Kenali ​Gagal Hati Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 601.638 orang

Hati adalah organ tubuh yang penting bagi manusia karena hati memiliki fungsi untuk menyaring racun. Tanpa adanya hati yang sehat maka zat-zat beracun yang berasal dari mamakanan makanan kita sehari-hari akan mudah menyebar ke seluruh tubuh. 

Kondisi seperti ini biasa disebut dengan gagal hati. Gejala yanggt;dapat diketahui jika seseorang mengalami gagal hati adalah peradangan pada hati. Peradangan Ini menyebabkan hati mengalamigt;pembengkakan. 

Jika tidak segera ditangani gagal hati dapat menyebabkan kematian. Artikel berikut akan membahas apa yang dimaksud dengan gagal hati, gejala, diagnosis dan cara mengobati dan menjaga hati agar tetap sehat.

Gagal hati adalah kerusakan pada sebagian besar bagian hati sehingga organ ini tidak dapat berfungsi secara normal. Gagal hati merupakan tahap terakhir dari kerusakan hati. Terdapat tiga tahapan yang dihadapi penderita sebelum mengalami gagal hati yaitu sebagai berikut:

  1. Tahap pertama adalah peradangan. Peradangan pada hati terjadi apabila terlalu banyak racun yang ada pada hati. Akibat banyaknya racun, hati akan mengalami pembengkakan. Selain akibat racun, pembengakan juga disebabkan oleh banyaknya lemak pada hati dan infeksi virus hepatitis. Hal yang biasanya dirasakan bila hati mengalami peradangan adalah perut bagian kanan atas terasa panas.
  2. Tahapan kedua adalah fibrosis. Fibrosis adalah jaringan parut yang terbentuk pada hati akibat luka. Ketika hati berada pada proses penyembuhan diri, biasanya kerja hati menurun. Hal ini diperparah dengan adanya jaringan parut tadi. Jaringan parut dapat menghalangi aliran darah pada hati. Sebaiknya kamu mulai menerapkan gaya hidup sehat jika berada pada tahapan ini.
  3. Tahapan ketiga adalah sirosis. Sirosis adalah perkembangan lebih lanjut dari fibrosis. Pada kondisi ini jaringan parut yang terbentuk lebih berat dan cukup sulit disembuhkan. Proses terjadinya fibrosis menjadi sirosis sekitar 20 hingga 30 tahun. Jika sirosis tidak seger ditangani penderita beresiko menderita kanker hati.

Gejala Gagal Hati

Gejala yang dapat diketahui oleh seseorang yang menderita gagal hati adalah rasa sakit pada daerah perut. Gejala ini mirip dengan gejala akan penyakit lain. 

Pada kondisi yang lebih serius, penderita akan mengalami muntah, mudah mengantuk dan lesu, mudah mengalami pendarahan, pembengkakan pada perut dan disorientasi mental.

Diagnosis Gagal Hati

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami gagal hati, terlebih dahulu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Penderita gagal hati biasanya memiliki warna kulit dan mata kekuningan, perut bengkak dan terasa nyeri pada perut kanan atas. 

Selain itu untuk mengetahui pada tahapan mana kerusakan hati, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah, USG, CT Scan, MRI, Biopsi dan EEG. 

Pemeriksaan darah berfungsi untuk mengukur kerja hati. USG, CT Scan untuk mengukur sampai dimana kerusakan hati. Biopsi untuk mengetahui penyebab kerusakan hati. EEG untuk mengetahui apakah ada enselopati.

Penanganan Gagal Hati

Penderita sebaiknya segera melakukan pengobatan ketika gagal hati berada pada fase akut. Penanganan yang biasanya diberikan adalah dengan pemberian obat yang berguna untuk membantu hati menetralkan racun dan membantu hati untuk pulih kembali. 

Jika pemberian obat kurang efektif menangani kerusakan, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan transplantasi hati. Pada kondisi gagal hati kronis, pengobatan dilakukan untuk menyelamatkan bagian hati yang masih sehat. 

Dokter juga akan menyarankan untuk melakukan transplantasi hati jika obat-obatan dinilai kurang efektif menangani kerusakan hati. 

Pencegahan

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Agar organ hati dapat berfungsi dengan baik sebaiknya kamu mulai menerapkan gaya hidup sehat dan hal-hal seperti berikut:

  1. Mengatur pola makan menjadi lebih sehat, mengurangi konsumsi alkohol, menjaga kebersihan dan tidak menggunakan alat-alat pribadi secara bersama-sama. Dengan pola makan yang sehat, hati akan terbantu untuk tidak bekerja terlalu keras dalam menghancukan racun yang dibawa oleh darah. Alkohol mengandung gula dalam jumlah yang cukup besar dan menyebabkan hati bekerja ekstra untuk memecah gula.;
  2. Apabila sakit mengonsumsi paracetamol sesuai dengan dosis yang dianjurkan.;
  3. Menghindari tertular virus hepatitis B dan C dengan melakukan vaksinasi hepatitis dan tidak menggunakan alat suntik yang sudah pernah digunakan. 


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit