Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Kenali Diabetes Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Mei 15, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 840.144 orang

Definisi Apa itu Penyakit Diabetes

Diabetes adalah kelompok penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah (glukosa) karena adanya kelainan atau tidak berfungsinya produksi insulin oleh kelenjar pankreas.

Penyebab terjadinya Diabetes

Glukosa merupakan sumber energi bagi sel-sel yang membentuk otot dan jaringan dalam tubuh.gt;dapat dua sumber utama glukosa dalam tubuh, yaitu melalui asupan makanan dan melalui liver yang berperan dalam pembuatan dan penyimpanan glukosa. Ketika Anda makan, terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah yang memacu kelenjar pankreasgt;untuk mengeluarkan insulin agar mengubah glukosa dalam darah menjadi energi. Begitu juga ketika Anda lapar. Liver akan memecah cadangan gula yang disimpan dalam bentuk gula otot (glikogen) untuk dikeluarkan ke dalam aliran darah dengan bantuan insulin. Melalui mekanisme ini, kadar gula darah akan tetap berada dalam kondisi normal dan tubuh dapat menghasilkan energi untuk beraktivitas.

Tetapi pada penderita diabetes, glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel tanpa adanya bantuan insulin, sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa. Keterkaitan antara hormon insulin dan diabetes ini menjadi dasar penentuan tipe penyakit ini, yaitu:

  • Diabetes tipe 1. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti dan dikategorikan sebagai salah satu penyakit autoimun. Pada diabetes tipe 1, adanya kelainan genetik diduga menjadi faktor penyebab kesalahan target sistem imunitas sehingga menyerang dan menghancurkan sel beta pankreas sebagai penghasil insulin. Kondisi ini kemudian menyebabkan sel insulin yang terbentuk dalam jumlah kecil atau bahkan tidak terbentuk. Akibatnya terjadi peningkatan kadar gula dalam darah.
  • Diabetes tipe 2. Pada tipe ini, kelenjar lemak, liver, dan sel otot tidak mampu mengambil dan menyimpan glukosa dengan efektif karena terjadi resistensi terhadap insulin dan pankreas tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah normal untuk mengatasi resistensi ini. Akibatnya glukosa tidak dapat disimpan ke dalam sel dan berada dalam darah dalam jumlah banyak. Riwayat diabetes dalam keluarga, faktor genetik, kelebihan berat badan, dan kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab utama diabetes tipe 2.
  • Prediabetes. Meski secara teknis bukan diabetes, kondisi yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal tetapi tidak mencapai batas kondisi diabetes, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.
  • Diabetes gestational. Pada masa kehamilan, placenta menghasilkan banyak hormon untuk kelangsungan hidup janin dan menyebabkan sel-sel tubuh menjadi lebih resistan terhadap insulin. Pankreas kemudian meningkatkan produksi insulin untuk mengatasi kondisi tersebut. Tetapi pada suatu keadaan, produksi insulin tidak mampu mengimbangi kondisi resistansi tersebut. Akhirnya jumlah glukosa yang dapat masuk ke dalam sel berkurang dan terdapat banyak di aliran darah. Kondisi ini mempengaruhi 3 – 8% wanita hamil dan biasanya terjadi pada usia kehamilan 24 – 28 minggu. Apabila tidak terdiagnosis dan ditangani segera, dapat menyebabkan berat badan bayi meningkat dan permasalahan pernapasan pada bayi. Diabetes gestational biasanya dapat kembali normal setelah persalinan, tetapi juga dapat berisiko menjadi diabetes tipe 2 dalam jangka waktu 5 – 10 tahun.

Faktor risiko bisa terjadi Diabetes

Dari beberapa tipe diabetes dan penyebabnya, maka faktor risiko dapat dibedakan berdasarkan tipe diabetes:

Diabetes tipe 1. Meski penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, yaitu:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1 (keturunan/faktor genetik).
  • Faktor lingkungan yang disebabkan oleh infeksi virus misalnya virus rubella, enterovirus-D68, dan virus coxackie, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi autoimun yang merusak sel-sel penghasil insulin di pankreas.
  • Terdeteksinya sel-sel yang merusak sistem imunitas tubuh (autoantibodi diabetes). Pada seseorang yang memiliki riwayat diabetes tipe 1 dalam keluarga, terkadang akan ditemukan keberadaan autoantibodi diabetes yang akan meningkatkan risiko diabetes tipe 1. Akan tetapi, tidak semua orang yang memiliki autoantibodi ini akan mengidap diabetes.
  • Lokasi geografis. Negara-negara tertentu seperti Finlandia dan Swedia, mempunyai angka kasus diabetes tipe 1 yang tinggi.

