Penyebab Perdarahan Pasca Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Mar 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Perdarahan Pasca Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Perdarahan paska melahirkan merupakan hal yang normal terjadi. Kondisi ini juga biasa disebut dengan lochea. Perdarahan adalah cara tubuh untuk membuang sisa darah dan jaringan ekstra pada rahim yang membantu pertumbuhan janin bayi.

Perdarahan paling berat umumnya terjadi selama beberapa hari pertama hingga beberapa minggu setelah bayi Anda lahir. Namun, jika masih terjadi perdarahan hebat yang terus berlanjut maka Anda disarankan memeriksakan ke dokter.

Tanda-tanda perdarahan normal usai melahirkan

Perdarahan disertai gumpalan

Biasanya darah yang keluar awalnya berwarna merah cerah. Anda mungkin akan melihat sejumlah gumpalan darah selama beberapa hari pertama setelah melahirkan. Namun jumlah gumpalan yang wajar mestinya tidak melebihi seperempat dari seluruh darah yang keluar. Biasanya Anda dipakaikan pembalut khusus dari rumah sakit di masa awal setelah melahirkan. Namun nantinya sudah boleh kembali menggunakan pembalut biasa.  

Dalam beberapa kasus perdarahan akan sedikit lebih banyak ketika Anda pulang kerumah. Hal ini dapat disebabkan beban fisik Anda yang bergerak dan berpindah-pindah. Ketika hal itu terjadi maka cobalah untuk mengurangi aktifitas fisik seperti jalan dan beristirahatlah sebentar. 

Saat Anda berdiri pun kadang-kadang Anda merasakan perdarahan mengalir pelan. Itu disebabkan oleh bentuk vagina yang terdapat area menyerupai cangkir tempat darah mengumpul. Biasanya darah mengumpul pada area tersebut ketika Anda sedang duduk atau berbaring.  Ketika Anda berdiri maka darah tersebut keluar. 

Namun setelah sekitar 10 hari perdarahan pasca melahirkan akan semakin berkurang.   Anda mungkin masih mengalami perdarahan atau keluar bercak ringan hingga 6-12 minggu setelah melahirkan. Pada waktu-waktu ini Anda sudah bisa menggunakan pembalut seperti biasa. Layaknya mengatasi perdarahan ketika menstruasi.

Proses Terjadinya Perdarahan 

Usai Melahirkan  Biasanya setelah bayi dilahirkan maka rahim akan mengencang karena proses melepaskan plasenta keluar. Hal tersebut menyebabkan kontraksi yang membantu untuk menekan pembuluh darah tempat plasenta menempel.  

Apabila kontraksi rahim tidak kuat maka pembuluh darah melepaskan darah dalam jumlah banyak. Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya perdarahan usai melahirkan. Perdarahan setelah melahirkan juga disebabkan oleh sejumlah faktor.

Faktor yang menyebabkan perdarahan usai melahirkan

  • Melahirkan bayi yang besar fisiknya
  • Telah melahirkan bayi beberapa kali melalui proses yang lama
  • Mengalami infeksi
  • Mengidap obesitas
  • Akibat obat-obatan penginduksi persalinan
  • Menggunakan forsep
  • Pada jalan lahir atau jaringan vagina atau pembuluh darah uterus terjadi robek
  • Adanya kelainan penggumpalan darah
  • Melahirkan dengan operasi sesar

Gejala perdarahan usai melahirkan yang perlu diwaspadai

Perdarahan pasca melahirkan yang berat disebut dengan postpartum hemorrhage. Biasanya dialami oleh sekitar 5% wanita yang melahirkan. Kemungkinan besar perdarahan terjadi 24 jam pertama setelah melahirkan. Namun bisa juga berlangsung hingga 12 minggu pertama setelah bayi lahir.

Akan tetapi perdarahan setelah melahirkan ini bisa juga menjadi kondisi serius. Dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Jika tekanan darah terlalu rendah maka organ Anda tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi. 

Risiko paling akhir yang bisa terjadi adalah kematian. Karena itu sangat penting memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Anda bisa mengunjungi dokter bila mengalami gejala perdarahan pasca melahirkan seperti berikut ini:

  • Darah masih berwarna cerah setelah tiga hari usai melahirkan
  • Gumpalan darah ukurannya melebihi buah anggur
  • Perdarahan menghabiskan lebih dari satu pembalut dalam satu jam dan tidak berkurang atau berhenti
  • Penglihatan menjadi kabur
  • keringat dingin
  • Detak jantung cepat
  • Pusing, lemas dan mual
  • Serasa akan pingsan
  • Kulit pucat

Cara mengobati perdarahan yang biasa dilakukan secara medis

Terdapat banyak perawatan berbeda untuk menangani perdarahan pasca melahirkan. Mengetahui penyebab perdarahan akan membantu dokter memutuskan pengobatan yang terbaik untuk Anda. Pengobatan tersebut di antaranya:

  • Memberikan obat untuk membantu kontraksi rahim
  • Memijat rahim dan memasang gurita
  • Membuang sisa-sisa plasenta yang masih ada di dalam rahim
  • Pemasangan infus dengan beberapa manuver untuk mengurangi perdarahan seperti manuver Zangemeister, manuver Fritsch, Kompresi bimanual, kompresi aorta, tamponade uterovaginal, jepitan arteri uterina dengan cara Henkel
  • Melakukan laparotomi atau operasi untuk membuka perut untuk mengetahui penyebab perdarahan dan menghentikannya
  • Memberikan transfusi darah
  • Melakukan histerektomi yakni operasi pengangkatan rahim
  • Memberi suntikan obat khusus untuk menghentikan perdarahan
  • Meminta ahli radiologiuntuk melakukan embolisasi arteri uterina atau membatasi aliran darah ke rahim
  • Menggunakan alat yang disebut Bakri balloon yang dapat mengembang di dalam rahim sehingga digunakan untuk tampon guna membantu memperlambat perdarahan

Demikian informasi seputar perdarahan pasca melahirkan. Guna mencegah perdarahan paska melahirkan Anda disarankan untuk melakukan kontrol perawatan kehamilan (antenatal care) minimal 4x selama kehamilan.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Postpartum Bleeding (Lochia): Is It Normal, What to Do, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/pregnancy/is-postpartum-bleeding-normal)
First postpartum period: What to expect. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323293.php)
Postpartum Bleeding: What's Normal, What's Not, Causes, Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/women/vaginal-bleeding-after-birth-when-to-call-doctor)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app