Ini Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Ini Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Saat tekanan darah Anda menunjukkan angka 120/80 mmHg, itu artinya tekanan darah sistolik Anda 120, sedangkan tekanan diastolik Anda 80.
  • Tekanan darah sistolik adalah tekanan tertinggi yang dicapai saat otot jantung berkontraksi. Normalnya pada orang dewasa adalah 90-120 mmHg.
  • Tekanan darah diastolik berarti tekanan darah di arteri saat jantung beristirahat (rileks). Normalnya 60-80 mmHg pada orang dewasa.
  • Jika tekanan darah berada di angka 140/90 atau lebih maka dianggap hipertensi, sedangkan di bawah 90/60 menandakan hipotensi. 
  • Minum obat hipertensi bisa membantu mengendalikan tekanan darah selama diminum sesuai anjuran dokter. Lakukan medical check up untuk memantau kesehatan Anda secara menyeluruh.

Tekanan darah seseorang ditentukan dengan melibatkan dua pengukuran, yakni tekanan darah sistolik dan diastolik. Saat tekanan darah Anda menunjukkan angka 120/80 mmHg, itu artinya tekanan darah sistolik Anda 120, sedangkan tekanan diastolik Anda 80. Namun, sebenarnya apa itu sistolik dan diastolik? Seberapa penting memeriksakan dan mengetahui tekanan darah kita? 

Apa itu Sistolik dan Diastolik?

Tekanan darah adalah ukuran dari seberapa kuatnya jantung dalam memompa darah hingga beredar mencapai semua jaringan tubuh manusia. Dengan kata lain, tekanan darah menjadi salah satu indikator untuk menilai sistem kardiovaskuler dan seberapa optimalnya kinerja tubuh seseorang.

Tekanan darah dinyatakan dalam mmHg dan terdiri dari tekanan darah atas (sistolik) dan tekanan darah bawah (diastolik). Rata-rata tekanan darah normal pada orang dewasa berada pada angka 120/80 mmHg.

Sementara itu, tekanan darah yang berada pada angka 140/90 atau lebih dianggap hipertensi sedangkan di bawah 90/60 menandakan hipotensi.

Tekanan darah dapat dapat berubah-ubah (naik atau turun) tergantung aktivitas yang dilakukan, makanan dan kondisi emosional diri sendiri. Kondisi ini normal, selama angkanya tidak konsisten tinggi atau rendah dalam jangka waktu yang lama.

Tekanan Darah Sistolik

Di saat jantung berdetak, otot jantung akan berkontraksi untuk memompa darah melalui arteri ke seluruh tubuh. Kontraksi otot jantung tersebut kemudian akan menimbulkan tekanan pada arteri. Tekanan inilah yang disebut sebagai tekanan darah sistolik atau tekanan tertinggi yang dicapai saat otot jantung berkontraksi.

Tekanan darah sistolik normal pada orang dewasa yakni berkisar antara 90-120 mmHg. Jika berada pada kisaran angka 120-139 mmHg maka termasuk pra-hipertensi. Seseorang dianggap hipertensi apabila tekanan darah sistoliknya berada pada angka 140 atau lebih.

Tekanan Darah Diastolik

Ketika kontraksi otot jantung telah berakhir, maka otot jantung pun akan menjadi rileks. Hal ini mengakibatkan suplai darah ke aorta (arteri terbesar dalam tubuh) akan berhenti kira-kira 1/10 detik.

Pada saat inilah, aorta akan kembali ke posisi semula dan tekanan darah pun menurun. Tekanan darah di dalam arteri ketika jantung sedang beristirahat/rileks (antar detak) inilah yang kemudian disebut dengan tekanan darah diastolik.

Pada orang dewasa, tekanan darah diastolik normalnya berada pada kisaran angka 60-80 mmHg. Apabila berkisar pada angka 80-89 masih termasuk normal, namun kurang ideal. Sedangkan jika berada pada angka 90 atau lebih maka dianggap hipertensi.

Tabel Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik

Sistolik Diastolik
Definisi Tekanan darah yang terjadi ketika otot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui arteri ke seluruh tubuh Tekanan darah di dalam arteri ketika jantung sedang beristirahat/rileks (antar detak)
Range Normal 90-120 mmHg (dewasa) 60-80 mmHg (dewasa)
Hipertensi Sama dengan atau di atas 140 mmHg Sama dengan atau di atas 90 mmHg
Hipotensi Di bawah 90 mmHg Di bawah 60 mmHg
Penentuan Ketika manset mengempis, maka suara denyut yang pertama kali di dengar melalui stetoskop ialah tekanan darah sistolik Ketika suara denyut menghilang, maka tekanan darah yang di dengar melalui stesoskop ialah tekanan darah diastolik
Penulisan Tekanan darah atas Tekanan darah bawah

Baca Selengkapnya: Tabel Tekanan Darah Normal dan Tidak Normal

Bagaimana Cara Mengukur Tekanan Darah?

Tekanan darah diukur dengan menggunakan sphygmomanometer (tensimeter) dan stetoskop. Sphygmomanometer sendiri terdiri atas manset, bola tensi, selang, tabung skala dan air raksa. 

Cara menggunakan alat pengukur tekanan darah adalah dengan melilitkan manset pada lengan atas dan stetoskop ditempatkan pada lipatan siku bagian dalam. Kemudian, manset dikembangkan dengan cara memompakan udara ke dalamnya melalui bola tensi.

Manset yang mengembang akan menekan pembuluh darah lengan dan membuat aliran darah berhenti sementara. Ketika manset mengempis, maka suara denyut yang pertama kali di dengar melalui stetoskop itulah yang dinamakan tekanan darah sistolik.

Seiring dengan terus mengempisnya manset, suara denyut yang terdengar melalui stetoskop pun akan menghilang. Nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk ketika suara denyut menghilang itulah yang disebut dengan tekanan darah diastolik.

Penulisan jumlah tekanan darah sistolik selalu ditulis pertama kali, kemudian baru diikuti dengan jumlah tekanan darah diastolik. Misalnya, jika tekanan darah dibaca 120 di atas 80, maka penulisannya menjadi 120/80 (dibaca: 120 per 80). Satuan tekanan darah selalu dinyatakan dalam mmHg (milimeter air raksa) sekalipun pemeriksaan dilakukan dengan tensimeter digital atau tensimeter aneroid.

Umumnya pemeriksaan dilakukan sebanyak 3 kali guna menentukan nilai rata-rata dari tekanan darah sistolik dan diastolik. Keakuratan hasil pemeriksaan bergantung pada pemeriksa dan tensimeter yang digunakan (tensimeter harus dikalibrasi secara periodik).

Seberapa Pentingkah Memeriksakan Tekanan Darah?

Memeriksakan dan mengetahui tekanan darah begitu penting. Pasalnya, tekanan darah merupakan salah satu indikator penting dalam menilai sistem kardiovaskuler dan kinerja tubuh seseorang.

Perlu diketahui bahwa seseorang yang mengidap hipertensi kerap kali tidak menunjukkan gejala sampai timbul komplikasi yang membahayakan seperti jantung, stroke, diabetes melitus hingga ginjal. Kurangnya kesadaran akan pemeriksaan tekanan darah inilah yang dapat menjadi bom waktu. Seperti terasa tenang, padahal berbagai penyakit telah mengintai.

Oleh karena itulah, penting untuk rutin memeriksa tekanan darah setidaknya 1 bulan sekali. Jika setelah beberapa kali pemeriksaan hasilnya selalu konsisten di sekitaran angka normal, maka kedepannya mungkin cukup dengan pemeriksaan rutin setahun sekali atau sesuai anjuran dokter.

Namun, jika nilainya 140/90 atau lebih tinggi, maka segera konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan solusi agar tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dialami dapat diatasi. Begitupun, jika mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah (di bawah 90/60 mmHg).

Baca Juga: Ciri-Ciri Tekanan Darah Tinggi yang Sering Tak Disadari

Bisakah Saya Memeriksakan Tekanan Darah Sendiri di Rumah? 

Memeriksa tekanan darah memang sebaiknya dipercayakan pada tenaga medis yang telah berpengalaman guna mendapatkan hasil yang akurat. Namun, ada kalanya juga pembacaan hasil tekanan darah yang dihasilkan menjadi kurang akurat karena yang diperiksa grogi atau gelisah sehingga tekanan darahnya pun meningkat.

Dalam kondisi tersebut, maka pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan sendiri di rumah. Anda hanya perlu menyiapkan stetoskop dan tensimeter digital yang dilengkapi dengan manset, kemudian dililitkan di lengan atas.

Agar hasilnya semakin akurat, konsultasikan dahulu dengan dokter atau tenaga medis mengenai cara penggunaan dan posisi tubuh yang benar. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan di pagi hari. Hindari berolahraga, merokok, dan minum minuman berkafein setidaknya 1 jam sebelumnya.

Lakukan pemeriksaan selama beberapa kali (biasanya 3 kali) untuk mendapatkan nilai rata-rata dan keakuratan hasil. Selalu catat hasil dari tiap pemeriksaan, kemudian konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah diperlukan pengobatan khusus atau tidak.

Ingat, tekanan darah tinggi atau hipertensi kerap tidak menunjukkan gejala apapun pada para penderitanya. Oleh karena itu, jangan terbuai meskipun saat ini merasa baik-baik saja. Periksalah tekanan darah Anda secara rutin dan terapkan pola hidup sehat, karena tak ada hal yang lebih baik dibandingkan tindakan pencegahan.


16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app