Akibat Kelelahan, Apakah Dapat Menyebabkan Sakit Maag dan Asma?

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jul 22, 2019 Waktu baca: 2 menit
Akibat Kelelahan, Apakah Dapat Menyebabkan Sakit Maag dan Asma?

Sudah beberapa hari ini, Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Surabaya. Sempat menjalani perawatan di RSUD Dr Soewandi Surabaya, Risma lalu dipindahkan ke RSU dr Soetomo. Apa penyebabnya? Lalu, bagaimana keadaannya saat ini?

Kondisi kesehatan Tri Rismaharini diperkirakan menurun akibat kelelahan sehingga menyebabkan kambuhnya penyakit asma dan maag yang dimiliki. Tetapi menurut tim dokter, memasuki hari keempat ini kondisi Risma sudah stabil dan mulai membaik. Hanya saja Risma masih perlu mendapat perawatan intensif untuk sementara waktu agar bisa beristirahat dan memulihkan kondisi tubuhnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Tri Rismaharini sempat dirawat di ruang ICU dengan dipasang alat bantu pernapasan, pipa makanan (sonde), serta diberikan obat penenang untuk menjaga kestabilan organ tubuh dan memberikan rasa nyaman pada pasien. Tapi saat ini, seluruh fungsi organ seperti ginjal, jantung, dan saluran pernapasan sudah kembali berfungsi dengan baik, hanya saja Risma masih membutuhkan alat bantu oksigen walau kadar penggunaannya sudah dikurangi.

Tapi apakah benar jika kita mengalami kelelahan, maka dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi tubuh, seperti maag dan asma?

Mengenal penyakit maag

Sakit maag sendiri menyerang bagian lambung, sementara asma akan mengganggu fungsi kerja paru-paru. Hal ini dapat terjadi secara bersamaan dan saling berkaitan karena naiknya asam lambung ke esofagus (kerongkongan) akibat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya asma.

Penyakit maag sendiri terbagi menjadi 2 jenis, maag organik dan maag fungsional yang memiliki gejala khas di mana pasien biasanya mengeluh nyeri di bagian ulu hati, mual saat makan, serta tidak nafsu makan hingga terjadinya penurunan berat badan. Gangguan maag dapat diatasi dengan penerapan diet sehat dengan sayur dan buah, tidak merokok, dan aktif berolahraga. Baca selengkapnya: Cara Mengatasi Penyakit Maag

Yang membedakan dua jenis maag adalah faktor penyebab, di mana maag organik terjadi akibat infeksi Helicobacter pylori atau efek samping beberapa jenis obat tertentu dan dapat menyebabkan tukak lambung. Sementara, maag fungsional dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, jadwal makan yang tidak teratur, hingga kurangnya istirahat sehingga dapat menyebabkan terjadinya gastritis atau radang lambung. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat bertambah parah dan menjadi pemicu terjadinya kanker usus.

Mengenal penyakit asma

Asma adalah penyakit paru kronis (jangka panjang) di mana terjadi penyempitan dan pembengkakan saluran pernafasan serta dapat disertai produksi lendir/dahak yang berlebih. Penyakit asma yang berpengaruh pada pernapasan ini bisa disebabkan oleh kombinasi faktor genetik (bawaan) dan kondisi lingkungan, seperti paparan debu (polusi udara), infeksi pernapasan (flu), aktivitas fisik/olahraga berat, udara dingin, obat-obatan, serta keadaan emosi atu stres yang berlebihan. 

Penyakit asma ini memang tidak bisa disembuhkan tetapi kondisinya bisa dikendalikan. Walaupun penderita penyakit asma terbilang cukup banyak dan sering dianggap sepele, penyakit asma termasuk dalam golongan penyakit berbahaya dan bisa mengancam keselamatan.

Pemeriksaan diri ke dokter sangat diperlukan jika merasakan adanya gejala kambuh seperti sesak napas walau tidak melakukan aktivitas fisik yang berat, batuk yang tak kunjung sembuh, batuk dan bersin ketika cuaca dingin, hingga sering berkeringat. Hal-hal tersebut perlu diwaspadai terutama bagi mereka yang memang memiliki penyakit asma bawaan agar kondisi teidak bertambah parah. Baca selengkapnya: Penyakit Asma dan Cara Pengobatannya

54 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wells EJ, et al. (2010). The effect of caffeine in people with asthma. (https://www.cochrane.org/CD001112/AIRWAYS_the-effect-of-caffeine-in-people-with-asthma)
Vital signs: Asthma in children. (2018). (https://www.cdc.gov/vitalsigns/childhood-asthma/index.html)
Pregnancy and asthma. (n.d.). (https://acaai.org/asthma/who-has-asthma/pregnancy)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app