Anak Muda Juga Harus Rutin Jalani Pemeriksaan Jantung

Dipublish tanggal: Jun 29, 2021 Update terakhir: Jul 2, 2021 Waktu baca: 3 menit
Anak Muda Juga Harus Rutin Jalani Pemeriksaan Jantung

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Usia muda 20-30 tahun juga berisiko mengalami penyakit jantung seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, maupun aritmia jantung;
  • Beberapa faktor risiko yang dapat memicu penyakit jantung adalah faktor genetik, pola hidup tidak sehat, komplikasi penyakit lain, serta obesitas;
  • Gejala penyakit jantung bisa saja terjadi secara mendadak sehingga diperlukan cek jantung secara berkala untuk mengetahui kondisi jantung;
  • Beberapa pemeriksaan jantung yang dapat dilakukan adalah CT scan jantung, elektrokardiogram (EKG), MRI jantung, ekokardiografi, dan tes treadmill jantung (stress test);
  • Temukan dan booking paket medical check up atau paket pemeriksaan kesehatan dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
  • Klik untuk membeli obat jantung dari rumah kamu melalui HDMall. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tak hanya terjadi pada orang tua atau para lansia saja, penyakit jantung juga banyak dialami oleh anak muda usia 20-30 tahun. Lalu, langkah apa yang perlu dilakukan untuk membantu mencegah penyakit jantung? Apa saja jenis pemeriksaan jantung itu?

Alasan anak muda perlu melakukan pemeriksaan jantung

Jantung penting untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Gangguan jantung, seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, aritmia jantung, kardiomiopati, atau penyakit jantung lainnya, bisa berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Untuk membantu mencegah gangguan jantung tersebut setiap orang--termasuk anak muda--perlu memahami betapa pentingnya melakukan pemeriksaan jantung secara berkala, terutama yang memiliki faktor risiko penyakit jantung. 

Beberapa faktor risiko dan penyebab gangguan jantung adalah:

  • Faktor genetik (riwayat penyakit jantung dalam keluarga)
  • Pola hidup tidak sehat (kurang olahraga, suka merokok)
  • Komplikasi penyakit lain (diabetes, hipertensi, kolesterol)
  • Memiliki berat badan berlebih (obesitas)

Baca juga: Suplemen untuk Atasi Hipertensi dan Kolesterol Tinggi

Perlu diingat pula bahwa penyakit jantung tidak mengenal usia bahkan bisa terjadi secara mendadak pada anak muda. Salah satunya adalah serangan jantung yang umumnya menimbulkan gejala berupa rasa nyeri di dada, mudah lelah, keringat dingin, dan sesak napas. Jika kondisi itu terjadi secara bersamaan, perlu segera dilakukan pemeriksaan jantung.

Kapan waktu yang tepat untuk cek jantung?

Selain merasakan gejala penyakit jantung, anak muda perlu mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan jantung secara rutin. Menurut American Heart Association (AHA), anak muda yang telah berusia 20 tahun disarankan untuk melakukan medical check up termasuk pemeriksaan kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, dan cek jantung setahun sekali.

Tujuan pemeriksaan jantung sendiri adalah memastikan bahwa kesehatan dan fungsi jantung berada dalam kondisi baik, mengetahui ada tidaknya masalah jantung, mencegah penyakit jantung, serta memberikan penanganan lebih awal terhadap risiko penyakit jantung yang mungkin terjadi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Apa saja tes pemeriksaan jantung yang diperlukan bagi anak muda?

Beberapa metode pemeriksaan jantung yang bisa dilakukan oleh anak muda adalah:

1. CT Scan jantung

CT Scan jantung atau coronary calcium scan adalah pemeriksaan jantung dengan menggunakan sinar X (X-ray) guna mendeteksi penumpukan plak (aterosklerosis) pada pembuluh darah arteri jantung. 

2. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram atau EKG merupakan metode pemeriksaan jantung yang bekerja dengan cara merekam aktivitas listrik pada jantung untuk mengetahui masalah detak jantung (aritmia jantung), ukuran dan bentuk jantung, serta mendeteksi risiko serangan jantung.

3. MRI jantung

MRI jantung memperlihatkan gambar jantung secara mendalam. Metode MRI jantung bertujuan untuk mengetahui masalah pada ukuran jantung, ketebalan, serta pergerakan otot jantung dan pembuluh darah.

4. Ekokardiografi (USG jantung)

Berbeda dengan EKG, ekokardiografi (echo) bekerja dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasound). Metode USG jantung digunakan untuk mendeteksi gambar struktur dan fungsi jantung, termasuk memeriksa katup dan bilik jantung, otot jantung, serta pembuluh darah sekitar jantung.

5. Tes treadmill jantung (Stress test)

Pemeriksaan jantung dengan treadmill atau disebut stress test bekerja untuk mengetahui kerja fungsi jantung. Pemeriksaan fisik jantung ini dapat mendeteksi masalah jantung, seperti nyeri dada, kelelahan, atau sesak napas yang mungkin timbul saat menjalani latihan fisik.

Dengan mengetahui kondisi jantung dan memeriksa ada atau tidaknya gangguan pada jantung, risiko penyakit jantung bisa dihindari atau dicegah. Oleh karena itu, anak muda disarankan untuk melakukan cek jantung secara berkala minimal setahun sekali dan mulai menerapkan pola hidup sehat. 

Baca juga: Segala Hal Tentang Ekokardiografi (USG Jantung) yang Wajib Anda Tahu

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app