Diabetes tipe 2. Terdapat beberapa faktor risiko diabetes tipe 2 antara lain:

  • Berat badan berlebih (overweight) atau obesitas
  • Kurang aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga menderita diabetes tipe 2
  • Beberapa ras tertentu seperti Asia-Amerika, Indian Amerika, Hispanik, dan Afrika memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2
  • Usia lebih dari 40 tahun. Seiring bertambahnya usia, aktivitas fisik akan semakin berkurang, tubuh kehilangan masa otot, dan dapat pula terjadi peningkatan berat badan melebihi normal dan memacu resistansi insulin yang menyebabkan diabetes tipe 2. Akan tetapi, risiko diabetes tipe 2 juga dapat menjadi meningkat pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas dan kurang aktivitas fisik.
  • Riwayat gestational diabetes dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir 4 kg dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2
  • Sindrom ovari polisistik. Wanita yang mengidap sindrom ovary polisistik akan berpotensi mengidap diabetes tipe 2.
  • Tekanan darah tinggi melebihi 140/90 mmHg
  • Kadar trigliserida dan kolesterol yang melebihi kadar normal

Gestational diabetes. Setiap wanita hamil dapat mengidap gestational diabetes, dan sebagian wanita hamil memiliki risiko yang lebih besar apabila terdapat faktor:

  • Usia lebih dari 25 tahun
  • Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, riwayat pribadi dengan kondisi prediabetes, riwayat gestational diabetes pada kehamilan sebelumnya, melahirkan bayi dengan berat badan 4 kg, dan riwayat mengalami kematian bayi dalam kandungan.
  • Kelebihan berat badan saat hamil
  • Ibu hamil dengan ras Asia, Afrika, Hispanik, Indian Amerika, atau Asia memiliki risiko diabetes tipe 2 lebih besar.

Gejala terjadinya Diabetes

Gejala diabetes yang muncul pada setiap orang dapat bervariasi tergantung pada tingkat kenaikan kadar gula darah. Beberapa orang dengan kondisi prediabetes atau diabetes tipe 2 terkadang tidak merasakan munculnya gejala. Sedangkan pada orang dengan diabetes tipe 1, gejala akan muncul dengan cepat dan dapat berkembang menjadi lebih parah. Tanda dan gejala yang muncul pada diabetes tipe 1 dan 2 antara lain:

  • Rasa haus yang meningkat
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Lapar terus menerus
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
  • Kelelahan
  • Pandangan kabur
  • Mudah emosi
  • Luka sembuh dalam waktu lama
  • Rasa gatal pada kulit
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, atau vagina.

Komplikasi pada penderita Diabetes

Beberapa komplikasi pada penderita diabetes tipe 1 dan 2 antara lain:

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Kerusakan saraf (Neuropati)
  • Kerusakan ginjal
  • Kerusakan retina (Retinopati)
  • Gangguan kulit
  • Gangguan pendengaran

Sedangkan pada penderita gestational diabetes, komplikasi yang mungkin muncul diantaranya:

  • Komplikasi pada bayi: kelebihan berat badan dalam kandungan, kadar gula darah rendah setelah persalinan, berpotensi mengidap diabetes tipe 2,kematian dalam kandungan atau saat dilahirkan.
  • Komplikasi pada ibu: kondisi preeklamsia yang ditandai dengan tingginya tekanan darah, terdapat kandungan protein pada urin, pembengkakan pada kaki serta meningkatnya risiko diabetes tipe 2.

 

Cara Pencegahan 

Meski diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah, akan tetapi dengan gaya dan pola hidup sehat, Anda dapat mencegah dari meningkatnya risiko kondisi prediabetes, diabetes tipe 2, dan gestational diabetes dengan cara:

  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi
  • Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga rutin
  • Mengurangi kelebihan berat badan, kecuali apabila Anda sedang dalam masa kehamilan.

Referensi

American Academy of Family Physicians. Diabetes: How to Use Insulin

American Academy of Orthopaedic Surgeons (2012). Ingrown Toenail.

American Diabetes Asscociation. (2019). Lifestyle Management: Standards of Medical Care in Diabetes – 2019. Diabetes Care, 42(1), pp. S46–S60

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit