anus tetap kering. Sebaliknya hindari pakaian ketat dan rapat seperti jeans.
  • Hindari Penyebab Iritasi. Hindari sabun yang menghasilkan banyak busa, deodorant genital, sabun dengan parfum, tissue basah. Gunakan tissue toilet yang tidak mengandung parfum.
  • Gunakan pelembab. Beberapa pelembab seperti zinc oxide atau petroleum jelly (Vaseline) dapat menjaga kelembapan anus.
  • Kurangi atau hindari minuman, seperti kopi atau cola, makanan pedas, terlalu asam dan makanan lain yang biasanya dapat menyebabkan diare. Hindari terlalu sering menggunakan obat pencahar.
  • Makan makanan berserat untuk menghindari tinja keras yang melukai daerah anus.

Kapan Harus ke Dokter?

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Sebagian besar dubur gatal tidak memerlukan perawatan medis. Namun, periksalah ke dokter apabila:

  • Dubur gatal yang parah atau berlangsung terus menerus atau kronis
  • Terdapat perdarahan dari anus baik seketika ataupun setelah BAB (Buang Air Besar Berdarah)
  • Mengganggu kegiatan sehari-hari
  • Disertai dengan demam dan nanah ,  curiga kearah infeksi.

Pruritus ani persisten mungkin berkaitan dengan kondisi kulit atau masalah kesehatan lainnya yang membutuhkan perawatan medis.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)