Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

3 Jenis Gangguan Pendengaran dan Faktor Penyebabnya

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.168.458 orang

Gangguan pendengaran adalah ketika Anda tidak dapat mendengar suara baik sebagian maupun seutuhnya menggunakan kedua atau salah satu teling Anda. Gangguan pendengaran biasanya terjadi secara bertahap. 

The National Institute of Deafness and Other Communication Disorders (NICD) melaporkan bahwa ada setidaknya 25 persen orang yang berusia 65 hingga 74 tahun menderita gangguan pendengaran. Beberapa sebutan gangguan pendengaran antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Kemampuan mendengar berkurang
  • Tuli
  • Kehilangan kemampuan mendengar
  • Kehilangan kemampuan mendengar konduktif
  • Gangguan pendengaran konduktif
  • Sensorineural Hearing Loss (SNHL)
  • Infeksi
  • Obat ototoksik
  • Gangguan pendengaran gabungan

Tiga bagian untama telinga antara lain telinga bagian luar, telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam. Proses mendengar dimulai ketika gelombang suara melewati telinga bagian luar menuju gendang teling, yang merupakan kulit tipis di antara telinga luar dan tengah. Saat gelombang suara mencapai gendang telinga, gendang telinga bergetar. 

Tiga buah tulang pada telinga bagian tengah disebut osikel; the hammer, anvil, dan stirrup. Gendang telinga dan osikel bekerja bersama memperbesar getaran ketika gelombang suara masuk ke telinga bagian dalam. 

Saat gelombang suara mencapai telinga bagian dalam, gelombang suara akan melewati cairan pada koklea. Koklea adalah struktur pada telinga bagian dalam yang berbentuk seperti siput. 

Di dalam koklea, terdapat sel saraf dengan ribuan rambut kecil yang menempel. Rambut kecil berfungsi untuk mengubah gelombang suara menjadi sinyal elektrik yang kemudian disalurkan ke otak Anda. 

Otak akan menginterpretasikan sinyal elektrik sebagain suara. Getaran suara yang berbeda menyebabkan reaksi yang berbeda pada rambut kecil, memberi sinyal ada suara yang berbeda menuju ke otak Anda.

Apa yang menyebabkan Gangguan pendengaran?

The American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) melaporkan bahwa ada tiga tipe dasar gangguan pendengaran, masing-masing disebabkan faktor utama yang berbeda. Tiga penyebab paling umum penyebab berkurangnya kemampuan pendengaran antaranya gangguan pendengaran konduktif, sensorineural hearing loss (SNHL), dan gangguan pendengaran gabungan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gangguan pendengaran konduktif terjadi saat suara tidak dapat tersalurkan dari telinga bagian luar menuju gendang telinga dan tulang-tulang pada telinga bagian tengah. Saat mengalami gangguan pendengaran konduktif, Anda akan merasa kesulitan mendengar suara yang lembut atau pelan. Gangguan pendengaran konduktif tidak selalu permanen. 

Pertolongan medis dapat menyembuhkan. Pengobatan dapat melibatkan penggunaan antibiotik atau operasi, seperti implan koklea. Implan koklea adalah mesin elektrik yang diletakkan di bawah kulit di belakang telinga Anda. 

Implan koklea akan mengartikan getaran suara menjadi sinyal elektrik yang dapat diinterpretasikan otak Anda menjadi suara yang memiliki arti. Gangguan pendengaran konduktif dapat terjadi karena:

  • Infeksi telinga
  • Alergi
  • Swimmer’s ear

Penumpukan kotoran telinga

Benda asing yang terjebak di dalam telinga, tumor tak ganas atau luka pada saluran telinga karena infeksi yang dialami merupakan penyebab potensial gangguan pendengaran.

SNHL terjadi ketika terdapat kerusakan pada struktur telinga bagian dalam atau pada jalur saraf menuju otak. SNHL biasanya permanen. SNHL dapat menyebabkan suara yang berbeda, normal atau keras menjadi pelan atau tidak jelas. SNHL dapat terjadi karena:

  • Cacat lahir yang mengubah struktur telinga
  • Penuaan
  • Bekerja di daerah yang berisik
  • Trauma pada kepala atau tulang tengkorak
  • Penyakit Meniere, yaitu gangguan pada telinga bagian dalam yang dapat mempengatuhi pendengaran dan keseimbangan
  • Neuroma akustik, yaitu tumor nonkanker yang tumbuh pada saraf yang menghubungkan telinga ke otak yang disebut “saraf vestibular koklear”

Infeksi berikut dapat merusak saraf pada telinga dan menyebabkan SNHL:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Campak
  • Meningitis
  • Gondong
  • Demam scarlet

Beberapa obat, disebut obat ototoksik, dapat menyebabkan SNHL. Berdasarkan ASHA, terdapat 200 obat yang dijual bebas dan obat resep yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. 

Jika Anda mengonsumsi obat untuk kanker, penyakit jantung, atau infeksi serius, tanyakan pada dokter mengenai risiko pengonsumsian obat.

Gangguan pendengaran gabungan juga dapat terjadi. Gangguan pendengaran gabungan terjadi saat gangguan pendengaran konduktif dan SNHL terjadi pada saat yang bersamaan.

Apa saja gejala gangguan pendengaran?

Gangguan pendengaran biasanya terjadi bertahap. Awalnya Anda tidak menyadari adanya perubahan pada pendengaran Anda. Namun, jika Anda mengalami kehilangan kemampuan pendengaran, Anda harus segera memeriksakan ke dokter.


Referensi

American Speech Language Hearing Association. Hearing and Balance. Conductive Hearing Loss.

American Speech Language Hearing Association. Hearing and Balance. Sensorineural Hearing Loss.

Cunningham, LL. Tucci, DL. (2017). Hearing Loss in Adults. The New England Journal of Medicine, 377, pp. 2465-2473

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini