Rinitis Alergi - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 10, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Apr 24, 2019 Waktu baca: 3 menit

Menangani Hidung Mampet Di Pagi Hari 

Pernahkah Anda merasa jika hidung Anda terasa mampet atau hingusan hanya pada pagi hari atau saat berada pada tempat-tempat tertentu atau pada saat-saat tertentu? Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, kemungkinan Anda menderita rinitis alergi.

Rinitis adalah suatu peradangan dari membran hidung yang ditandai dengan gejala kompleks yang terdiri dari kombinasi dari beberapa gejala seperti bersin, hidung tersumbat, hidung gatal, mata berair, batuk-batuk dan kelelahan.    

Saat ini digunakan klasifikasi rinitis alergi berdasarkan rekomendasi dari WHO Iniative ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) tahun 2000, yaitu berdasarkan sifat berlangsungnya dibagi menjadi :

  • Intermiten (kadang-kadang) : bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4 minggu
  • Persisten/menetap bila gejala lebih dari 4 hari/minggu dan atau lebih dari 4 minggu

Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjadi :

  • Ringan, bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktifitas harian bersantai, berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu
  • Sedang atau berat bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut diatas

Penyebab Rinitis Alergi

Rinitis alergi adalah peradangan pada membran mukosa hidung, reaksi peradangan yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh terhadap pemicu alergi, dimana sistem kekebalan tubuh menganggap bahwa alergen adalah zat berbahaya dan menimbulkan reaksi pembengkakan, serta iritasi pada hidung. Selain karena sistem kekebalan tubuh, rinitis alergi juga dapat disebabkan oleh asma, faktor keturunan, paparan asam rokok dan debu lingkungan.

Rinitis alergi merupakan masalah kesehatan dunia yang menyerang 10 – 25% populasi dunia. Dengan peningkatan angka kejadian selama 1 dekade terakhir. Rinitis alergi merupakan kondisi kronik tersering pada anak dan diperkirakan mempengaruhi 40% anak-anak.

Berdasarkan lama berlangsungnya,rinitis alergi dibagi menjadi yaitu :

  • Rinitis alergi musiman (seasonal, hay fever, polinosis)
  • Rinitis alergi sepanjang tahun (perenial)

Gejala keduanya hampir sama,yang berbeda hanyalah waktu terjadinya.

Faktor apa saja yang dapat memicu timbulnya gejala Rinitis Alergi?

Walaupun gejala alergi disebabkan oleh sistem pertahanan tubuh yang bereaksi berlebihan, tapi ada faktor pemicu yang berperan dibalik sistem imun yang bereaksi berlebihan. Faktor pemicu yang menyebabkan munculnya gejala alergi dikenal dengan istilah alergen. Ada beberapa jenis alergen, yaitu :

  • Alergen luar ruangan, seperti serbuk sari dari rumput, pohon, dan gulma
  • Alergen dalam ruangan, seperti bulu hewan peliharaan, tungau, debu, dan jamur
  • Irritants, seperti asap rokok, parfum dan knalpot diesel

Gejala Rinitis Alergi

Gejala-gejala yang ditimbulkan pada penderita rinitis alergi adalah:

Diagnosis Rinitis Alergi

Jika Anda memiliki rinitis alergi dalam jangka waktu yang lama, disarankan untuk pergi ke dokter spesialis. Dokter spesialis akan merekomendasikan tes kulit, di mana sejumlah kecil alergen yang dicurigai memicu munculnya reaksi alergi diperkenalkan ke kulit Anda. Tes kulit adalah cara paling mudah, paling sensitif dan umumnya paling murah dalam mengidentifikasi alergen.

Selain itu, pemeriksaan lainnya juga mungkin diperlukan termasuk CT scan untuk mencari tahu kelainan yang dapat menjadi penyebab gejala. Tes darah untuk mendeteksi kadar imunoglobulin E (IgE) juga dapat dilakukan. 

Jenis tes kulit

  • Skin Prick Test: Dalam tes ini, setetes kecil alergen yang mungkin ditusuk atau tergores ke kulit, ini adalah jenis tes kulit yang paling umum. Hasilnya diketahui dalam 10 hingga 20 menit
  • Tes intradermal: Sejumlah kecil alergen yang mungkin menyebabkan reaksi alergi disuntikkan di bawah kulit menggunakan jarum tipis .Laludiperiksa apakah terjadi reaksi alergi setelah sekitar 20 menit atau tidak. Tes ini biasanya lebih sensitif daripada Skin Prick Test. 

Penanganan Rinitis Alergi yang dapat dilakukan

1. Hindari kontak dengan alergen penyebabnya (avoidance) dan eliminasi. Keduanya merupakan terapi paling ideal. Seperti:

  •  Tutup jendela rumah Anda jika Anda alergi terhadap serbuk sari.
  •  Kenakan kacamata atau kacamata hitam saat berada di luar ruangan untuk menjauhkan serbuk sari dari mata Anda.
  •  Gunakan penutup tempat tidur "anti-tungau" untuk membatasi paparan tungau.
  •  Cuci tangan Anda setelah menyentuh binatang
  •  Kurangi paparan asap kendaraan saat Anda berkendara dengan menggunakan masker bila perlu

2. Pengobatan sesuai gejala yang muncul yaitu menggunakan obat-obatan  antihistamin, obat-obatan simpatomimetik, kortikosteroid dan sodium kromoglikat.

3. Operasi. Konkotomi merupakan tindakan memotong konka nasi inferior (daerah dimana terjadinya masalah saat seseorang mengalami alergi rinitis). Lakukan setelah kita gagal mengecilkan konka nasi inferior menggunakan kauterisasi yang memakai AgNO3 25% atau triklor asetat.

4. Imunoterapi. Imunoterapi atau hiposensitisasi digunakan ketika pengobatan dengan obat-obatan gagal mengontrol gejala atau menghasilkan efek samping yang tidak dapat dikompromi. Imunoterapi menekan pembentukan IgE. Sehingga dapat menekan reaksi alergi yang dihasilkan dari dari reaksi autoimun.


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Moore, K. Healthline (2017). Allergic Rhinitis. (https://www.healthline.com/health/allergic-rhinitis)
Family Doctor (2017). Allergic Rhinits (Allergies). (https://familydoctor.org/condition/allergic-rhinitis/)
Mayo Clinic (2019). Disease and Conditions : Hay Fever. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hay-fever/symptoms-causes/syc-20373039)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app