Apa yang Menyebabkan Rasa Nyeri Kronis

Dipublish tanggal: Apr 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Apa yang Menyebabkan Rasa Nyeri Kronis

Semua orang pernah merasakan rasa nyeri dan rasa sakit. Faktanya, nyeri yang datang tiba-tiba merupakan reaksi penting dari sistem saraf yang membantu memberi peringatan kepada Anda terhadap kemungkinan terjadinya cidera.

Saat terjadi cidera, sinyal berpindah dari daerah yang terluka ke otak Anda lalu otak memberi sinyal balik yaitu rasa nyeri.

Rasa nyeri biasanya menjadi lebih ringan setelah cidera sembuh. Namun, rasa nyeri kronis berbeda dengan nyeri pada umumnya. Pada kasus nyeri kronis, tubuh Anda akan mengirimkan sinyal rasa nyeri menuju ke otak Anda, meskipun cidera telah sembuh.

Rasa nyeri dapat berlangsung hingga beberapa minggu hingga tahun. Rasa nyeri kronis dapat membatasi mobilitas dan mengurangi fleksibilitas, kekuatan dan ketahanan Anda. Rasa nyeri kronis merupakan tantangan dalam melalui aktivitas dan tugas sehari-hari.

Rasa nyeri kronis didefiniskan sebagai rasa nyeri yang berlangsung setidaknya 12 minggu. Rasa nyeri dapat teras tajam atau tumpul, menyebabkan sensasi seperti terbakar atau sakit pada daerah yang terdampak.

Rasa nyeri kronis dapat terjadi terus menerus atau berselang, hilang dan pergi tanpa ada alasan yang jelas. Rasa nyeri kronis dapat terjadi pada hampir bagian tubuh manapun. Rasa nyeri dapat terasa berbeda pada variasi daerah yang terdampak.

Beberapa tipe rasa nyeri kronis antara lain:

  • Sakit kepala
  • Rasa nyeri setelah operasi
  • Rasa nyeri setelah trauma yang tidak tuntas pengobatannya
  • Nyeri pinggang
  • Nyeri karena kanker
  • Nyeri arthritis
  • Nyeri akibat kerusakan saraf (nyeri neurogenik)
  • Nyeri yang tidak diakibatkan penyakit, cidera atau kerusakan saraf (nyeri psikogenik)

Berdasarkan American Academy of Pain Medicine, ada lebih dari 1,5 miliar orang di seluruh dunia yang memiliki rasa nyeri kronis. Rasa nyeri kronis merupakan penyebab paling umum disabilitas jangka panjang di Amerika Serikat, menjangkit sekitar 100 juta orang Amerika. 

Apa yang Menyebabkan Rasa Nyeri Kronis?

Nyeri kronis biasanya disebabkan cidera mula-mula, seperti punggung yang terkilir atau otot yang tertarik. Rasa nyeri kronis dipercaya timbul setelah saraf telah rusak. Kerusakan pada saraf dapat membuat nyeri semakin menjadi dan bertahan lama. Dalam kasus ini, mengobati cidera tidak dapat menghentikan rasa nyeri kronis.

Namun, pada beberapa kasus, orang-orang menderita rasa nyeri kronis tanpa pernah mengalami cidera sebelumnya. Penyebab rasa nyeri kronis tanpa pernah mengalami cidera sebelumnya tidak dapat dipahami secara pasti. Nyeri yang terjadi disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan berikut ini:

  • Sindrom kelelahan kronis: dicirikan dengan rasa lelah yang ekstrim dan berkepanjangan yang diikuti dengan rasa nyeri
  • Endometriosis: kelainan yang nyeri yang terjadi ketika dinding rahim tumbuh di luar uterus
  • Fibromyaglia: rasa nyeri yang menyebar pada tulang dan otot
  • Penyakit radang perut: kelompok kondisi yang menyebabkan peradangan kronis yang nyeri pada sistem pencernaan
  • Kista interstisial: kelainan kronis yang ditandai dengan rasa nyeri dan tertekan pada kandung kemih
  • Disfungsi sendi temporomandibular (temporomandibular joint dysfunction/TMJ): suatu kondisi yang menyebabkan nyeri saat rahang berbunyi klik, pop atau rahang terkunci
  • Vulvodynia: nyeri vulva kronis yang terjadi tanpa sebab.
  • Trauma atau cedera yang tidak ditangani dengan baik.
  • Phantom pain yaitu rasa nyeri yang muncul setelah seseorang menjalani proses amputasi anggota gerak tubuhnya.

Siapakah yang Memiliki Risiko Rasa Nyeri Kronis?

Rasa nyeri kronis dapat menyerang orang-orang segala umur, tetapi kebanyakan terjadi pada orang dewasa. Selain umur, faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Anda terserang rasa nyeri kronis antara lain:

  • Pernah mengalami cidera
  • Pernah melakukan operasi
  • Wanita
  • Obesitas atau berat badan berlebih

Bagaimana Cara Menangani Rasa Nyeri Kronis?

Tujuan utama penanganan adalah mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas. Penanganan membantu Anda agar dapat kembali beraktivitas sehari-hari tanpa merasa tidak nyaman.

Tingkat keparahan dan frekuensi rasa nyeri kronis dapat berbeda untuk setiap orang. Maka, dokter membuat rencana memanajemen rasa nyeri yang berbeda untuk setiap orang.

Manajemen rasa nyeri dari dokter untuk Anda akan bergantung pada gejala yang Anda alami dan kondisi kesehatan saat pemeriksaan. Penanganan dengan obat, perbaikan pola hidup atau kombinasi keduanya kemungkinan akan digunakan untuk menangani rasa nyeri kronis yang Anda alami.

Obat untuk rasa nyeri kronis:

Jika Anda mengalami nyeri kronis sebaiknya konsultasikan kepada Dokter Anda atau Dokter Anestesi konsultan manajemen nyeri. Penanganan nyeri kronis dan akut berbeda. Pada nyeri kronis biasanya akan diberikan terapi dengan analgesic terkuat lebih dahulu.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Causes of Chronic Pain. Healthline. (https://www.healthline.com/health/chronic-pain)
Chronic pain research: Linking psychology, sociology, and neuroscience. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/326098.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app